Showing posts with label Investasi. Show all posts
Showing posts with label Investasi. Show all posts
Monday, 23 December 2019

Survei CFO: Strategi Investasi, Perkuat Bisnis Inti dan Ekspansi Organik

0 comments
Majalah SWA dan Prasetiya Mulya Business School pada tahun 2013 melakukan survei pendapat chief financial officer (CFO) perusahaan di Indonesia tentang Formulasi Strategi Keuangan Perusahaan di Indonesia. Untuk mencapai tujuan survei tersebut, kuesioner hanya dikirimkan kepada perusahaan yang memiliki nilai penjualan minimum Rp 1 triliun dalam satu tahun. CFO yang berpartisipasi dalam survei ini, 51,7% bekerja di perusahaan dengan tingkat penjualan di atas Rp 2 triliun dan 48,3% bekerja di perusahaan dengan tingkat penjualan lebih kecil dari Rp 2 triliun. Perusahaan yang disasar adalah perusahaan negara (BUMN) dan perusahaan swasta terbuka.

CFO yang berpartisipasi dalam survei ini dimintai pendapatnya secara rinci tentang strategi pertumbuhan perusahaan, lingkungan eksternal keputusan keuangan perusahaan, kesiapan perusahaan menghadapi tantangan lingkungan eksternal, dan pemilihan strategi keuangan perusahan. Pertanyaan lain juga diajukan, yaitu tentang cara pemantauan implementasi strategi keuangan perusahaan dan pengaruh strategi keuangan perusahaan terhadap kinerja perusahaan.

Hasil penting dari survei ini adalah temuan proses formulasi strategi keuangan perusahaan di Indonesia, yaitu terdiri dari empat tahapan proses (Gambar 1): (1) penetapan strategi pertumbuhan perusahaan sebagai acuan dasar, (2) identifikasi pengaruh lingkungan eksternal terhadap keputusan keuangan perusahaan, (3) identifikasi kesiapan perusahaan menghadapi pengaruh lingkungan eksternal, dan (4) pemilihan strategi keuangan perusahaan. Selanjutnya, dilakukan pemantauan implementasinya dan pengukuran hasil kinerja strategi keuangan perusahaan.

Prioritas Strategi Pertumbuhan Perusahaan. Pertumbuhan merupakan prasyarat kelangsungan hidup perusahaan, tetapi dapat juga pertumbuhan menjadi pemicu keruntuhan perusahaan. Menjaga keseimbangan antara “kuantitas pertumbuhan” dan “kualitas pertumbuhan” merupakan cara terbaik menjaga kelangsungan hidup perusahaan yang menguntungkan. CFO menggunakan pertumbuhan penjualan sebagai proksi dari kuantitas pertumbuhan perusahaan dan pertumbuhan harga saham sebagai indikator kualitas pertumbuhan perusahaan – penghargaan investor terhadap arah pertumbuhan perusahaan.

Hasil survei prioritas strategi pertumbuhan (Grafik 1) menunjukkan bahwa dalam tahun 2012, sebanyak 65,5% perusahaan sangat memprioritaskan ekspansi perusahaan untuk mengejar kuantitas pertumbuhan perusahaan. Masih banyak perusahaan yang bertumpu pada produk lama untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. Lalu, sebanyak 93,1% perusahaan menggunakan produk lama untuk memenetrasi pasar lama dan menggunakan produk lama untuk memasuki pasar baru yang tujuannya untuk mengejar kuantitas pertumbuhan.

Sejumlah 62% perusahaan bersandar pada strategi pengembangan produk baru untuk pasar lama dan sebanyak 72,4% perusahaan menggunakan produk baru untuk memasuki pasar baru buat mendukung kuantitas pertumbuhan perusahaan. CFO dapat mentransformasi kuantitas pertumbuhan ke kualitas pertumbuhan dengan meyakinkan investor bahwa arah pertumbuhan dan prioritas strategi pertumbuhan sudah tepat sejalan dengan peluang pertumbuhan yang ada.

Perusahaan juga lebih memprioritaskan mengeksploitasi dan memperluas bisnis lama sebagai sumber pertumbuhan perusahaan. Hanya 31,0% perusahaan yang mengimplementasikan strategi diversifikasi bisnis sebagai upaya menemukan bisnis baru yang nantinya dapat dipakai untuk mengejar kuantitas pertumbuhan perusahaan. Perusahaan masih beranggapan bahwa diversifikasi bisnis merupakan cara terbaik mengurangi risiko bisnis.

Lingkungan Eksternal Keputusan Investasi. Sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan, CFO membuat keputusan investasi dengan mempertimbangkan: tujuan investasi (berupa tujuan strategis dan tujuan operasional semata) dan hubungan kapabilitas yang dimiliki dengan kapabilitas baru dari tuntutan investasi.

Lingkungan eksternal diketahui dapat berpengaruh positif mendukung keputusan investasi atau dapat juga berpengaruh negatif untuk menunda atau membatalkan keputusan investasi.

Dari survei ini diperoleh urutan penting pengaruh positif lingkungan eksternal terhadap keputusan investasi dari pendapat para CFO (Grafik 2), yaitu: (a) tingkat petumbuhan ekonomi Indonesia, (b) peningkatan pendapatan per kapita sebagai proksi peningkatan daya beli konsumen, (c) perkembangan demografi, khususnya pertumbuhan kuantitas dan kualitas kelas menengah, (d) stabilitas politik yang menjaga kestabilan operasi perusahaan, (e) kemajuan teknologi produk yang menuntut investasi baru untuk menjaga keunggulan bersaing produk, (f) penetrasi produk impor sebagai peluang produksi substitusi produk impor. Hasil survei ini menunjukkan bahwa peluang bisnis masih ditentukan oleh faktor ekonomi makro -- tingkat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan per kapita -- dan perkembangan demografi.

Lingkungan Eksternal Keputusan Pendanaan. Setelah keputusan investasi ditetapkan, proses selanjutnya adalah membuat keputusan pendanaan dari sumber internal dan eksternal dengan mempertimbangkan: (a) campuran pendanaan internal dan eksternal yang optimal, (b) tingkat biaya modal yang terendah, dan (c) kemampuan membayar beban pendanaan. Lingkungan eksternal juga dapat berpengaruh positif dengan membuka kesempatan dan kelancaran keputusan pendanaan atau berpengaruh negatif yang memberikan hambatan atau kesulitan besar dalam membuat keputusan pendanaan.

Hasil survei dapat memberikan indikasi urutan pengaruh positif dalam pemilihan sumber pendanaan eksternal dari pendapat para CFO (Grafik 3) yaitu: (i) daya salur kredit bank yang mengindikasikan tersedianya cukup dana kredit di perbankan, (ii) kondisi bullish pasar modal memiliki daya tarik bagi perusahan untuk mengeluarkan saham baru sebagai sumber pendanaan investasi ataupun sumber pendanaan modal kerja, (iii) tingkat bond yield di pasar obligasi dan jangka waktu jatuh tempo obligasi memiliki daya tarik bagi perusahaan untuk mengeluarkan obligasi sebagai sumber pendanaan eksternalnya, (iv) tingkat bunga investasi berpengaruh pula terhadap keputusan pendanaan eksternal. Hasil survei ini menunjukkan bahwa tersedianya dana yang dibutuhkan lebih penting sebagai dasar pemilihan sumber pendanaan eksternal dibandingkan sekadar melandaskan pada tingkat bunga pinjaman.

Lingkungan Eksternal Keputusan Operasional. Setelah keputusan pendanaan ditetapkan untuk mendukung keputusan investasi, selanjutnya CFO membuat keputusan operasional dengan memperhatikan kekuatan-kekuatan dalam industri yang dapat memengaruhi naik-turunnya profitabilitas industri, yaitu: intensitas persaingan, pelaku baru dalam industri, daya tawar pemasok, ketersediaan tenaga kerja handal, dan daya alih pelanggan.

Hasil survei ini menunjukkan, 72,4% CFO berpendapat tingkat profitabilitas industri sangat memengaruhi keputusan operasional perusahaan. Hasil survei juga menunjukkan, ada beberapa faktor yang memberi pengaruh negatif terhadap profitabilitas industri (Grafik 4): (i) menurunnya kualitas layanan pemasok akan meningkatkan biaya produksi, (ii) rendahnya produktivitas buruh akan meningkatkan biaya produksi, (iii) meningkatnya upah tenaga kerja tanpa diikuti dengan peningkatan produktifitas kerja akan menambah biaya produksi, (iv) meningkatkan harga bahan baku yang tidak rasional, (v) biaya alih yang rendah dari pelanggan akan meningkatkan biaya pengelolaan loyalitas pelanggan, dan (vi) intensitas persaingan tinggi akan meningkatkan rasio biaya dan manfaat. Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa kemampuan CFO dalam mengelola keputusan operasional keuangan perusahaan dapat berkontribusi besar dalam menjaga kinerja profitabilitas perusahaan.

Kesiapan Menghadapi Lingkungan Eksternal. Lingkungan eksternal keuangan perusahaan dapat berpengaruh positif atau negatif terhadap keputusan operasional akan sangat tergantung juga pada kesiapan perusahaan dalam menghadapi tekanan lingkungan eksternal. Kesiapan peusahaan dapat didiagnosis dari: kondisi keuangan, keunggulan efisiensi biaya, dan daya saing produknya.

Hasil survei menunjukkan bahwa kesiapan perusahaan Indonesia umumnya dalam kondisi “baik atau cukup baik” untuk menghadapi pengaruh lingkungan eksternal terhadap keputusan keuangan perusahaan. Pertama, kondisi keuangan perusahaan umumnya baik seperti ditunjukkan dengan 62,1% CFO berpendapat bahwa profitabilitas perusahaan baik dan 72,4% CFO berpendapat bahwa likuiditas perusahaan dalam kondisi baik. Kedua, masih sedikit perusahaan yang memiliki keunggulan efisiensi biaya seperti yang ditunjukkan hasil survei: hanya 48,3% CFO yang berpendapat bahwa perusahaan memiliki daya efsieinsi produksi yang kuat dan hanya 44,8% CFO yang berpendapat bahwa perusahaan memiliki daya efisiensi operasi yang baik. Ketiga, umumnya daya saing produk baik seperti ditunjukkan dari hasil survei: 65,5% CFO berpendapat bahwa pertumbuhan penjualan berjalan baik dan juga dapat menjaga dengan baik pangsa pasarnya. Meningkatnya kesiapan perusahaan akan memudahkannya memperoleh pengaruh positif dari lingkungan eksternal keuangan perusahaan.

Pilihan Strategi Keuangan Perusahaan. Strategi keuangan perusahaan terdiri atas elemen strategi investasi, strategi pendanaan, strategi operasional, dan strategi alokasi sumber daya perusahaan. Pertama, pemilihan strategi investasi dapat berupa investasi untuk memperkuat bisnis inti atau investasi untuk menemukan bisnis inti baru. Pilihan tersebut harus sejalan dengan pilihan strategi pertumbuhan perusahaan. Hasil survei menunjukkan hasil yang sejalan, yaitu 96,6% CFO berpendapat bahwa strategi investasi untuk memperkuat bisnis inti dengan ekspansi organik merupakan prioritas strategi investasi dari CFO.

Kedua, strategi pendanaan dengan tujuan mendukung strategi investasi dan juga memperbaiki struktur modal masih merupakan prioritas strategi bagi 75,8% CFO. Hasil survei menunjukkan, campuran sumber pendanaan menjadi prioritas CFO. Sebanyak 65,5% CFO memprioritaskan untuk mengeluarkan saham baru sebagai sumber pendanaan, 55% CFO memprioritaskan penambahan utang bank, dan hanya 48,2% yang memprioritaskan sumber pendanaan dari laba ditahan dengan cara mengubah kebijakan dividen. Hasil survei menunjukkan, fleksibilitas keputusan pendanaan merupakan prioritas CFO.

Ketiga, strategi operasional dapat berupa strategi menurunkan biaya tetap per unit dan menurunkan biaya variabel per unit. Hasil survei menunjukkan 48,3% CFO berpendapat bahwa strategi menurunkan biaya tetap per unit merupakan prioritas strategi dibandingkan dengan strategi menurunkan biaya variabel per unit melalui rancang bangun baru.

Keempat, melengkapi strategi investasi, strategi pendanaan, dan strategi operasional, maka strategi alokasi sumber daya perusahaan juga menjadi prioritas tinggi bagi CFO. Sebanyak 82,6% CFO berpendapat bahwa strategi alokasi sumber daya perusahaan yang baik mampu menjadi penentu keberhasilan strategi pertumbuhan perusahaan.

Dari survei ini, strategi keuangan perusahaan didefinisikan sebagai portofolio prioritas keputusan kuangan dalam investasi, pendanaan, operasional, dan alokasi sumber daya perusahaan dengan tujuan mendukung strategi pertumbuhan. Penentuan portofolio prioritas keputusan keuangan yang baik menunjukkan kompetensi CFO dalam menjalankan peran strategisnya.

Kesimpulannya, dalam survei ini terungkap bahwa strategi keuangan perusahaan harus sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan. Dalam proses formulasi strategi keuangan, perusahaan perlu memperhatikan faktor eksternal keputusan keuangan perusahaan dan mempertimbangkan kesiapan perusahaan menghadapi tekanan faktor eksternal tersebut. Selanjutnya, menentukan strategi keuangan perusahaan, kemudian memantau implementasinya agar menghasilkan kinerja keuangan perusahaan seperti yang diharapkan.(*)



Djoko Wintoro
Ketua Prasetiya Mulya Business School
Read more...
Friday, 20 February 2015

Beli Sukuk SR-007, Pertimbangkan Agen Penjualnya

0 comments
Berikut ini produk Sukuk Negara Ritel Seri SR-007 yang ditawarkan oleh Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia:
1. Bank Syariah Mandiri
    Bentuk SR-007SBSN tanpa warkat (scripless)
    AkadIjarah – Asset To Be Leased
    Underlying Asset
    • Proyek dalam APBN tahun 2015 dengan nilai dan spesifikasi sebagaimana tercantum dalam Dokumen Transaksi Aset
    • Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan/atau bangunan
    • Menteri Keuangan menetapkan rincian Proyek dan BMN yang akan digunakan sebagai Aset SBSN dalam rangka penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR-007
    IssuerPerusahaaan Penerbit SBSN Indonesia
    InvestorIndividu Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki rekening di BSM
    Nilai Nominal Per UnitRp1 juta
    Nilai Nominal Pemesanan pembelianRp5 juta (5 unit) dan kelipatan Rp5 juta serta batas maksimum sebesar Rp 5 milliar
    Tenor3 tahun
    TradabilityTradable, dengan holding period selama 1 (satu) periode kupon
    Kupon8,25% p.a dan dibayarkan setiap bulan pada tanggal 11
    Masa Penawaran23 Februari s.d. 6 Maret 2015 jam 10.00 WIB BSM hanya melayani pemesanan pembelian dari tanggal 23 Februari s.d. 5 Maret 2015, mulai jam 08.00 s.d. 13.00 WIB
    Tanggal Penerbitan11 Maret 2015
    Tanggal Jatuh Tempo11 Maret 2018
    Tanggal Penjatahan9 Maret 2015
    Tanggal Setelmen11 Maret 2015
    Tanggal Pencatatan di Bursa12 Maret 2015
    Nominal PelunasanAt par (100%), bullet payment
    Agen PembayarBank Indonesia
    SubregistryKustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui Partisipan/NasabahSubregistry: Kustodian Bank Bukopin
    Pasar Perdana:
    • Biaya
    1. Biaya Materai untuk Pernyataan dan Kuasa dan Pembukaan Rekening Surat Berharga di Kustodian Bank Bukopin
    2. Biaya penyimpanan Efek di Kustodian Bank Bukopin sebesar 0.025% p.a minimum Rp5.000/bulan ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Biaya penyimpanan Efek dibayarkan setiap bulan dengan pemotongan secara langsung dari Imbalan/Kupon SR-007 yang diterima nasabah.
    • PajakPajak Kupon sebesar 15% (PPh Final)
    Pasar Sekunder:
    • Biaya TransaksiRp25.000 per transaksi. Apabila nasabah ingin membeli SR-007 di Pasar Sekunder maka biaya ditambah dengan biaya-biaya yang dikenakan di Pasar Perdana.
    • Pajakcapital gain dan kupon berjalan (accrued return) sebesar 15% (PPh Non Final), dikenakan apabila nasabah melakukan penjualan Sukuk Negara Ritel di Pasar Sekunder dan diperhitungkan pada SPT Tahunan.

2. Bank Muamalat Indonesia



Pasar Perdana (IPO)
Masa PenawaranTanggal 23 Februari 2015 s/d 05 Maret 2015. BMI hanya melayanipemesanan pembelian mulai jam 08.00 s/d 14.00 WIB, di seluruh Cabang BMI di Indonesia.
Tanggal Penjatahan09 Maret 2015
Tanggal Setelmen11 Maret 2015
Minimum pembelianRp 5 juta.
Maksimum pembelianRp 5 milyar.
KetentuanInvestor Individu yang memiliki KTP WNI yang masih berlaku dan harus memiliki rekening di Bank Muamalat Indonesia
SubregistryKustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui Partisipan/NasabahSubregistry: Kustodian Bank International Indonesia.
Biaya AdministrasiGratis
Biaya safekeeping(untuk penyimpanan surat berharga)
  • Gratis, untuk nominal sukuk < Rp 25 juta
  • Rp 2 ribu per bulan untuk tiap nominal sukuk Rp 100 juta (0,002% per bulan dari nominal) atau maksimum Rp 75 ribu per bulan, untuk nominal sukuk > Rp 25 juta
Pasar Perdana Sekunder
PerdaganganDimulai dari tanggal 13 April 2015
Biaya Transaksi
  • Transaksi dengan Bank Muamalat : Gratis
  • Transaksi dengan pihak lain : Rp100.000,- per transaksi
Pasar Sekunder
AkadIjarah-Asset To Be Leased
Underlying AssetProyek dalam APBN tahun 2015
IssuerPemerintah Indonesia melalui Perusahaaan Penerbit SBSN Indonesia
InvestorIndividu atau lembaga telah memiliki rekening di BMI
Nilai Nominal Per UnitRp 1 Juta
TradabilityTradable,dengan holding period 1 bulan
Tanggal Penerbitan11 Maret 2015.
Tanggal Jatuh Tempo11 Maret 2018.
Nominal PelunasanAt par (100%), bullet payment
Minimum Pembelian5 unit (Rp 5 juta), selanjutnya untuk kelipatannya.
Minimum Penjualan5 unit (Rp 5 juta), selanjutnya untuk kelipatannya.
PajakPajak Kupon & Capital Gain sebesar 15% (PPh Final) (PP No. 16 Tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi)
Biaya Transaksi
  • Transaksi dengan Bank Muamalat : Gratis
  • Transaksi dengan pihak lain : Rp 100.000,- per transaksi
Read more...

Ayo Berburu Sukuk SR-007, Kupon 8,25 Persen!

0 comments
Kini masyarakat Indonesia memiliki pilihan investasi teranyar dengan tingkat imbalan yang cukup atraktif. Sebab pemerintah berencana melakukan penerbitan dan penjualan Sukuk Negara Ritel Seri SR-007 dengan tingkat imbalan (kupon) tetap sebesar 8,25 persen per tahun. 

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, Robet Pakpahan menerangkan, Sukuk Negara Ritel Seri SR-007 akan dirilis dengan akad ijarah asset to be leased, dan mulai diterbitkan pada 11 Maret 2015 mendatang. 

Tenor Sukuk ini selama tiga tahun, atau jatuh temponya yakni tanggal 11 Maret 2018. Nominal per-unit yang ditawarkan senilai Rp 1.000.000, dengan tradability selama satu bulan. "Minimum pemesanan yaitu Rp 5.000.000 dan kelipatannya dengan maksimum pemesanan Rp 5 miliar. Ini agar Sukuk tidak diborong oleh segelintir investor," kata Robert, Jumat (20/2/2015). 

Adapun pembayaran dilakukan setiap bulan pada tanggal 11 dimulai 11 April 2015. Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro dalam peluncuran Sukuk Negara Ritel Seri SR-007 menyampaikan, selain untuk alternatif pembiayaan APBN, penerbitan Sukuk ini memberikan kesempatan investor kecil menengah agar bisa menikmati investasi di luar perbankan dan mulai masuk ke surat berharga negara, dalam hal ini ritel. 

"Di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim, Sukuk ritel ini adalah upaya terbaik untuk bisa membuat kesejahteraan masyarakat di negara tersebut meningkat dan masyarakat memiliki alternatif investasi," kata Bambang. 

Sukuk Negara Ritel Seri SR-007 ini telah mendapatkan Pernyataan Kesesuaian Syariah DSN-MUI Nomor: B-043/DSN-MUI/II/2015 tanggal 17 Februari 2015. Masa penawaran dimulai tanggal 23 Februari 2015 sampai dengan tanggal 6 Maret 2015 pukul 10.00 wib. Penjatahan pemesanan Sukuk Negara Ritel Seri SR-007 akan diumumkan pada tanggal 9 Maret 2015. Sukuk Negara Ritel Seri SR-007 dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia pada tanggal 12 Maret 2015.

Pemesanan Sukuk Negara Ritel SR-007 dapat dilakukan melalui 22 agen penjual, terdiri dari 17 bank dan 5 perusahaan efek, yang telah ditunjuk Pejabat Pembuat Komitmen, melalui surat nomor S-02/PPK.SR/2015 tanggal 6 Januari 2015.

Read more...
Sunday, 31 August 2014

Tips Membeli Rumah Bekas

6 comments
Membeli rumah bekas itu gampang-gampang susah. Gampang karena lebih mudah untuk mengetahui bagaimana perkembangan kawasan di sekitarnya yang sudah ‘jadi.’ Namun akan terasa sulit lantaran Anda tidak punya banyak pilihan baik pada jumlah unit maupun model rumah yang tersedia. Ada juga sejumlah pekerjaan ekstra yang harus dilakukan pasca pembelian.

Membeli rumah bekas itu, ibarat seseorang mencari pasangan hidupnya. Membutuhkan waktu yang cukup lama dan ketelitian ekstra plus kesabaran, namun terkadang nampak mudah. Apakah rumah yang kita incar telah memenuhi kriteria yang kita inginkan? Apakah tampilan luar rumah sungguh mewakili kondisi rumah tersebut secara keseluruhan? Berikut tips membeli rumah bekas.

Cermati Anggaran yang Harus Disiapkan


Anda harus menghitung dulu, bagaimana kondisi keuangan Anda dan kalkulasi secara finansial, berbagai sumber keuangan Anda dan bagaimana kewajiban-kewajiban yang harus Anda lunaskan. Tambahkan pula dalam anggaran Anda, minimal 10% untuk renovasi rumah, biaya transaksi, pindahan dan sebagainya. Pertimbangkan juga rencana Anda kedepan, seperti menambah anak lagi, ingin melakukan renovasi dan sebagainya.



Dokumen Rumah



Bila Anda berencana memakai KPR dari perbankan, rumah yang Anda inginkan haruslah rumah yang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan mempunyai nilai jual di pasaran.


Buatlah List Keinginan Anda atas Rumah 


Buatlah list rumah seperti apa yang Anda inginkan, lokasinya, modelnya dan lain-lain lalu mulailah mencari beberapa alternatif rumah yang mendekati list keinginan Anda tersebut. Buat sebuah daftar rumah dijual yang menarik minat Anda lantas, tindak-lanjuti, tanyakan harga, spesifikasi dan fasilitasnya. Coret yang harga rumah yang lebih tinggi 10% diatas daya beli Anda. Kunjungi rumah-rumah yang anda inginkan, secukupnya saja. Setelah anda menemukan rumah yang sepertinya cocok di harga dan di hati, bikin rencana untuk kunjungan lanjutan yang lebih lama dan jangan lupa rundingkan dengan anggota keluarga lainnya. Pertimbangkan juga jumlah anggota keluarga, pertumbuhan keluarga, hobi Anda, gaya hidup Anda apakah suka berkumpul atau lebih sering menyendiri. Biasanya, orang lebih menyukai rumah yang dekat ke kantor, dekat dengan sekolah anak & banyak kerabat yang menjadi tetangga.


Luangkan Seminggu untuk Matangkan Pilihan


Anda mungkin akan berhubungan dengan pemilik rumah langsung, atau bisa jadi dengan agen properti yang menangani penjualan rumah itu. Katakan kepada mereka bahwa Anda berminat dan mintalah pengurangan harga. Selanjutnya, Anda perlu membuat tabel empat kolom berisi: Kolom 1 adalah berisi daftar periksa, termasuk surat-surat rumah, fasilitas yang Anda, kesesuaian dengan gaya hidup keluarga Anda dan lainnya. Kolom 2,3,4 adalah buruk, sedang, bagus.Bawa selalu daftar yang anda buat ini sewaktu Anda melakukan lakukan kunjungan. Ini untuk mengingatkan Anda. Luangkan waktu minimal 7 hari, (kecuali anda sudah sangat mengenal wilayah rumah itu). Ini untuk lebih meyakinkan diri, sebelum Anda mengajukan penawaran, karena bisa saja begitu Anda menawar harga, pemilik rumah langsung setuju. Ingat, pertimbangan dengan matang karena Anda akan tinggal lama disitu selama mungkin 20-30 tahun kedepan.


Pastikan Harga Rumah


Ketika hendak melakukan negosiasi mengenai harga rumah, Anda harus memastikan beberapa hal yang turut menjadi penentu pada saat Anda hendak bernegosiasi mengenai harga rumah. Sejumlah hal yang penting harus dipastikan dapat dibaca di sini: Pastikan Dulu Kondisi Rumah Sebelum Menawar. Bila harga yang diberikan sesuai dengan daya beli Anda dan Anda telah jatuh cinta pada rumah tersebut maka seharusnya Anda tidak perlu merasa bahwa harga tersebut terlalu mahal. Yang perlu dipertimbangkan adalah sisi investasinya. Jika suatu saat Anda harus menjual cepat rumah tersebut, returnnya bisa sangat kecil atau malah rugi.


Pilih Notaris/PPAT yang Terpercaya


Biasanya dalam transaksi pembelian rumah secara tunai, notaris/PPAT dipilih dan dibayar sepenuhnya oleh pembeli. Untuk itu Anda bisa minta referensi dari saudara dan relasi Anda. Sebaiknya notaris dan PPAT orangnya sama, itu berarti Anda sebaiknya memilih notaris/PPAT yang beroperasi di wilayah tempat rumah tersebut berada. Pilih notaris yang berumur sekitar 40 tahun dan kelihatan bugar. Umur 40, biasanya berpengalaman, berhati-hati dan akan lebih panjang umur. Umur panjang notaris bisa jadi penting untuk para ahli waris Anda sebagai bahan rujukan mereka bila Anda sudah wafat.
Secepatnya bertransaksi, minimal PJBJangan sampai penjual berubah pikiran. Anda akan sangat kecewa. Akan membuang waktu, energi, biaya dan emosi. Jadi, cepatkan bertrasaksi jika semua sudah dipastikan tidak ada masalah. 


Pilihlah Agen yang Dapat Dipercaya untuk Membantu Kelancaran Transaksi Anda 


Jika Anda mendapatkan rumah itu melalui agen properti, baguslah itu. Namun jika Anda berhubungan langsung dengan pemilik rumah, maka tidak ada salahnya bagi Anda memakai jasa agen properti untuk membantu Anda dalam proses transaksi & dokumentasi. Pilihlah agen properti yang telah berbadan hukum dan dapat dipercaya sehingga dapat membantu Anda dalam kelancaran proses transaksi.

Read more...

Tips Membeli Rumah Pertama Anda

0 comments
Membeli rumah itu gampang-gampang sulit. Apalagi Anda yang baru pertama kali akan membeli rumah. Belum lagi cara pembayaran yang akan Anda pilih pun sangat mempengaruhi proses yang akan Anda lewati.

Anda keluarga baru atau Anda yang sedang berencana untuk membeli rumah pertama? Jangan remehkan sejumlah hal di bawah ini agar tidak menyesal di kemudian hari. Juga, proses transaksi Anda bisa berjalan dengan lancar. Berikut tips praktis bagi Anda yang ingin membeli rumah pertama:

Memilih Lokasi: Lokasi merupakan faktor paling penting ketika kita membeli rumah. Maka wajar jika di dunia properti orang mengenal istilah, lokasi, lokasi dan lokasi. Tidak hanya pembeli rumah pertama, semua orang akan melihat lokasi sebagai hal yang utama dalam membeli rumah. Lokasi berkaitan dengan akses transportasi, ketersediaan fasilitas umum, aman tidaknya dari bahaya banjir dan sebagainya.

Harga: Anda perlu merencanakan terlebih dahulu, berapa harga rumah yang mau Anda beli? Sehingga Anda lebih fokus di perumahan yang menawarkan harga sesuai yang Anda inginkan. Dengan demikian Anda bisa menghemat waktu untuk kegiatan Anda lainnya.

Track Record Developer: Sebelum memutuskan untuk membeli rumah yang baru, ada baiknya lihat dulu siapa pengembangnya. Bagaimana track record developer selama ini. Apakah sering terlambat untuk serah terima rumahnya? Bagaimana kualitas bangunan di project-project perumahan sebelumnya. Untuk mengetahuinya Anda bisa mencari testimoni tentang perumahan atau developer itu di internet.

Kelengkapan Fasilitas: Anda bisa memilih rumah sesuai keinginan Anda dengan beragam fasilitas yang ditawarkan oleh developer. Fasilitas setidaknya bisa kita lihat baik fasilitas intern dan ekstern. Intern biasanya meliputi fasilitas ibadah, tempat olahraga, taman bermain. Dan yang tidak kalah pentingnya juga yaitu fasilitas ekstern seperti kedekatan perumahan itu dengan rumah sakit, sekolah, pasar dan tempat rekreasi keluarga, turut menjadi faktor penentu pilihan bagi pembeli.

Kemudahan Cara Pembayaran: Ada beberapa cara pembayaran rumah yang biasanya ditawarkan oleh pengembang yaitu tunai keras, tunai bertahap dan KPR. Bagi Anda yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup, cara bayar tunai keras tentu menjadi pilihan. Developer akan memberikan diskon yang besar pagi pembeli dengan cara ini. Tapi bagi yang kemampuan keuangannya pas-pas an, cara bayar KPR dan tunai bertahap yang panjang tentu menjadi primadona.

Pastikan Kapan Serah Terima Unit: Bertanyalah ke developer, kapan Anda bisa menempati unit rumah yang Anda beli. Jika terjadi keterlambatan, konsekwensi apa yang akan diterima oleh developer.

Biaya Tambahan: Setelah memutuskan membeli rumah, alokasikan biaya tambahan diluar harga beli rumah. Biaya tambahan ini biasanya meliputi Ppn, biaya KPR, biaya peningkatan BPHTB dan sebagainya. Kisarannya beragam, dan untuk berjaga-jaga biasanya besaran biaya tambahan ini berkisar 15persen sampai dengan 20 persen. 

Demikian beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan dan selamat memilih rumah pertama Anda!

Read more...
Tuesday, 6 May 2014

Investasi Syariah Lebih Aman dan Untung di Sukuk Ritel SR-006

0 comments
Pemerintah menawarkan seri obligasi halal terbaru kepada publik mulai tanggal 14 Februari 2014 sampai tanggal 28 Februari 2014. Selain menawarkan imbal hasil lumayan tinggi, surat utang eceran ini juga bisa dibeli dengan dana tak terlalu besar. Berminat? Segera siapkan kocek Anda.

Namun sebelum itu, mari berkenalan terlebih dahulu dengan instrumen yang bernama Sukuk Ritel (Sukri) seri SR-006 ini. Sukri SR-006 diluncurkan pemerintah dengan aset dasar atau underlying asset proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (2014). Catatan saja, selama ini, obligasi negara, baik syariah maupun konvensional menjadi salah satu sumber dana negara. 

Pemerintah menawarkan imbal hasil setara 8,75% per tahun untuk para pembeli SR-006. Setelah masa penawaran berakhir, pemerintah akan mencatatkan Sukri di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Maret 2014. Adapun periode jatuh tempo adalah tiga tahun. Artinya, pemerintah akan membayar lunas surat utang ini pada 5 Maret 2017. Selama periode itu, investor akan menerima imbalan tiap bulan mulai 5 April 2014.

Pemerintah membidik investor warga negara Indonesia untuk berinvestasi. Calon investor dapat memesan dengan nilai minimal pembelian Rp 5 juta, berlaku kelipatan, dengan batas maksimal pembelian Rp 5 miliar. Harga per unitnya sebesar Rp 1 juta.

Dari hasil penawaran selama dua pekan mendatang, pemerintah lewat Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan menargetkan bisa menjaring dana Rp 15 triliun - Rp 20 triliun. 

Para analis menghitung, nilai penerbitan SR-006 tak jauh berbeda dengan tahun lalu yang sebesar Rp 14,97 triliun. Sebagian dari mereka memperkirakan, nilai penerbitkan sukuk kali ini akan mentok di kisaran Rp 17 triliun.

Apa untung berinvestasi di Sukri SR-006?

Imbal hasil 8,75% per tahun dari pemerintah menjadi daya tarik SR-006. Yudistira Slamet, Assistant Vice President Head of Debt Research Danareksa Sekuritas menilai, kupon tersebut sesuai dengan kondisi pasar saat ini. "Instrumen ini cukup menarik bagi investor sehingga permintaan juga cukup tinggi," ujar Yudistira.

Melihat ke belakang, pemerintah hanya menawarkan imbal hasil 6% pada penerbitan sukuk tahun lalu, yaitu sukuk seri SR-005 yang bernilai Rp 14,9 triliun. Imbal hasil sukuk itu di pasar sekunder, seperti dikutip Bloomberg, saat ini berada di kisaran 8,39%. Imbal hasil SR-006 ini juga bersaing dengan tawaran kupon obligasi ritel non-syariah pemerintah yang diterbitkan Oktober tahun lalu, ORI-10, yang berada di angka 8,5%.

Apabila melihat keluhan pasar mengenai BI rate yang sudah terlalu tinggi, ada potensi BI menurunkan lagi bunganya di semester II nanti. Global Markets-Financial Analyst Manager PT Bank Internasional Indonesia Tbk, Anup Kumar meramal, ini akan menyebabkan obligasi ritel ORI-11 yang diterbitkan pemerintah nanti di tahun ini, tak menawarkan bunga lebih tinggi dari SR-006.

Karena itu, imbal hasil SR-006 terbilang menarik. Dibandingkan deposito pun masih lebih memikat. Kumar juga menilai, SR-006 masih lebih menarik dibandingkan deposito. Rata-rata bunga deposito 10 bank besar saat ini sekitar 6,475% per tahun. Selain itu, pajak penghasilan (PPh) imbal hasil SR-006 yang hanya 15%, lebih kecil dari pajak bunga deposito yang mencapai 20%. Imbal hasil SR-006 setelah pajak PPh adalah 7,44% per tahun.

Langkah Bank Indonesia (BI) yang kemarin mempertahankan bunga acuan di angka 7,5% membuat SR-006 kian menarik. "Ada spread 125 basis poin untuk kupon SR-006,” ujar Kumar.

Kumar memberi simulasi. Jika investor menaruh dana pada SR-006 sebesar Rp 100 juta, ia akan mendapat imbal hasil bersih setelah pajak sekitar Rp 619.791,16 per bulan. Sedangkan, total imbal hasil yang didapat hingga jatuh tempo menjadi Rp 22,31 juta.

Hantu inflasi?

Namun, laiknya, invstrumen investasi lain, imbal hasil sukuk SR-006 juga terpapar inflasi. Pertanyaannya, apakah sukuk SR-006 mampu meredam dampak inflasi. Ketika harga barang-barang naik, nilai uang menjadi lebih rendah. Duit yang disimpan untuk membiayai masa depan juga terancam tak mampu menutupi kebutuhan saat itu.

Keberhasilan SR-006 menyelamatkan nilai uang, tergantung dengan pergerakan inflasi. Sekadar gambaran, Januari lalu inflasi tahunan mencapai 8,22%. Jika inflasi tak bergerak dari angka 8% di masa mendatang, tentu, menyimpan duit di sukuk ritel yang memberikan imbal hasil bersih 7,44% belum mampu mengalahkan inflasi.

Mari berharap, semoga tahun ini pemerintah bisa menjinakkan inflasi. Pemerintah telah berjanji akan mengawasi hal-hal yang bisa membuat inflasi melejit, seperti kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) mulai Mei nanti, harga elpiji, dan bahan pangan yang harganya berisiko naik karena cuaca tak menentu.

Di tahun politik ini, BI sendiri menargetkan, inflasi berada di level 4,5% plus minus 1%. Sedangkan tahun depan, target BI lebih rendah lagi, inflasi hanya 4% plus minus 1%.

Beli SR-006 di mana?

Jika tertarik, calon investor bisa mendatangi agen-agen penjual Sukri. Pemerintah telah menunjuk 28 agen penjual yang terdiri dari bank dan sekuritas. Pemesanan bisa dilakukan pada 14 Februari - 28 Februari 2014. Untuk memesan, Anda harus membawa foto kopi KTP yang masih berlaku.

Beberapa agen penjual menyiapkan cabangnya agar penjualan Sukri mudah dijangkau investor. Misalnya, untuk pembelian di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, investor bisa membeli sukuk ritel seri SR 006 di sentra layanan prioritas (SLP), kantor cabang, serta kantor cabang pembantu BRI di seluruh Indonesia. Tapi, ada ketentuan khusus, investor harus memiliki rekening BRI.

Calon investor wajib mengisi formulis pembelian sukuk ritel ini. Dalam formulir, investor harus mencantumkan jumlah pemesanan yang diinginkan. Nanti, setelah masa penawaran, agen penjual menyerahkan total permintaan yang masuk ke DJPU Kementrian Keuangan. Kemudian, DJPU akan menetapkan penjatahan pada setiap agen penjual. 

Jadi, bisa saja, ada investor yang tidak memperoleh jatah sesuai pemesanan karena permintaan yang masuk membeludak (oversubscribed). Tapi, jatah agen penjual yang tidak mencapai target dapat dialihkan ke agen lain yang kelebihan permintaan. 

Nah, jika investor sudah mendapat kepastian jumlah dana yang diinvestasikan di SR-006, penyetoran dana bisa dilakukan melalui rekening investor. Jadwal penyetoran akan diumumkan DJPU.

Sebagai gambaran, BTN yang memulai debut sebagai agen penjual Sukri tahun ini menargetkan bisa menyerap permintaan Rp 350 miliar. Tahun lalu, BRI menyerap penawaran Rp 800 miliar. Bank Mandiri menargetkan penjualan Rp 1 triliun. Sedangkan Bank Central Asia (BCA) optimistis bisa menjual sukuk hingga Rp 1,4 triliun. 

Bisa dijual kembali?

Investor tak harus menyimpan sukuk ini hingga jatuh tempo. Anda juga bisa melakukan jual-beli di pasar sekunder sebulan setelah penerbitan sukuk SR-006. Mekanisme jual-beli ini bisa dilakukan di bursa, dengan menyampaikan minat beli atau jual ke Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Apabila terjadi kesesuaian harga antara investor penjual dan investor pembeli, transaksi bisa diselesaikan melalui mekanisme bursa. Selanjutnya, perusahaan efek yang ditunjuk akan menyelesaikan transaksi jual beli sukuk ritel tersebut.

Transaksi di luar bursa atau over the counter (OTC) juga bisa dilakukan. Caranya pembeli dan penjual melakukan negosiasi harga. Selanjutnya perusahaan efek yang ditunjuk akan menyelesaikan transaksi jual beli sukuk ritel tersebut.

Analis obligasi MNC Asset Management, Akbar Syarief menilai, SR-006 diminati investor kemungkinan karena tawaran kupon yang menarik. Ada faktor likuiditas jarang menjadi pertimbangan. "Sukuk tidak lebih likuid di pasar sekunder jika dibandingkan obligasi konvensional," kata dia, akhir bulan lalu. 

Namun, Nicky Hogan, Presiden Direktur PT Reliance Securities Tbk pernah bilang, ia lebih menyukai berinvestasi di obligasi sukuk dan ORI karena lebih likuid dibanding investasi lainnya, misalnya properti. Selain itu, karena dijamin pemerintah, risikonya lebih mini.

Menurut Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), seri sukuk ritel merupakan seri sukuk paling likuid. SR-005 merupakan seri sukuk teraktif obligasi pemerintah dengan volume transaksi mencapai Rp 524 miliar dalam periode 3 Februari-7 Februari lalu, dengan frekuensi transaksi 56 kali.

Penerbitan Sukuk Negara Ritel

SR-005 SR-006
Rp 14,97 triliunNominal penerbitan*Rp 17 triliun
6% per tahunTingkat imbalan8,75% per tahun
27 Februari 2013Penerbitan5 Maret 2014
27 Februari 2016Jatuh tempo5 Maret 2017
Tanggal 27 setiap bulanPembayaran imbalanTanggal 5 setiap bulan
Rp 20,87 triliunTotal pemesanan*Rp 20 triliun
Sumber: DJPU dan wawancara
* prediksi analis
28 Agen Penjual Sukri

PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank BRI Syariah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Internasional Indonesia Tbk 
PT Bank Mandiri Tbk
PT Bank Muamalat Indonesia
PT Bank Negara Indonesia Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Panin Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
Bank Syariah Mandiri
PT Bank Tabungan Negara Tbk
Standard Chartered Bank
The Hongkong and Shanghai Banking Corp (HSBC)
PT Bahana Securities
PT Danareksa Sekuritas
PT Mandiri Sekuritas
PT Maybank Kim Eng Securities
PT Mega Capital Indonesia
PT Reliance Securities
PT Sucorinvest Central Gani
PT Trimegah Securities 
PT Valbury Asia Securities

Sumber: Ditjen Pengelolaan Utang
Read more...
Friday, 2 May 2014

Belajar dari Bencana Investasi

0 comments
Oleh Lukas Setia Atmaja
Lagi-lagi investasi bodong. Baru-baru ini kita dihebohkan dengan kasus investasi pada agrobisnis, CV Panen Mas. Modus operandinya tidak istimewa. Pemilik CV Panen Mas menjual paket investasi yang menjanjikan keuntungan yang teramat menggoda. Padahal, investasinya cuma kebun singkong, ternak ayam dan puyuh. Ujungnya, pemilik CV Panen Mas kabur membawa pergi uang investor.
Yang membuat kasus ini berbeda adalah keterlibatan independent financial planner sebagai pemberi rekomendasi.  Salah seorang investor Panen Mas yang berinvestasi atas dasar rekomendasi tersebut kemudian menulis di surat pembaca Harian KOMPAS. Kasus ini kemudian menjadi pembicaraan hangat di media sosial, meramaikan bantah membantah antara sang investor dan financial planner-nya (Kontan.co.id, 17-19 Februari 2014).
Sang investor maupun financial planner-nya senasib. Sama-sama jadi korban dari pemilik CV Panen Mas yang diduga menjalankan skema ponzi alias investasi bodong. Si investor terancam kehilangan duit, sang financial planner bisa kehilangan muka. Kasus ini sejatinya bisa dihindari jika keduanya lebih teliti sebelum berinvestasi dan memberikan rekomendasi.
Independent financial planner bisa dianalogikan seperti seorang dokter. Sang dokter, setelah mendiagnosis kondisi pasien, membuat program bagi sang pasien. Pasien yang putuskan apakah akan menjalankannya. Jika sakit pasien tidak sembuh atau makin parah akibat salah diagnose dan program, sang dokter bisa kehilangan kredibilitas. Hasil buruk muncul dari rekomendasi buruk. Namun bisa juga diagnose dan program dokter sudah benar, namun penyakitnya masih bandel. Ini di luar kemampuan manusia. Hasil buruk dari rekomendasi yang sudah sesuai prosedur.
Investasi bisa disamakan dengan mengobati penyakit, memiliki peluang untuk berhasil dan gagal. Adalah tugas seorang dokter atau financial planner untuk mengurangi peluang kegagalan melalui analisis yang solid.  Selain harus memiliki kompetensi dan sikap prudent, dokter atau financial planner harus mengutamakan kepentingan pasien atau kliennya. Tidak boleh ada benturan kepentingan yang membuat keputusannya tidak objektif. Misalnya, dokter atau financial planner tidak boleh merekomendasikan obat atau produk keuangan tertentu karena mengharapkan imbalan dari produsen.
Tips bagi investor untuk menghindari investasi bodong? Pertama, telitilah siapa manajemen atau pemilik perusahaan tersebut (WHO). Apakah dia memiliki reputasi yang baik? Apakah dia memiliki kompetensi menjalankan bisnis tersebut? Menyerahkan uang kita memiliki risiko tidak kembali, karena bisnis bangkrut akibat salah urus, atau lenyap karena dibawa kabur.
Pada kasus investasi CV Panen Mas, diberitakan bahwa sang financial planner yakin perusahaan itu tidak bodong karena pernah melihat kebun dan kandangnya. Dia menjelaskan bahwa perusahaan tersebut salah urus, dan pemiliknya lalu kabur membawa uang. Namun seharusnya, sejak awal diperiksa apakah nilai aset perusahaan setara dengan dana yang disetor investor? Apakah kalau investor setor uang lantas uang tersebut diinvestasikan ke bisnis seperti dijanjikan? Apa pun alasannya, kelakuan pemilik membawa kabur uang investor bukanlah perbuatan yang bertanggung jawab.
Kedua, telitilah model bisnis yang ditawarkan (WHAT). Jika ada paket atau program investasi yang menawarkan kepastian dalam imbal hasil tinggi, sebaiknya kita hati-hati. Pelajari bagaimana bisnis ini menghasilkan keuntungan. Apakah keuntungan bisnis ini cukup realistis? Jika tidak, ini pasti sebuah skema piramida alias ponzi scheme, di mana investor baru mendanai imbal hasil yang dinikmati investor lama.
Ketiga, selalu bersikap kritis (BE CRITICAL). Jangan mudah percaya dengan rekomendasi orang lain, meskipun ia seorang yang dianggap ahli. Apalagi menyangkut urusan duit. Biasakan mencarisecond, third bahkan fourth opinion sebelum memutuskan menerima tawaran investasi. Sebaiknya kita sadari bahwa financial planner dan orang yang dianggap mumpuni investasi adalah manusia yang bisa melakukan kesalahan, disengaja maupun tidak.
Keempat, utamakan pertimbangan risiko, baru imbal hasilnya (RISK FIRST). Kebanyakan korban investasi bodong silau matanya oleh tawaran imbal hasilnya. Jangan jadi investor bajak laut yang hanya punya satu mata, yakni hanya bisa lihat imbal hasil. Pikirkan skenario terburuk yang mungkin terjadi. Apakah kita bersedia menghadapinya?
Akhirnya, sisi positif dari kasus CV Panen Mas adalah munculnya kesadaran akan perlunya regulasi bagi penyedia jasa perencanaan keuangan di Indonesia. Selain itu, kita diingatkan bahwa financial planner memiliki peran dan tanggung jawab yang besar.
Seperti dokter, mereka tidak hanya harus kompeten tetapi juga menjunjung tinggi etika serta menjalankan tugasnya secara profesional dan prudent. Bila tidak, financial planner justru menjadi katalisator bencana investasi bagi masyarakat.
Read more...

Jumlah Investor Kelas Menengah Hanya 500.000 Orang

0 comments
Jakarta - Konsumtifnya masyarakat Indonesia terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang selama ini banyak ditopang oleh konsumsi. Untuk itu, sudah sepatutnya masyarakat sadar akan pentingnya investasi, khususnya untuk jangka panjang.

Karena apabila uang yang dimiliki tak diinvestasikan, maka masyarakat akan konsumtif. Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Legowo Kusumonegoro menuturkan, jika tidak melakukan investasi, masyarakat bakal kian konsumtif.

"Orang Indonesia harus disadarkan untuk mulai investasi. Kenapa tidak memanfaatkan pasar modal? Kita harus sisihkan uang untuk investasi jangka panjang," kata Legowo di Jakarta, Rabu (30/4).

Dia menyebutkan, jumlah penduduk Indonesia hampir mencapai 250 juta. Namun sayangnya, jumlah investor pasar modal domestik masih sangat minim. 

"Dari 143 juta orang kelas menengah yang investasi di pasar modal cuma sekitar 500.000 orang," kata Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen di Jakarta, Rabu (30/4). 

Legowo mengatakan mata dunia saat ini sedang tertuju kepada Indonesia, lantaran potensi pasar yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang melaju kencang. Sektor konsumsi domestik masih menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi. 

"Sektor konsumsi kita, tidak melakukan apa-apa ekonomi bisa tumbuh 5,5 persen dari konsumsi. Negara-negara di Eropa maupun AS mau tumbuh 2,5 persen saja susahnya setengah mati. Investor asing senang melihat kita dan mau investasi, tapi kok investor di dalam negeri cuma 500.000?" jelasnya.

Tak hanya itu, Indonesia menurut Legowo memiliki bonus demografi yang menjadi dambaan banyak negara, dengan usia rata-rata penduduk Indonesia saat ini adalah 28 tahun. 

"Kombinasi jumlah penduduk besar, ekonomi kencang, dan penduduk produktif menjadi alasan kenapa Indonesia menarik. Income rata-rata orang Indonesia antara Rp 3 juta sampai Rp 4 juta," ucap dia. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)


Read more...
Thursday, 1 May 2014

Kinerja Reksadana Saham Versus IHSG

0 comments
Oleh Budi Frensidy
Menyaksikan tingginya kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama tahun 2009 dan 2010 yang mencapai 86% dan 46%, sangat wajar jika di awal tahun 2011 banyak pemilik uang di Indonesia tergoda untuk mengalihkan dananya dalam saham. Siapa yang tidak tergiur dengan return saham sebesar itu? Itu saja baru capital gain dan belum termasuk dividen.
Sebagian dari mereka lalu mencari tahu apakah sebaiknya berinvestasi saham langsung atau melalui reksadana. Menurut Anda, mana yang lebih tinggi return-nya? Banyak yang percaya kinerja reksadana saham lebih baik karena dana dikelola manajer investasi profesional yang berpengalaman dengan segudang informasi pasar, pengetahuan, dan keahliannya. Anda setuju?
Nyatanya, rerata return reksadana saham selalu di bawah IHSG dalam tiga tahun terakhir. Saat IHSG naik 3,2% di tahun 2011, indeks reksadana ekuitas Infovesta justru turun 0,25%. Pada tahun 2012, reksadana saham juga hanya naik 10,06% ketika IHSG tumbuh 12,94%. Reksadana saham juga berkinerja lebih buruk tahun lalu yaitu -3,7% berbanding IHSG yang turun 1%.
Ditotal, investor saham langsung dengan kemampuan rata-rata dan melakukan diversifikasi akan memperoleh return 15,4% selama 3 tahun atau 4,9% per tahunnya. Sementara, investor reksadana saham rata-rata hanya mengalami pertumbuhan portofolio 2,5% dari awal 2011 hingga akhir 2013 atau rata-rata 0,8% p.a.    
Sayangnya, hampir tidak ada artikel yang mengupas jeleknya kinerja reksadana saham dibandingkan dengan IHSG. Bahwa sedikitnya ada lima kelemahan berinvestasi melalui reksadana saham yang perlu Anda pahami. Pertama, Anda tidak akan memperoleh dividen sebab dividen yang diperoleh reksadana saham akan direinvestasikan dalam saham dan tidak dibagikan karena satu-dua alasan. Untuk Anda ketahui, besar dividend yield ini sekitar 2% per tahun untuk saham-saham LQ-45.
Kedua, reksadana saham sering mengenakan subscription fee, management fee, dan redemption fee. Biaya ini tidak dialami investor saham langsung. Jika biaya masuk keluar ini sampai 2%-3%, siap-siap keuntungan bersih investasi Anda akan tergerus sebesar ini. Biaya sebesar ini ketinggian karena yang dilakukan manajer investasi sesungguhnya dapat ditebak yaitu membeli saham-saham berkapitalisasi besar yang juga masuk dalam LQ-45. Yang berbeda adalah bobot di masing-masing saham dan industri.
Ketiga, para manajer investasi pengelola reksadana saham umumnya menerapkan strategi aktif dengan mengandalkan analisis momentum dan teknikal. Akibat strategi dan pendekatan ini, mereka bertransaksi dengan sering sehingga biaya transaksi pun menjadi besar. Ini persis dengan yang dituliskan Barber dan Odean dalam Journal of Finance (2000) bahwa, trading is hazardous to your wealth. Tidak mengherankan, jika sebagian besar reksadana saham memberikan return (kenaikan NAB) di bawah return pasar (IHSG).
Untuk tahun lalu, hanya ada 26 reksadana saham yang memberikan return positif dan total ada 30 yang berada di atas IHSG. Sementara sekitar 100 lainnya berkinerja negatif dan juga di bawah IHSG. Jadi, sudah tidak dapat dividen, capital gain investor dalam reksadana saham sebagian besar juga lebih rendah daripada yang diperoleh investor saham langsung dengan strategi pasif menggunakan analisis fundamental.
Keempat, manajer investasi reksadana saham umumnya menerapkan strategi diversifikasi agar risikonya minimum. Padahal diversifikasi juga mengandung kelemahan. Dari beberapa artikel saya di kolom ini beberapa waktu lalu, mungkin Anda masih ingat.
Pertama, diversifikasi itu berangkat dari paradigma minimalisasi risiko dan premis bahwa investor itu adalah risk-averse. Diversifikasi menjadi kurang tepat untuk investor ritel yang risk-taker dengan paradigma maksimalisasi return.
Kedua, melakukan diversifikasi membuat Anda tidak fokus. "The more you diversify, the less you know about any one area," tulis William J. Oneil (2002). Ketiga, strategi diversifikasi akan membuat beta portofolio sekitar satu sehingga kinerja investasi akan bergerak mengikuti IHSG. Terakhir, diversifikasi akan membuat Anda tidak gesit dalam menyikapi dan mengantisipasi pasar terutama ketika pasar mulai bearish seperti bulan Agustus-September tahun lalu.
Menyadari kelemahan di atas, sebagai investor ritel, sejak beberapa tahun terakhir, saya lebih menyukai dan menerapkan portofolio yang mengandung sekitar lima saham. Sejatinya, investor saham langsung juga dapat melakukan diversifikasi sendiri jika dia setuju dengan strategi diversifikasi dan mempunyai dana cukup. Tetapi dia mempunyai pilihan lain yaitu fokus jika dia ingin memaksimalkan return.
Sebagai investor saham langsung, Anda dapat menerapkan prinsip dasar investasi buy what you know and know what you buy seperti yang dianjurkan Peter Lynch. Manajer investasi, karena harus diversifikasi dan masih mempercayai analisis momentum, kadang mengabaikan prinsip utama ini. Ketahuilah, jika manajer investasi itu sangat khawatir kinerja reksadana kelolaannya di bawah return IHSG karena akan mempengaruhi penilaian publik dan prospeknya.
Intinya, untuk saham, Anda dapat menjadi manajer investasi untuk dana sendiri. Anda dapat memperoleh dividen, bebas memilih strategi fokus atau diversifikasi, aktif atau pasif, tidak kena fee masuk dan fee keluar, dan dapat menerapkan prinsip dasar investasi ala Peter Lynch.
Read more...

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil