Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts
Saturday, 31 October 2020

A Letter for President of France

0 comments

To His Excellency,
President of France
Mr. Emmanuel Macron

Dear Excellency,

I am writing this letter in my capacity as President of The Prosperous Justice Party (PKS), a political party in Indonesia, as a response to your statement about Islam as a religion “in crisis all over the world”, your defense on the cartoon insulting the Prophet Muhammad (Peace Be Upon Him), and your attempt to stigmatize the religion of Islam with terrorism.


Indonesia is the largest muslim-majority nation in the world, and the third largest democracy in the world at the same time. Our experience as a sovereign nation since 1945 is living proof that Democracy and Human Rights can and will continue to flourish in our country.

Your ignorant statement regarding the religion that we hold sacred simply cannot be accepted. It is also careless as it has the potential to incite violent reaction that will threaten peace and order in many nations across the world. And on behalf of the muslims of Indonesia, I will also say that we find it, along with any insulting depiction on our Prophet Muhammad (Peace Be Upon Him), to be deeply hurtful. It reflects negligence toward pluralism, equality and justice. We condemn all offensive acts against any religion, and as muslims, especially toward Islam. And we believe that freedom of expression and speech has to be counterweighted with a sense of respect and decency toward others.

Hence, Mr. Macron, we demand that you retract your statements and offer an apology to the international community, specifically to the muslim communities who have been deeply offended by them. It is our belief that the building and strengthening of trust and mutual respect among the many different nations, races, religious and cultural communities is what the world needs right now, not the awakening of hate, prejudices such as Islamophobia, extremism of any kind, and even terrorism that your words may evoke. The West and Islam can and will coexist in peace and harmony when both sides genuinely work toward that common goal.

May Allah (SWT) guide us to the right path.
Sincerely,
President of The Prosperous Justice Party (PKS)
H. Ahmad Syaikhu

Read more...
Wednesday, 18 February 2015

9 Alasan Kenapa Ta’aruf Bisa Jadi Solusi Bagimu yang Galau Karena Cinta

0 comments
Jalan untuk menemukan cinta sejati memang terkadang tidak mudah. Setelah jatuh cinta berkali-kali, belum tentu kamu berhasil menemukan cinta sejati yang sudah kamu harapkan itu. Ada yang masih getol mencoba kembali pacaran, tapi ada juga yang memilih berjuang lewat jalan lain tanpa pacaran sebelumnya. Ta’aruf namanya.

Bagi kamu yang belum tahu, ta’aruf adalah proses perkenalan yang ada di dalam agama Islam yang diperuntukkan bagi manusia dewasa yang sudah siap melanjutkan hubungan yang lebih serius. Apakah kamu termasuk salah satu yang sudah lelah berusaha menemukan cinta sejati lewat proses pacaran? Nah berikut ada beberapa alasan yang perlu memulai mencari cinta sejatimu melalui taaruf.

1. Melalui Taaruf, Perjalanan Cintamu Jadi Lebih Terarah
Pernikahan, sah! via riamirandadiary.com
Taaruf itu perkenalan yang bisa melibatkan orangtua, guru ngaji, orang orang terdekat atau lembaga. Jadi ketika kamu mulai bersedia untuk melakukan taaruf, calon pasangan jelas sudah tahu maksudmu adalah ingin menikah, baik cepat atau lambat.

Karena keseriusan kalian akan ditanyakan oleh pihak pihak yang terlibat sebelumnya, jadi kamu tak perlu khawatir dengan pertanyaan “Mau dibawa kemana hubungan kita?”. Karena hubungan kalian kedepannya harus dipastikan secepatnya.

2. Kamu Juga Terhindar Dari Segala Bentuk PHP, Kalau Oke, Ayo Nikah. Kalau Gak, Cari Yang Lain.
Gagal nikah via www.pinterest.com
Dalam proses taaruf, kamu diberikan waktu untuk memutuskan apakah mau melanjutkan prosesnya atau tidak. Prosesnya dari kenalan sampai berkunjung kekeluarga. Jadi kamu harus memastikan hatimu setegas mungkin. Jika tidak, kamu bisa menghentikannya, jika iya kamu bisa tetap lanjut hingga pernikahan. Gak ada lagi bentuk harapan – harapan semu yang membuatmu galau seharian. Pegel juga’ kan kalau hatimu digantung gantung terus?

3. Kalau Ta’arufmu Gagal, Hatimu Gak Harus Hancur Berkeping Keping.
Maukah kau terima aku? via trikfotografi.com
Karena proses taaruf yang tidak sampai bertahun tahun. Ketika gagal, kamu akan terhindar dari patah hati yang berkeping keping. Dengan proses ini seenggaknya kamu gak terlarut larut dalam patah hati yang merana atau jalinan cinta yang lama tidak bermuara #tsaah. Kalau gantung-gantungan langsung cut, cari yang lain. Lagipula, hatimu itu bukan jemuran ‘kan?

4.  Proses Saling Mengenal Menjadi Lebih Jujur Dan Apa Adanya.
Kamu tidak bisa sembunyi sembunyi via trikfotografi.com
Gak jarang kebanyakan orang ketika proses PDKT merasa perlu menunjukan kesan-kesan yang baik. Alasannya sih sederhana: kamu ingin mendapatkan hatinya dengan menunjukkan sisi baikmu.

Sedang jika saling mengenal lewat proses taaruf, kamu gak selalu bisa menyembunyikan keburukanmu. Karena proses ini melibatkan orang lain terdekat kita atau si dia, jelas agak susah kalau mau cari muka.

5. Dimana Lagi Kita Bisa Nulis Kriteria Jodoh Sesuai Dengan Yang Kita Impikan? Hanya Lewat Ta’aruf!
Apa kamu cukup kuat? via www.ultraupdates.com
Ada berbagai proses taaruf, salah satunya dengan proposal. Di sana kamu juga bisa menulis kriteria pasangan idaman yang kamu inginkan. Jadi, kamu juga bisa milih jodoh seperti apa. Cewek dan cowok boleh memilih. Kalau gak cocok, ya sudah. Kalau cocok, lanjut. Nyari yang bukan perokok? Nyari yang bisa baca Al-Quran dengan lancar? Atau nyari yang romatis? Semua bisa kamu tuliskan dengan gamblang.

6. Ta’aruf Itu Cenderung Dirahasiakan Prosesnya. Jadi Kalau Hubungan Kalian Gagal, Kamu Gak Dapat CapPlayboy Atau Playgirl.
Saya tidak bawa kabur anak orang via weddingphotographybali.com
Proses ta’aruf lebih melibatkan komunikasi pihak-pihak yang berkaitan saja, seperti antar keluarga. Apa kabar dong kalau kamu udah gagal taaruf beberapa kali? Tenang saja, dunia gak bakal tahu sejarah taarufmu dengan siapa saja. Kamu gagal mendapatkan cinta sejatimu karena sebagian besar calon pasanganmu dengan karaktermu yang tidak romantis? Atau kamu gagal karena si dia nanti tidak mau tinggal di luar negeri? Kamu tidak akan dicap playboy atau playgirl. Kayaknya mbah google aja bisa gak tahu. Sebab orang-orang terdekat pasti menjaga rahasiamu.

6. Kamu Jadi Lebih Gampang Move On Dari Kegagalan Cinta.
Move on saja via www.goziyan.com
Paling lama proses taaruf adalah 4-6 bulan, selebihnya bukan taaruf lagi. Dengan kegagalan dari proses yang singkat ini, tentu saja kamu jadi lebih gampang move on. Belum banyak hal yang membekas dihatimu, belum banyak hal yang dikorbankan untuk mendapatkan cinta sejatimu. Saat gagal, kamu jadi lebih gampang move on, dan mencari lagi cinta sejatimu.

7. Dengan Ta’aruf Kamu Bisa Mengenal Calon dan Mengumpulkan Informasi Sebanyak-Banyaknya Dalam Waktu yang Sesingkat-Singkatnya.
Mencari cinta sejati via www.goziyan.com
Nah, apalagi buat kamu yang sudah pusing ditanyaain orangtua mana calonnya?
“Kapan nikah? yang lainnya juga udah pada nikah lho, mana pasanganmu? udah 25 kok masih sendiri aja.”
Kamu bisa mencoba mencari cinta sejatimu melalui taaruf. Informasi tentang calon kita bisa dari orang orang terdekat, jadi lebih terpercaya, akurat. Karena dalam proses taaruf terkadang yang ribet bukan yang sedang taaruf, tapi pihak comblangnya. Mereka akan sibuk membantu kita untuk memperoleh informasi sebanyak banyaknya untuk meyakinkanmu. Selain itu, kamu gak buang buang waktu buat penjajakan terlalu lama. Cocok? Sikat bang!

8. Ta’aruf Membuatmu Lebih Percaya, Tuhan Pasti Sudah Menyiapkan Jodoh Terbaik Buat Kita.
You’re my precious via www.ultraupdates.com
Setelah lama sendiri, memutuskan tidak pacaran, dan kesepian sendirian diantara teman temenmu yang punya pasangan, dalam proses taaruf gak jarang kamu bakal mendapatkan kejutan kejutan kecil yang membuatmu keheranan, betapa kerennya Tuhan mempertemukan pasangan untuk kita. Eh kok bisa ketemu si A? Wah, laki laki soleh yang selama ini kamu idam idamkan ternyata mau diperkenalkan sama kita.

Maka berlanjutlah kisah cinta ala-ala ayat ayat cinta, itu lho Ferdi Nuril bisa mendapatkan Rianti Cartwrigt, haduuh siapa sih yang gak mau punya istri secantik itu?

9. Pasca Menikah, Perjalanan Cintamu yang Sebenarnya Dimulai. Minim Drama, Dengan Visi yang Sama
Jalan bersama via www.merleshop.com
Tentu saja, kamu baru bisa memulai pacaran setelah menikah. Kamu bisa lebih bebas mau ngapain saja dengan pasanganmu. Tak jarang, dasar pernikahan yang dimulai dengan taaruf bukan hanya cinta, tapi komitmen. Karena mereka berani untuk mencintai orang yang belum lama kita kenal. Komitmen untuk saling mencintai pasangan selamanya, dan rasa tanggungjawab atas pilihan yang telah diambilnya.

Ta’aruf menghindarkanmu dari drama, memberimu pilihan untuk menjalani hubungan dengan visi yang sama.


Ta’aruf adalah salah satu cara yang bisa kamu pilih untuk menemukan cinta sejatimu. Menikmati pacaran setelah menikah adalah salah satu perbedaan dari proses menemukan cinta sejati melalui pacaran. Jadi, kenapa harus galau kalau masih sendiri?

Kamu bisa coba cara ini jika memang sepakat pada konsepnya. Selamat menemukan cinta sejatimu, semoga beruntung!

Read more...
Friday, 2 January 2015

Ustaz Nababan: "Mualaf Harus Tetap Optimistis, Percaya Allah Akan Selalu Ada"

0 comments
Pendiri Pesantren Pembinaan Mualaf Annaba Center Indonesia Syamsul Arifin Nababan berpesan kepada para mualaf di Indonesia untuk tetap bertawakal dan sabar dalam menjalani kehidupannya setelah memeluk agama Islam.

"Para mualaf harus tetap Optimistis, percaya Allah selalu ada untuk kita," kata Ustaz Nababan kepada Republika, Kamis (25/12).

Banyaknya diskriminasi terhadap mualaf di Indonesia, kata Ustaz Nababan, membuat para mualaf menjadi minder dan merasa terkucilkan. Hujatan dan cemooh datang dari lingkungan sekitar bahkan dari keluarga mereka sendiri. 

Namun, Ustaz Nababan mengingatkan para mualaf hendaknya selalu tawakal dan bersabar. Ustaz Nababan mengungkapkan para mualaf akan mendapatkan cobaan berat seperti hinaan dan hujatan dalam kehidupannya sehari seperti yang ia alami dahulu saat baru masuk Islam.

"Memang cobaannya cukup berat, tapi itulah ujian dari Allah SWT yang harus kita jalani dengan suka cita. Apa pun ujiannya, kita harus siap menghadapinya," ujar Ustaz Nababan mengingatkan.

Ia menambahkan, bila para mualaf tidak sanggup menghadapi hujatan, mereka dapat pindah ke lingkungan yang dihuni umat Muslim. "lebih baik berbaur bersama umat Muslim lainnya," saran Ustaz Nababan.

Ustaz Nababan berharap para mualaf tidak setengah-setengah memeluk agama Islam. Selain itu, ia berharap mereka dapat mempelajari ajaran agama Islam lebih dalam lagi. Pihaknya juga akan membantu para mualaf yang ingin belajar Islam lebih banyak.

Read more...
Sunday, 30 November 2014

Mualaf 'Gemes' di Car Free Day Berlanjut

0 comments

Mualaf Center Indonesia (MCI) sukses menggelar Gerakan Memungut Sampah (Gemes) di Kawasan Car Free Day (CFD), Jakarta, beberapa waktu lalu. Untuk itu, gerakan itu akan dilanjutkan sehingga menjadi agenda tetap dakwah MCI.

"Insya Allah, 30 November bakal dilanjutkan. Acaranya tetap memungut sampah saja," kata Steven Indra Wibowo, Pendiri dan Konsultan Mualaf Center Indonesia, kepada ROL, Rabu (26/11).

Steven mengungkap, pada gelaran perdana kemarin, pesan dakwah begitu mengena. Warga yang awalnya tidak tahu akhirnya ambil bagian untuk ikutan memungut sampah. Yang lebih penting lagi, petugas kebersihan yang berjaga sangat terbantu dengan kegiatan ini.

"Kami senang bisa membantu mereka. Meski memang sumbangsih kami kecil," ucap dia.

Pada gelaran itu juga sempat ada seorang warga Australia mengucapkan syahadat. "Jadi, ada warga Australia, yang kebetulan tahu tentang kami, lalu ngobrol. Akhirnya, dia bersyahadat, alhamdulillah," ucap dia.

"Ini jadi satu kebahagiaan buat kami, dakwah yang dilakukan meski sederhana, tapi bisa dipahami dengan mudah oleh siapapun. Itulah tujuan kami," ucap dia.

Read more...
Thursday, 31 July 2014

Penganut Buddha Myanmar mengancam kematian Muslim di kerusuhan Mandalay

0 comments

Mandalay - Polisi Myanmar mengepung lingkungan Muslim Mandalay disebabkan ratusan umat Buddha memegang pisau, pedang dan bambu berkeliaran kota pada hari Jumat, menyusul kerusuhan komunal yang menewaskan dua orang awal pekan ini.

Kekerasan antar agama telah berkobar di seluruh negeri selama dua tahun terakhir, mengancam untuk melemahkan reformasi politik yang diprakarsai oleh pemerintah kuasi sipil Presiden Thein Sein, yang mulai menjabat pada tahun 2011 setelah 49 tahun kekuasaan militer yang represif.

Setidaknya 240 orang tewas dan lebih dari 140.000 jiwa mengungsi sejak Juni 2012. Sebagian besar korban telah menjadi anggota minoritas Muslim Myanmar, diperkirakan sekitar 5 persen dari populasi.

Sekitar 300 umat Buddha naik sepeda motor di sekitar kota terbesar kedua Myanmar, Mandalay, Jumat, berteriak ancaman kematian.

"Kami akan membunuh semua umat Islam," teriak beberapa orang saat mereka melalui jalan-jalan setelah menghadiri pemakaman seorang pria Buddha yang ditikam sampai mati pada Rabu malam.

Seorang pria Muslim juga tewas, dipukuli sampai mati Kamis pagi dalam perjalanan ke doa pagi.

Polisi mendirikan pagar penghalang dilapisi dengan kawat berduri untuk memblokir jalan ke lingkungan mayoritas Muslim dan mencegah umat Buddha pemakai sepeda motor masuk. Petugas mencegah kerusuhan dengan berpatroli di jalan-jalan, dan satu berbicara melalui megafon, memberitahu orang-orang untuk masuk ke dalam.

Sementara polisi menjaga lingkungan, mereka tidak melucuti umat Buddha yang telah berkeliling sekitar kota sejak tengah hari, berteriak ancaman dan menyanyikan lagu kebangsaan. Seorang pria terlihat mendistribusikan tiang bambu dari sebuah mobil yang diparkir di dekat istana kerajaan, sebuah atraksi wisata yang populer di kota sekitar satu juta orang.

Banyak Muslim melarikan diri dari lingkungan setelah kekerasan pecah hari Selasa, menuju hotel atau kota terdekat.

Polisi mengatakan 19 orang terluka dalam kerusuhan pada Selasa dan Rabu malam. Pada 21:00-05:00 jam malam didukung oleh kehadiran polisi mencegah masalah lebih lanjut pada Kamis malam dan jam malam yang sama akan berlaku pada hari Jumat.

Kekerasan dimulai pada Selasa ketika sekelompok sekitar 300 umat Buddha berkumpul di sebuah toko teh yang dimiliki oleh seorang pria Muslim yang dituduh memperkosa seorang wanita Buddhis.

Seorang petugas polisi di ibukota, Naypyitaw, mengatakan kepada Reuters pada hari Kamis bahwa tuduhan pemerkosaan telah diajukan terhadap pemilik toko teh dan saudaranya.

Seorang imam di masjid terbesar Mandalay mengatakan kepada Reuters bahwa lima Muslim telah ditangkap pada hari Jumat setelah polisi menggeledah rumah di dekatnya dan menemukan pisau seremonial. "Polisi pasti tahu ini digunakan untuk keperluan upacara," kata Ossaman, imam. "Mereka tidak melanggar hukum apapun."

Seorang polisi mengkonfirmasi penangkapan namun menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut dan meminta agar namanya dirahasiakan karena ia tidak berwenang berbicara kepada media.

Kekerasan anti-Muslim bukanlah hal baru di Myanmar. Mantan junta memberlakukan jam malam di Mandalay setelah kerusuhan di kota pada tahun 1997 menyusul laporan bahwa seorang pria Muslim memperkosa seorang gadis Buddhis.

Namun wabah kekerasan telah menjadi lebih umum di bawah pemerintahan reformis, yang mencabut pembatasan kebebasan berbicara, termasuk akses ke Internet, yang sebelumnya telah dikontrol ketat oleh militer.


Read more...
Wednesday, 30 April 2014

PKPU Layani 6000 Pengungsi Afrika Tengah di Kamerun

0 comments
Kamerun - Tim kemanusiaan PKPU yang tengah berada di Kamerun terus membantu proses pembangunan dan pemberian bantuan makanan kepada 6.000 pengungsi Afrika Tengah di Kamerun

Tim PKPU menembus perbatasan Kamerun dan Republik Afrika tengah ditemukan beberapa titik sebagai konsentrasi pengungsian. Di saat yang sama arus masuk pengungsi melewati perbatasan terus mengalir.

“Melihat fenomena ini maka koordinasi pertama yang dilakukan dengan berbagai pihak adalah pemerintah setempat di samping organisasi lokal,” kata Direktur Pendayagunaan PKPU Rully Barlian dari Kamerun, Senin (28/3/2014).

Rully mengatakan, Kepala Administrasi Kota Kentjou setingkat Bupati dalam diskusi dengan Direktur PKPU Rully Barlian menyarankan ada dua titik prioritas awal dalam penyaluran bantuan tahap awal.

Pertama pengungsi wilayah barat luar kota sebanyak 8000 orang. Pengungsi yang ada di lokasi ini disebut Kamp Lolo sudah berada di bawah pengawasan pemerintah kota dan UNHCR sebagai badan PBB urusan pengungsi. Sehingga penghuni kamp ini relatif lebih baik.
Sementara yang kedua adalah pengungsi yang tersebar dalam Kota sebanyak 6000 org dari 750 keluarga.

Sampai saat ini disamping belum ada bantuan badan maupun organisasi kemanusiaan, pihak pemerintah memiliki keterbatasan untuk mengelolanya. Pengungsi disini belum memiliki shelter atau barak penampungan atau tenda keluarga.

Pengungsi dalam Kota Kentjou ini merupakan pengungsi yang berasal dari berbagai negara. Mereka telah lama menetap dan lahir di Afrika Tengah bahkan berasal dari keturunan generasi jauh sebelum mereka lahir.

Mereka berasal dari Nigeria, Chad, Senegal, Mali dan Afrika Tengah yang telah lama berbaur dengan warga lokal di Afrika Tengah. Sisanya  sekitar 5000 orang tersebar di beberapa titik atau kelompok-kelompok kecil.

Dengan kondisi ini tim PKPU memutuskan menyalurkan bantuan awal di lokasi pengungsian dalam Kota Kentjou.  Bantuan tahap awal yang disalurkan sebagian besar adalah makanan seperti beras, gula, garam, minyak goreng, susu dan makanan bayi serta ibu hamil. (din/kis/pkpu/sbb/dakwatuna)


Read more...
Monday, 31 March 2014

Krimea, Negeri Islam yang Hilang

0 comments
Persaingan merebutkan Semenanjung Krimea bukanlah hal baru. Walaupun persaingan kadang muncul, kadang surut untuk beberapa dekade. Krimea adalah salah satu wilayah Turki Utsami, tepatnya wilayah-wilayah bagian utara.

Islam masuk ke Krimea pada paruh pertama abad ke-10 M. Kebanyakan penduduknya saat itu berdarah Turki. Kemudian mereka lebih dikenal dengan nama Tatar. Sedangkan nama Krimea (Al-Qirm) adalah bahasa Tatar yang bermakna benteng. Wilayah yang disebut Krimea tersebut saat ini dinamakan Semenanjung Krimea, ditambah beberapa wilayah Rusia saat ini mengelilingi Laut Azov, dan beberapa wilayah di sebelah utara semenanjung (berada di Ukraina saat ini).

Kerajaan Tatar Krimea berada di wilayah yang cukup luas tersebut sejak 1441 M hingga 1783 M. Kerajaan ini melemah bersamaan dengan melemahnya Turki Utsmani. Terakhir, Turki Utsmani melepasnya berdasar perjanjian “Kojak Qanarjh” tahun 1774 yang berisi terpisahnya Krimea dari Turki Utsmani.

Saat itu dimulailah kekuasaan Rusia pada wilayah Semanjung Krimea. Karena Kaisar Yekaterina II mengkhianati perjanjian “Kojak Qanarjh” yang menyatakan Krimea sebagai wilayah yang merdeka. Rusia menjajah Krimea tahun 1783. Saat itu kota-kota besar Krimea dihancurkan dan dibakari. Banyak sekali situs peninggalan sejarah Islam yang dilenyapkan.

Keberadaan Tatar Krimea, yang dulunya merupakan penduduk mayoritas dan muslim, terus berkurang terutama saat berada di bawah kekuasaan Uni Soviet. Rezim Joseph Stalin mengusir secara paksa seluruh Tatar Krimea pada tahun 1944. Saat itu Stalin menuduh Tatar berkhianat saat terjadi peperangan. Rumah-rumah dan tanah yang mereka tinggalkan dibagi-bagi kepada para petani komunis pemberontak baik dari Rusia maupun yang lainnya.

Dengan politik seperti itu, keberadaan Rusia di Krimea semakin besar. Pada sensus 2001, orang-orang yang berdarah Rusia mencapai 58% dari keseluruhan penduduk yang berjumlah 2 juta jiwa. Sedangkan penduduk yang berdarah Ukraina mencapai 24%. Sisanya, Tatar Krimea hanya 12%.

Pada tahun 1944, saat Tatar Krimea diusir secara paksa, jumlah masjid di Krimea mencapai 1800 masjid. Ketika Ukraina merdeka, dan Tatar Krimea mulai pulang, jumlah masjidnya hanya antara 20-30 masjid. Kini sudah mulai dibangun kembali hingga terdapat sekitar 300 masjid.

Status Semenanjung Krimea sebagai bagian dari Uni Soviet hingga tahun 1954. Saat itu Nikita Khrushchev, pemimpin Uni Soviet pada tahun 1954-1964, memutuskan untuk menggabungkan Krimea ke Ukraina. Sehingga ketika Ukraina merdeka tahun 1991, Krimea pun menjadi salah satu wilayahnya. (msa/dakwatuna)

Sumber bacaan: Ukraine Press, Rusia Today.

Read more...
Friday, 28 February 2014

Sejarah Singkat Pengangkatan Khulafaur Rasyidin

0 comments
Menurut Said Hawwa sebagaimana dikutip oleh Muhammad Herry, hanya ada satu prosedur legal pengangkatan khalifah, yaitu dengan pemilihan yang dilakukan oleh para tokoh yang mewakili umat (ahlul halli wal ‘aqdi) dan kesanggupan yang dinyatakan oleh orang-orang yang dipilih untuk menjadi khalifah. Inilah yang disebut kontrak sosial. Dan kontrak sosial tidak akan sempurna kecuali dengan al-ijab (penyerahan tanggung jawab) dan al-qabul (penerimaan tanggung jawab).
Al-ijab dilakukan oleh ahlul halli wal ‘aqdi yang merupakan proses pemilihan khalifah. Sedangkan al-qabul datang dari pihak orang yang terpilih untuk menjadi khalifah.

Inilah yang terjadi di zaman Khulafa Rasyidin, zaman setelah wafatnya Rasulullah saw… Untuk itu marilah kita telusuri secara singkat sejarah terpilihnya empat khalifah pasca Nabi Muhammad saw.

Abu Bakar ash-Shiddiq RA

Pasca meninggalnya Rasulullah SAW, kaum Anshar (penduduk asli Madinah), berkumpul di Saqifah bani Saa’idah. Bukan sekadar berkumpul, tapi mereka sedang mendulang dukungan kepada Sa’ad bin Ubaidah RA sebagai pimpinan, menggantikan Nabi. Peristiwa tersebut didengar oleh Umar bin Khaththab. Umar lalu memberitahukan kepada Abu Bakar ash-Shiddiq. Lalu, Umar dan Abu Bakar mengajak Abu Ubaidah RA menuju ke Saqifah bani Saa’idah.

Sesampainya di sana, jumlah umat semakin banyak, dan di depan umat itulah Abu Bakar berpidato agar umat memilih Umar atau Abu Ubaidah. Tapi keduanya menolaknya. Bahkan Umar dan Abu Ubaidah bersepakat untuk membaiat Abu Bakar. Belum juga mereka menjabat tangan Abu Bakar, Basyir bin Sa’ad yang berasal dari kaum Anshar, menjabat tangan Abu Bakar dan langsung membaiatnya. Dari sini lalu khalayak membaiat Abu Bakar, baik dari kalangan Anshar, Muhajirin, dan tokoh Islam lainnya. Abu Bakar tidak lagi sanggup menolak amanah yang diberikan umat kepadanya.

Umar bin Khaththab RA

Tatkala Abu Bakar ash-Shiddiq merasakan ajalnya sudah dekat, ia mengundang para sahabat untuk membahas siapa penggantinya. Abu Bakar juga menulis surat yang ditujukan kepada khalayak, yang menjelaskan atas apa pilihannya itu. Abu Bakar menjatuhkan pilihannya kepada Umar bin Khaththab. “Tapi, kepada para sahabat, Abu Bakar berkata, ‘Saya menjatuhkan pilihan kepada Umar, tapi Umar bebas menentukan sikap’.”

Rupanya, umat juga bersetuju dengan Abu Bakar. Lalu, kepada Umar, Abu Bakar berpesan, “Sepeninggalku nanti, aku mengangkatmu sebagai penggantiku…” ucap Abu Bakar pada Umar bin Khaththab.

“Aku sama sekali tak memerlukan jabatan khalifah itu,” Umar menolak.

Tapi, atas desakan Abu Bakar dan dengan argumentasi yang membawa misi Ilahi, Umar luluh dan menerimanya. Sepeninggal Abu Bakar, ketika Umar dilantik jadi khalifah, ia justru menangis. Orang-orang pun bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, mengapa engkau menangis menerima jabatan ini?”

“Aku ini keras, banyak orang yang takut padaku. Kalau aku nanti salah, lalu siapa yang berani mengingatkan?”

Tiba-tiba, muncullah seorang Arab Badui dengan menghunus pedangnya, seraya berkata, “Aku, akulah yang mengingatkanmu dengan pedang ini.”

“Alhamdulillah,” puji Umar pada Ilahi, karena masih ada orang yang mau dan berani mengingatkannya bila ia melakukan kesalahan.

Utsman bin Affan RA

Sebagaimana tersebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Umar tidak mau menunjuk penggantinya. Kepada para sahabat, dia berpesan, “Hendaklah kalian meminta pertimbangan pada sekelompok orang yang oleh Rasulullah SAW pernah disebut sebagai calon penghuni surga. Mereka adalah Ali bin Abi Thalib RA, Utsman bin Affan RA, Abdurrahman bin Auf RA, Zubair bin al-Awwam RA, Sa’ad bin Abi Waqqash RA dan Thalhah bin Sa’ad Ubaidillah RA.

Hendaklah engkau memilih salah satu dari mereka untuk menjadi pemimpin. Dan bila sudah terpilih, maka dukunglah dan bantulah pemimpin itu dengan baik.”

Ketika Umar meninggal dunia, para sahabat berkumpul di rumah Aisyah RA, kecuali Thalhah yang sedang berada di luar kota. Mereka pun bermusyawarah, siapa sebaiknya yang patut menggantikan Umar. Di tengah membicarakan mekanismenya, Abdurrahman angkat bicara, “Siapa di antara kalian yang mengundurkan diri dari pencalonan ini, maka dia berhak menentukan siapa pengganti Khalifah Umar.” Tak seorang pun yang berkomentar. Maka, Abdurrahman berinisiatif mengundurkan diri. Yang lain berjanji akan tetap bersama Abdurrahman, dan menerima apa yang akan diputuskannya.

Meski sudah mendapat mandat dari para calon ahli surga, Abdurrahman tak mau gegabah untuk memutuskan siapa yang mesti dipilih sebagai khalifah. Selama tiga hari tiga malam Abdurrahman mendatangi berbagai komponen masyarakat untuk didengar aspirasinya.

Pada hari ketiga, barulah Abdurrahman memutuskan Utsman sebagai pengganti Umar. Abdurrahman membaiat Utsman, diikuti oleh para sahabat lainnya, termasuk mereka yang disebut-sebut oleh Rasulullah SAW sebagai ahli surga.

Ali bin Abi Thalib RA

Akhir hayat Utsman juga sama dengan yang dialami oleh Umar bin Khaththab, dibunuh oleh seseorang yang tak menyukai Islam terus berjaya. Sepeninggal Utsman, Ali didatangi oleh kaum Anshar dan Muhajirin. Mereka bersepakat untuk membaiat Ali. Tapi Ali menolaknya, karena ia memang tidak berambisi untuk menduduki jabatan duniawi. Tak ada pilihan, tak ada tokoh sekaliber dia. Umat pun terus mendesak. Akhirnya Ali luluh, dan berucap, “Baiklah, kalau begitu kita lakukan di masjid saja.” Dan Ali, dibaiat di dalam masjid.

Wallahu a’lam.

Read more...
Friday, 24 January 2014

“Jirri Tudur” Syuhada Bumi Yarmuk

0 comments
Gergorius sudah mati. Aku yang menikamnya karena Gergorius yang malang telah membelot menjadi seorang muslim,” perasaan gundah menyelimuti Margiteus yang tengah mengusap-usap pedang panjangnya yang berukiran matahari dengan 12 jilatan api itu.

Hah, mustahil mana mungkin terjadi, dia seorang Kristiani yang taat.” Argenta menatap tajam Margiteus

“Ya aku cuma bisa kesal, bingung dan sedih kenapa seorang panglima perang Romawi yang ulung harus mati di ujung mata pedangku.” Sesal Margiteus sambil membersihkan sisa darah di pedangnya.

Debu-debu beterbangan, menggumpal di atas bumi Yarmuk. Suara teriakan riuh jelas terdengar seiring rengekan suara onta dan kuda. Nyaring dan ngeri.

Saat itu, pasukan Islam tengah bertempur sengit di Yarmuk –wilayah perbatasan dengan Syria. Pasukan Islam bermarkas di bukit-bukit yang menjadi benteng alam, sedangkan Romawi terpaksa menempati lembah di hadapannya. Dengan jumlah tak kurang dari 240 ribu pasukan romawi, mereka kewalahan menghadapi pasukan muslimin yang hanya berjumlah 39 ribu orang saja. Puluhan ribu pasukan Romawi –baik yang berasal dari Arab Syria maupun yang didatangkan dari Yunani– tewas. Lalu terjadilah pertistiwa mengesankan itu.

Kondisi ini jelas tidak menguntungkan pasukan Romawi walaupun sebenarnya kehebatan pasukan Islam membuat kagum para panglima Romawi dan komandan pasukannya. Termasuk Gregorius Theodorus –orang-orang Arab menyebutnya “Jirri Tudur”– ingin menghindari jatuhnya banyak korban. Maka saat masuk waktu istirahat Gregorius mendatangi Khalid untuk perang tanding. Dia menantang Khalid untuk berduel satu lawan satu. Sekilas tawaran ini dapat mengurangi jatuh korban, namun bisa saja menjadi taktik sekaligus sebagai ‘psy war’ dalam sebuah pertempuran yang malah dapat menganulir kemenangan kaum muslimin.

Theodorus adalah seorang panglima pilihan yang mempunyai hubungan erat dengan pembesar Bani Ghassan, sebuah kerajaan satelit Romawi di Syam (Syiria), oleh karena itu ia fasih berbahasa Arab. Khalid bin Walid tidak melewatkan tantangan itu, dan dengan serta merta menerimanya dengan sikap ksatria.

Dengan disaksikan oleh kedua kubu pasukan yang berseteru dari kejauhan dan di tengah-tengah benturan pedang kedua panglima tersebut. Dalam duel maut itu, tombak Gregorius patah terkena sabetan pedang Khalid. Luar biasa, rasa ta’jub begitu saja muncul di benak Gregorius, betapa tidak! Tombak bergagang baja itu rontok oleh sabetan pedang Khalid, padahal sepanjang pertempuran yang dipimpinnya tombak itu menjadi tumpuan pertahanan dirinya. Kepiawaian Khalid memainkan pedangkah? Tenaganya yang kuatkah? Atau memang benar pedangnya diturunkan dari langit? Rasa penasaran panglima Romawi ini makin menjadi-jadi. Dia seperti baru menemukan lawan tanding yang setimpal.

Dengan cepat dia ganti mengambil pedang besarnya. Kali yang kedua Gregorius berdecak kagum pasalnya dia merasa Khalid memberinya kesempatan untuk berancang-ancang karena dalam benak dia petarung sekaliber Khalid pastinya akan segera menyudahi duel itu disaat musuhnya lengah. Tetapi ternyata Khalid tidak melibas habis lawannya padahal kesempatan itu ada. Sikap patriot sejati tidak selamanya tercermin dari kegarangan menebas batang leher musuh. Ada kalanya kelembutan mengukir bukti atas sikap ksatria.

Akhirnya kedua paglima itu saling mendekat sampai-sampai kedua kepala kuda mereka saling bertemu. Saat itulah panglima Gregorius menyempatkan diri berdialog dengan Khalid:

“Ya Khalid, coba katakan dengan sebenar-benarnya dan jangan bohongi saya. Apakah benar Allah telah turun kepada Nabi anda dengan membawa pedang dari langit, lalu menyerahkannya kepada anda, sehingga anda memperoleh julukan “Pedang Allah”? Saya tahu setiap anda mencabut pedang itu, maka tidak ada lawan yang tidak tunduk!”

“Semua itu tidak benar!” tukas Khalid dengan singkat seraya tetap mempermainkan pedangnya untuk menangkis serangan pedang panglima Gregorius.

“Lantas mengapa anda dijuluki Pedang Allah?” tanya Gregorius lagi. Dan bagaikan tumbuh saling pengertian, keduanya kemudian menghentikan ayunan pedang. Keduanya tegak berhadapan di tengah laga, masih tetap bersiaga, dan meneruskan dialog.

“Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia mengutus seorang Nabi kepada kami. Semula kami menentangnya dan memusuhinya. Sebagian dari kami beriman dan mengikutinya. Saya termasuk pihak  yang mendustainya dan memusuhinya, tetapi kemudian Allah menurunkan hidayah ke dalam hatiku. Sayapun beriman dan menjadi pengikutnya. Rasulullah SAW berkata kepadaku: ‘Ya Khalid, engkau  adalah sebuah pedang di antara sekian banyak pedang Allah yang terhunus untuk menghadapi kaum musyrikin!’ Ia mendoakan saya supaya tetap menang. Sebab itulah aku dijuluki ‘Pedang Allah’ …” Khalid menuturkan apa adanya.

“Saya menerima keterangan anda itu dan tidak lagi percaya dengan segala legenda tentang diri anda,” ujar Gregorius yang kemudian meneruskan pertanyaannya.

“Di dalam tugas dakwah anda, apa sajakah yang anda sampaikan?”

“Mengakui bahwa tiada yang patut disembah selain Allah, dan mengakui bahwa Muhammad itu Rasul Allah, dan berikrar dalam hati bahwa ajarannya itu datang dari Allah.”

“Jika seseorang tidak bersedia menerimanya?”

“Membayar jizyah, mengakui kepemimpinan Islam, dan setelah itu kami berkewajiban menjamin hak miliknya, jiwanya dan juga kepercayaan, keyakinan, agama yang dianutnya!”

“Jika ia tetap tidak mau menerimanya?”

“Pilihan akhir adalah perang, dan kami siap untuk itu!” jawab Khalid singkat-singkat, jelas dan tegas. Sementara di kedua kubu pasukan yang masih bertanya-tanya tentang apa yang tengah terjadi di dalam perang tanding itu, panglima Gregorius meneruskan lagi dialognya,

“Bagaimanakah kedudukan seseorang yang menerima Islam pada pilihan pertama pada hari ini?”

“Kedudukan dan derajat bagi kami hanya satu di antara dua, yaitu apa yang ditetapkan oleh Allah. Mulia atau hina. Tak peduli ia menerima Islam lebih dulu atau belakangan!”

“Jadi, orang yang menerima Islam pada hari ini, ya Khalid, apakah sama kedudukannya dengan yang lain dalam segala hal?”

“Ya, Anda benar!”

“Mengapa bisa sama ya Khalid? Padahal anda sudah lebih dulu Islam dari padanya?”

“Kami memeluk Islam dan mengikat bai’at dengan Rasul Muhammad SAW. Ia hidup bersama kami, dan kami menyaksikan kebesaran dan mu’jizat-mu’jizatnya, hingga beliau wafat. Sedangkan orang yang menerima Islam pada hari ini, tidak pernah berjumpa dengan beliau dan tidak pernah menyaksikan semua itu. Jika orang itu menerima Islam dan menerima kerasulan Muhammad dan pembenarannya itu jujur serta ikhlas, maka sesungguhnya ia jauh lebih mulia dari pada kami!”

“Ya Khalid, keterangan anda sangat benar! Anda tidak menipu, tidak berlebih-lebihan dan tidak membujuk. Demi Allah, saya menerima Islam pada pilihan pertama!”

Seraya menuntaskan dialognya, panglima Gregorius melemparkan perisainya dan menyarungkan pedangnya. Ia bersama Khalid kemudian berjalan beriring menuju kubu perkemahan pasukan muslimin. Pasukan Romawi terkejut, mereka menyangka Gregorius telah ditaklukkan dan ditawan oleh Panglima Islam yang masyhur itu, yang kehidupannya nyaris menjadi sebuah legenda. Mereka panik, dan serunai perang pun ditiup guna mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap pertahanan umat Islam.

Sementara itu, di hadapan ratusan ribu pasukan Romawi dan Muslim, Gregorius menyatakan diri masuk Islam. Panglima Gregorius bersyahadat dan minta pengajaran Islam di dalam kemah kaum muslimin. Setelah itu ia minta disediakan air bersih untuk  berwudhu. Untuk pertama kalinya ia melaksanakan sendi ajaran Islam yang kedua, shalat dua rakaat!

Setelah selesai mengerjakan shalat, maka Khalid bin Walid bersama dengan Gregorius Teodorus dan kaum Muslimin lainnya meneruskan peperangan sampai matahari terbenam dan di saat itu kaum Muslimin mengerjakan shalat Dzuhur dan Ashar dengan isyarat saja.

Subhanallah! Khalid bin Walid menundukkan Gregorius bukan dengan ketajaman pedangnya, tapi dengan kejujuran dan sikap sportifitasnya. Hal ini sebenarnya pernah berlaku pada diri Khalid sendiri. Khalid adalah lakon penting dibalik ambruknya kaum muslimin di perang Uhud. Berikutnya, bukan hunusan senjata yang membuatnya bertekuk lutut, kelembutan dakwah yang menjadikannya mukmin sejati. Dialah pedang Allah (Saifullah) yang menyiarkan Islam hingga membuka mata dunia. Alhasil, Rasulullah saw tidak membutuhkan kilatan pedang untuk menundukkan orang yang ganas. Cukup menyiraminya dengan kasih sayang. Dan pesona kelembutan sanggup melelehkan hati yang membatu sekalipun.

Sementara di luar kemah, pertempuran mulai berkecamuk. Kedua pihak mengerahkan kekuatan manusia, senjata dan strateginya. Di tengah-tengah sengitnya suara denting pedang dan raungan nafas yang terputus, tiba-tiba majulah dua orang panglima pasukan muslimin. Keduanya berdampingan dan saling bahu membahu. Mereka adalah Khalid bin Walid dan Panglima Gregorius Teodorus yang telah bersyahadat.

Pertempuran berlangsung selama dua hari. Medan laga telah bersimbah darah. Pekikan takbir dan kobaran semangat sambung menyambung tak putus-putusnya, seiring dengan tumbangnya tubuh-tubuh tak bernyawa ke permukaan bumi. Pasukan Romawi pada hari itu merasakan pedihnya sebuah kekalahan. Tentaranya kocar-kacir dan meninggalkan 50.000 jasad pasukan mereka yang bergelimpangan di medan laga. Di tengah rasa syukur kemenangan, kaum muslimin juga harus membayar mahal dengan merelakan 3000 orang syahidnya.

Pasukan Romawi mengalami kekalahan telak di tangan kaum muslimin. Mereka kehilangan 50.000 tentaranya. Pasukan Romawi kocar kacir, mereka mencari perlindungan di Damascus, Antokiah dan Caesarea serta ada juga yang turut serta dengan Kaisar Heraklius ke Constantinople. Pertempuran sehari itu meninggalkan cacatan hitam dalam sejarah perang Romawi yang sukar dipadamkan dalam sejarah. Mereka kalah telak dari pejuang yang kecil bilangannya dengan peralatan perang yang jauh ketinggalan dibanding mereka.

Dalam pertempuran itu, Gregorius yang telah bergabung dengan barisan kaum Muslimin itu terbunuh, dan dia hanya baru mengerjakan shalat dua rakaat bersama dengan Khalid bin Walid. Walaupun demikian, ia telah menyatakan keIslamannya dan berjanji untuk tidak akan kembali lagi kepada agama lamanya.

Di sebuah lembah berbatu, panglima Khalid bin Walid tertunduk sedih, haru dan sekaligus bangga. Di hadapannya terbujur jasad asy-syahid Gregorius Teodorus dengan puluhan luka di sekujur tubuhnya. Gregorius syahid di tangan bekas pasukannya sendiri. Namun pasukan Islam mencatat kemenangan besar di Yarmuk, meskipun sejumlah sahabat meninggal di sana. Di antaranya adalah Juwariah, putri Abu Sofyan.

Gregorius telah syahid. Panggilan fitrah telah membimbingnya kepada Islam. Kepada iman yang benar. Gregorius tak membutuhkan diskusi yang bertele-tele dan melelahkan untuk menerima Islam. Keberanian, kejujuran, sportifitasnya dan kehebatan strategi perang Khalid telah membawanya kepada pintu gerbang hidayah Islam.

Mantan panglima Romawi ini menjadi saksi atas agama mulia ini yang akan berkembang pesat justru berkat perilaku santun pemeluknya yang lekas menarik simpati berupa untaian indah akhlak dan kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Terbukti bahkan dalam peperangan, etika sosial sangat dijaga. Harkat kemanusiaan tetap terpelihara dalam bingkai kasih sayang. Tidak merusak fasilitas umum, tidak menggangu wanita, orang tua dan anak-anak, dilarangnya menebang tanaman, tidak membunuh lawan yang sudah menyerah dan berbagai perilaku indah lainnya, sehingga musuh pun terpikat seraya berseru, “Betapa indah ajaran ini!”

Dan tentunya keindahan persaudaraan dalam Islam dirasakannya seperti ikan yang mendapatkan airnya kembali. Begitupun pertemanannya dengan Khalid walau terbilang singkat tapi dirasakannya begitu akrab.

Sejarah mencatat bahwa Gregorius Teodorus adalah seorang muslim yang sepanjang hayatnya dapat merasakan manisnya iman dan jihad sekaligus yaitu saat detik-detik dua kalimat syahadat diikrarkan. Dan seperti mendapat pasokan energi yang besar, Gregorius langsung berbalik memerangi pasukannya sendiri dengan semangat jihad.


Read more...

Sekilas Jejak Almarhum KH Sahal Mahfudz

0 comments

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudz meninggal dunia, Jumat (24/1/2014) sekitar pukul 01.05 WIB. Beliau meninggal dalam usia 76 tahun setelah beberapa waktu sakit.

Berikut adalah sekilas rekam jejak pemimpin Pondok Pesantren Mathali'ul Falah yang juga adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Lahir dengan nama Muhammad Ahmad Sahal bin Mahfudz bin Abd Salam Alhajaini, Kyai Sahal merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Beliau lahir di Desa Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, pada tanggal 17 Desember 1937. 

Embah Sahal, panggilan untuk KH Sahal, dikenal sebagai ulama NU dengan kecintaan luar biasa terhadap buku. Koleksinya disebut hampir 2.000 buku. Beberapa karya juga pernah dilahirkan oleh beliau. Kiai Sahal adalah salah satu yang lantang menyuarakan fikih sosial, sebuah pemikiran yang memadukan ajaran agama dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Berpusat dari pesantren, Kiai Sahal mendorong kehidupan masyarakat di Desa Kajen melalui pengembangan pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Meski hanya sebuah desa di Pati, Jawa Tengah, Kajen memiliki tak kurang dari 40 pesantren, termasuk Mathali'ul Falah.

Gelar doktor honoris causa disematkan kepada Kiai Sahal pada 18 Juni 2003 untuk pengembangan ilmu fikih sosialnya. Doktor kehormatan itu datang dari Universitas Negeri Syarif Hidayatullah.

Berdasarkan informasi dari situs NU Online, mengutip sekretaris pribadi almarhum, Muhammad Najib, rencananya Kiai Sahal akan dimakamkan Jumat pagi, di Kajen. "Paling cepat pukul 09.00 WIB," tulis NU Online, mengutip Najib.

Read more...
Wednesday, 15 January 2014

Tips Anti Futur Agar Kembali Semangat Berdakwah

0 comments
1. Harus memahami dan menyadari tujuan aktivitas kita

contoh: seorang pengemban dakwah tidak punya waktu futur dalam mengkaji Islam apabila ia sadar dan paham bahwa dengan aktivitasnya tersebut akan membangkitkan pemikirannya sehingga akan bisa memahamkan umat untuk tegaknya Hukum Allah


2. Baca al-Qur'an dan as-Sunnah serta terjemahannya

Qalbu yang tidak diisi dengan Al-Qur'an laksana rumah yang bobrok, bacalah dan pahami maknanya insyAllah akan mengingatkan kita akan perjuangan ini


3. Bacalah Sirah Nabawiyah

Kita dan para pejuang Islam terdahulu sama-sama menginginkan surga, dan dengan membaca dan membayangkan perjuangan mereka dalam benak kita, akan membuat kita mengukur pengorbanan dan izzah yang kita lakukan sekarang dengan mereka sebagai seorang muslim. Bukankah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin?


4. Kunjungi dan mintalah nasehat kepada orang-orang yang mampu memberikan semangat dan nasehat

Karena jiwa selalu perlu re-charge, selain itu kita juga dapat mengunjungi kajian-kajian Islam, training, dan acara-acara Islam lainnya


5.Jika mungkin, sejenak meluangkan waktu untuk beristirahat dan menenangkan diri

Bukan berarti perlu waktu khusus untuk berlibur atau cuti, karena perjuangan Islam tidak mengenal istilah libur dan cuti. Lakukan hal yang sederhana (yang bermanfaat di rumah misalnya) atau bertafakur alam. Setelah pikiran kembali tenang, buatlah resolusi sebagai perubahan

6. Tabel Kontrol Aktivitas

Tabel ini berisi list-list harian (ibadah) yang harus istiqomah kita jalankan (seperti: sholat wajib, sholat rawatib, baca Al Qur'an dan menghapalkannya, dll) dan dari sini kita akan mengukur sejauh mana kita bisa konsisten dalam menjalankan aktivitas ibadah. Tentunya boleh juga, agar lebih semangat kita memberikan reward untuk diri sendiri jika berhasil melaksanakan satu aktivitas dalam jangka waktu tertentu,

misal: Jika dalam satu bulan ini saya berhasil menghapal 1 juz, saya akan membeli gamis baru, buku Tafsir atau sesuatu yang baik lainnya.


7. Tentunya untuk melakukan hal-hal diatas tidaklah mudah, namun tips terakhir yang paling mujarab adalah PAKSAKAN SAJA!
Kita perlu menjerumuskan diri kedalam lubang kebaikan. JUS DO IT! Karena paksaan sangat diperlukan sebelum kita enjoy dengan aktivitas itu.

Dari Abdullah bin Amru, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setiap amal memiliki puncaknya dan setiap puncak pasti mengalami ke-futur-an (keloyoan). Maka barang siapa yang pada masa futur-nya (kembali) kepada sunnahku, maka ia beruntung dan barang siapa yang pada masa futur-nya (kembali) kepada selain itu, maka berarti ia telah celaka.” (HR Imam Ahmad)

Read more...

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil