Showing posts with label Kreatif. Show all posts
Showing posts with label Kreatif. Show all posts
Friday, 2 January 2015

Sribulancer.com Penghubung Pencari Kerja dan Pemberi Kerja

3 comments
Media digital dewasa ini tidak hanya digunakan untuk memasang iklan produk, tapi juga untuk mencari pekerjaan. Mencantumkan curriculum vitae (CV) lewat berbagai situs lowongan pekerjaan yang sudah populer bisa menjadi salah satu jalan, selain langsung melamar ke perusahaan yang dibidik. Sayangnya, umumnya selama ini pelamar pekerjaan tersebut bersifat pekerjaan penuh waktu (full time).

Padahal, tren pekerjaan sebagai pekerja paruh waktu (freelancer) saat ini semakin dilirik seiring dengan berkembangnya enterpreneurship di kalangan anak muda. Banyak pekerjaan sebagai pekerja lepas yang dimanfaatkan sebagai batu loncatan bagi mereka yang ingin independen dan merintis bisnis sendiri sesuai dengan keahliannya.

Menyadari adanya fenomena tersebut, Ryan Gondokusumo lewat PT Sribu Digital Kreatif, memanfaatkan peluang dengan membangun situs Sribulancer.com. Situs ini berfungsi menghubungkan antara perusahaan atau individu yang mencari tenaga kerja dengan sang pencari kerja paruh waktu. Namun, tidak menutup kemungkinan pencari kerja full time tetap bisa mempromosikan diri di sini.

Dari sisi perusahaan, situs ini juga bisa menjadi solusi mencari tenaga kerja yang profesional, cepat, dan sesuai kualifikasi serta bujet mereka. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh perusahaannya, Ryan bilang, dari 100 perusahaan yang disurvei sekitar 70% di antaranya menyatakan membutuhkan banyak tenaga lepas.

Ryan hanya membutuhkan waku sekitar empat bulan untuk membangun situs ini. Modal yang disuntikan untuk membangun usaha yang resmi diluncurkan pada September 2014 ini tidak lebih dari Rp 50 juta.

Dia mengaku cukup mudah membuat situs ini karena sudah mempunyai pengalaman dari membangun produk terdahulunya yaitu Sribu.com di 2012. Situs ini menghubungkan antara klien dan para desainer logo, interior dan lain-lain. 

Pada produk keduanya ini, Ryan menjamin keamanan dan kredibilitas para pencari kerja karena dilengkapi dengan fasilitas penyaringan untuk memastikan kualitas anggotanya yang mendaftar sebagai pencari kerja. Dengan adanya fasilitas “review”, memungkinkan perusahaan melihat rekam jejak para freelancer yang melamar pekerjaan di situs ini. Kemudian fasilitas “chat room” memberi ruang untuk seluruh proses rekruitmen dilakukan di dalam situs ini.

Meski masih anyar, situs Sribulancer sudah mempunyai banyak anggota. Hingga saat ini Sribulancer telah memiliki 6.000 freelancer, 500 klien, 200 job posting.

Untuk mendapatkan anggota, Ryan banyak menggunakan media digital seperti Google Advertasing dan lainnya untuk promosi. Beberapa perusahaan yang mencari tenaga kerja di situs ini diantaranya Berrybenka, Traveloka, Bayu Buana, Scoop, Infoteria, dan Tripvisto.

Komisi 10%

Ryan menjelaskan bila tidak ada biaya pemasangan iklan dalam situsnya. Hanya saja, Sribulancer akan mendapatkan 10% dari gaji yang diterima oleh tenaga lepas. Meski terbilang kecil, total pendapatan untuk Sribulancer dari situ dalam empat bulan bulan ini sudah mencapai Rp 300 juta. "Pertumbuhan pendapatan sekitar 60% tiap bulannya," ujar Ryan.

Pada awal peluncuran situs ini, Ryan banyak mencari blog yang didalamnya berada banyak pekerja lepas. Baru setelah itu, mereka melakukan promosi tentang situs Sribulancer.

Untuk bisa mengakses dan mendapatkan pekerjaan dalam situs ini, calon anggota wajib untuk mendaftar terlebih dahulu. Di sana, para calon tenaga lepas bisa memberikan data diri, minat pekerjaan dan contoh pekerjaan yang sudah pernah dikerjakan.

Proses data tersebut akan memudahkan para perusahaan untuk memilih calon tenaga lepas yang dicari. Di situs tersebut perusahaan bisa langsung menyeleksi calon pekerja lepas. Bila perusahaan sudah menemukan yang cocok, mereka akan melakukan transaksi. Setelah transaksi pembayaran gaji pekerja lepas sudah terkirim ke Sribulancer, barulah freelancer bisa mulai bekerja.

Tidak jarang perusahaan akan meminta waktu kepada calon pekerja lepas untuk bertemu terlebih dahulu. Di sini peran Sribulancer menjadi pihak yang memfasilitasi kedua pihak untuk bertemu. Ryan bilang, dalam beberapa bulan ini pekerjaan yang banyak dipasang dalam situs ini adalah untuk data entry, copy writer, dan programmer. 

Bila pihak pemberi kerja merasa puas dengan pekerjaan tenaga lepas, mereka bisa memberikan penilaian diakun si freelancer. Sedangkan, bila perusahaan merasa kecewa dengan hasil pekerja lepas mereka bisa mengadukan pada manajemen Sribulancer. Nantinya, Sribulancer akan memberikan tenaga lepas pengganti secara gratis. “Kalau memang benar-benar bermasalah kita juga akan blok akun freelancer tersebut,” katanya.

Berhasil mengembangkan situs baru dalam waktu singkat tidak membuat usaha ini berjalan tanpa hambatan. Ryan mengaku bila kendala terbesarnya adalah meningkatkan pertumbuhan omzet. Sebab dia mengklaim situs ini merupakan pionir. Salah satu cara yang digunakan untuk mengatasinya adalah dengan melakukan edukasi pada pasar. 

Hingga pertengahan tahun 2015, Sribulancer menargetkan dapat mencapai 10.000 job posting dan menjaring 50.000 tenaga lepas. Perusahaan ini juga bermimpi untuk menjadi trend setter situs cari kerja yang akan merubah cara bisnis pengusaha melakukan rekruitmen dari offline ke online dan menawarkan kemudahan, proses seleksi yang cepat, aman, dengan biaya yang efisien dan dapat dipercaya. 

Tren pekerja lepas kini semakin meningkat seiring dengan berkembangnya usaha skala menengah. Heru Sutadi, pengamat telekomunikasi dari Indonesia ICT Institute mengatakan, memang, saat ini kebanyakan situs pencari kerja di Indonesia hanya menawarkan pekerjaan permanen. Makanya tidak heran bila Sribulancer.com bisa kebanjiran anggota dalam waktu singkat, karena banyak juga pencari kerja paruh waktu.

Sebenarnya cukup mudah untuk mendapatkan anggota atau pencari kerja karena mereka bersifat aktif dan mau mencoba segala macam cara untuk mendapatkan pekerjaan. Sedangkan, kesulitan di bisnis ini adalah mencari pemasang lowongan pekerjaan.

Sehingga, Sribulancer harus melakukan upaya edukasi pada mereka seperti bertemu secara langsung untuk memperkenalkan jenis usaha mereka dan menghubungi perusahaan secara berkala.

Mengingat para perusahaan di Indonesia belum terlalu akrab dengan penggunaan pekerja lepas, Heru melihat situs ini akan lebih banyak berguna untuk mereka yang bekerja di bidang fotografi, desain, dan lainnya.

Selain itu, mereka juga harus menguatkan brand dan tagline usaha. Heru menyarankan tidak hanya cukup melalui media digital saja tetapi juga melalui cara Below The Line. Ada baiknya mereka juga meminta testimoni kepada para perusahaan yang sudah menggunakan layanan mereka. “Ini untuk meyakinkan bila situs mereka benar ada,” katanya.

Agar usaha mereka bisa terus berkembang dan tetap bertahan, baiknya Sribulancer tetap memberikan layanan gratis untuk mendaftar sebagai anggota kepada para pencari kerja. Selain itu manajemen juga harus memberikan sesuatu yang berbeda yang tidak banyak diberikan oleh situs pencari kerja lainnya.

Read more...
Sunday, 1 April 2012

Nulisbuku.com, Tahu Betul Kebutuhan Penulis

0 comments
Sebagai penulis, melihat nama diri sendiri tertulis di sebuah buku adalah kebahagiaan tersendiri. Namun, tak semua penulis bisa menerbitkan bukunya. Sistem penerbitan konvensional yang memiliki target penjualan tinggi membuat para penulis pemula sulit bersaing dengan para penulis best seller yang telah terjamin pangsa pasarnya. Mereka sulit menembus penerbit mainstream dan akhirnya mengubur impian menerbitkan buku. Kini, dunia penerbitan sudah berevolusi. Anda tak hanya bisa menjadi penulis namun juga dapat menerbitkan sendiri buku anda, gratis!

Nulisbuku.com adalah layanan selfpublishing berbasis Print On Demand yang memungkinkan semua penulis bisa mempublikasikan karyanya, dalam genre apapun. Website ini dipublikasikan sejak Oktober 2010 dengan menggelar event bertajuk "99 Writers in 9 Days".

"Dalam waktu sembilan hari kami berhasil mengumpulkan 110 penulis dengan 110 bukunya," ujar Briliant Yotenega, salah satu founder Nulisbuku.com saat menjadi pembicara pada "StartUpLokal Meetup v.14 dengan tema "Running a Succesful Community”yang merupakan rangkaian acara ICC 2011 di Assembly Hall 1, JCC, Jakarta, Sabtu (11/6/2011).

Saat itu, kenang Ega, panggilan akrabnya, 99 penulis yang terpilih, me-launching bukunya secara bersamaan di Istora Senayan, menandai berdirinya Nulisbuku.com sebagai layanan selfpublishing. Sejak saat itu pengunjung Nulisbuku.com melonjak hingga 300 persen dan hingga Juni 2011, anggota yang terdaftar sebanyak 6.000-an orang. Meski baru 8 bulan berdiri, Nulisbuku.com telah mempublikasikan 400 judul buku dari berbagai genre dengan total buku terjual lebih dari 9000 eksemplar. "Perbulannya sekitar 1000 sampai 1500 buku yang terjual," tambah Ega.

Kesuksesan Nulisbuku.com tak lepas dari kerja tim yang solid dari empat orang pendirinya, yakni Briliant Yotenega, Aulia Halimatussadiah, Oka Pratama, dan Angelina Anthony. Keempat orang ini menamakan diri mereka "the Dream Team" dengan target utama membuat semua orang mau terus menulis dan mempublikasikan karyanya ke dalam sebuah buku. "Walaupun e-book mulai booming, saya rasa buku tetap punya history-nya sendiri bagi sang penulis. Sedangkan untuk pembaca, buku bisa dibaca dimana saja, tanpa membutuhkan baterai seperti kalau baca e-book di laptop atau handphone," jelas Ega.

Menguatkan komnunitas
Tak cukup hanya membantu penulis menerbitkan bukunya secara selfpublishing, Nulisbuku.com juga selalu berusaha menjaga komunikasi dengan semua anggotanya dan membentuk komunitas penulis. Media sosial seperti Facebook dan Twitter selalu di-update oleh admin dengan informasi-informasi seputar dunia penulisan seperti event-event gathering, lomba-lomba, tips menulis, sampai sekadar memantau kehidupan pribadi anggota yang mungkin membutuhkan dukungan.

Selain bertemu komunitasnya di media sosial, Nulisbuku.com juga mengadakan pertemuan (kopdar) setiap satu bulan sekali yang dimulai sejak Januari 2011. Pertemuan ini dinamakan Nulis Buku Club (NBC). Event NBC pertama kali digelar tanggal 31 Januari 2011 di Anomali Coffee. NBC kedua, ketiga, dan keempat diadakan di Pisa Kafe Mahakam, sedangkan NBC 5 yang baru saja digelar minggu lalu, di Emax Plaza Semanggi, Jakarta. Dalam setiap kegiatan NBC, Nulisbuku.com menghadirkan para penulis tamu yang akan berbagi proses kreatifnya. Selain itu, anggota yang baru menerbitkan bukunya juga bisa ikut mempromosikan buku terbarunya di acara seperti ini.

NBC tak hanya dinikmati oleh anggota Nulisbuku.com di Jakarta. Kota-kota lainnya tak mau kalah seru. Anggota Nulisbuku.com di daerah, berinisiatif menggelar sendiri event serupa. "Biasanya tetap kami pantau dari Jakarta, mulai dari nama koordinatornya, sejauh mana persiapannya, sampai live tweet saat acara berlangsung," ungkap Ega.  Hingga kini, NBC telah digelar di Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Balikpapan, dan Palembang. Kota selanjutnya yang sedang merencanakan akan menggelar NBC adalah Bogor, Bekasi, Malang, Semarang, Samarinda, dan Makassar.

Tak cukup dengan gathering, Nulisbuku.com juga telah dua kali mengadakan lomba penulisan. Lomba pertama adalah #happywriting yang bertemakan kisah cinta di dunia maya yang happy ending (e-love story). Acara yang disponsori oleh Acer ini memberikan hadiah laptop kepada sang pemenang. Lomba kedua adalah #icare dengan bertemakan kepedulian terhadap kehidupan sesama. Pemenang lomba penulisan ini mendapatkan hadiah iPad 3G 32 GB dari sponsor Kimia Farma.

Nulisbuku.com yang memenangkan SparxUp Award 2010 kategori Best e-commerce ini juga rutin membuat proyek-proyek menulis bagi anggotanya untuk memberikan stimulus menulis. Nulisbuku.com  akan melepmpar satu tema atau memberikan pilihan tema yang bisa dipilih anggotanya melalui Twitter. Setelah tema disepakati, admin akan melempar kembali kepada anggota untuk memberikan kesempatan bagi yang bersedia menjadi koordinator.  Tugasnya mengumpulkan karya, membaginya ke dalam beberapa buku, mengedit, mencari atau membuatkan cover, lalu mengurusi penerbitannya. Proyek seperti ini ternyata laris manis. Tercatat lebih dari 10 proyek dengan tema berbeda berhasil digelar dengan menghasilkan minimal 12 judul buku dari setiap proyek.

Setelah proyek 99 writers, proyek yang paling berkesan adalah proyek #writers4Indonesia di mana para penulis bergabung untuk menulis kumpulan cerpen."Royaltinya seratus persen disumbangkan untuk korban bencana gempa di Jogja dan Padang," kenang Ega.  Saat itu, 12 judul buku dari 200-an penulis berhasil diluncurkan.

Semua yang dibagi Ega dalam #StartUpLokal Meetup v.14 inilah yang membuat anggota Nulisbuku.com terus bertambah setiap bulannya. Nulisbuku.com tahu betul kebutuhan penulis dan mau tumbuh dengan komunitas yang saling mengenal, saling berbagi, dan saling mendukung sehingga anggota yang telah bergabung terkadang mengajak teman-temannya untuk mendaftar dan menulis bersama.

Read more...
Tuesday, 21 February 2012

Bistip.com Mudahkan Titip-menitip Barang

0 comments
Aktivitas titip-menitip sejatinya sudah ada sejak zaman dahulu kala sebelum terciptanya internet dan alat komunikasi jarak jauh yang instan. Di era dengan mobilitas tinggi dan ketersediaan internet, solusi titip-menitip barang semestinya bisa lebih mudah.

Layanan baru di Bistip.com muncul dengan menggabungkan tradisi titip-menitip dan internet sehingga bisa memanfaatkan mobilitas tinggi manusia dengan kemudahan komunikasi instan jarak jauh. Di situs ini pengguna bisa melakukan aktifitas titip-menitip antar pengguna. Ada yang berlaku sebagai pihak yang bisa dititipi atau istilahnya adalah Bistiper, dan ada pengguna yang berlaku sebagai pihak yang mencari orang yang bisa dititipi atau Wanted Bistiper.

Jika melihat di halaman utama Bistip.com, ada beberapa menu yang juga merupakan fungsi utama dari bistip.com itu sendiri. Diantaranya adalah Post Rute Jalan, Post Wanted Bistiper, Cari Bistiper, dan Cari Wanted Bistiper. Menu Post Rute Jalan diperuntukkan bagi pengguna yang bersedia untuk dititipi dengan imbalan.

Misalkan ada pengguna yang ingin bepergian dari Bangkok ke Jakarta dan bersedia untuk dititipi, maka yang harus dia lakukan adalah melakukan post rute jalannya di menu ini dengan memasukkan "Dari Lokasi", "Tujuan Lokasi", "Tanggal Berangkat", "Tanggal Sampai", dan keterangan tambahan di field "Tambahan". Setelah di-post, maka akan ditampilkan di daftar bistiper dan pengguna lain bisa mencari serta meninggalkan komentar atau menuliskan pesan pribadi kepada yang bersangkutan.

Menu Post Wanted Bistiper berguna bagi pengguna yang telah mencari bistiper di menu "Cari Bistiper" dan tidak menemukan yang sesuai, sehingga pengguna tersebut bisa melakukan "permintaan" jika ada yang ingin melakukan perjalan ke rute tertentu. Misalkan seseorang ingin menitip dibelikan barang dari Batam untuk dibawakan ke Jakarta dan bersedia memberikan imbalan kepada yang bersedia dititipi, maka yang harus dilakukan oleh orang tersebut adalah melakukan post dari Batam ke Jakarta, tentukan waktu dan berikan keterangan tambahan.

Setelah di-post, maka akan ditampilkan di daftar Wanted Bistiper dan bisa dilihat oleh pengguna lainnya. Lalu menu Cari Bistiper dan Cari Wanted Bistiper berguna bagi orang yang ingin mencari orang yang bisa dititipi atau mencari orang yang memerlukan orang untuk dititipi. Selain dengan lokasi dan waktu , pengguna juga bisa melakukan pencarian dengan kata-kata yang terkandung di dalam keterangan tambahan . Misalkan anda hanya ingin mencari post yang berisi kata "brownies", maka akan ditampilkan post yang mengandung kata tersebut.

Banyak fitur lain yang bisa digunakan di bistip.com dan akan terus dikembangkan demi kenyamanan pengguna layanan ini. Misalnya, peningkatan fitur untuk kepercayaan seperti Rekening Bersama dari pihak bistip.com, fasilitas upload foto untuk membantu komunikasi deskripsi barang , penilaian dalam reputasi, dan lain-lain. 

Read more...
Friday, 3 February 2012

Lila Umami; dari Usaha Rantangan ke Juara Lomba Masak Nasional

0 comments
Mengandalkan Botok Lorjuk dan Sambal Keluak
Lila Umami menang karena keteguhannya untuk tak memakai vetsin dan hanya menggunakan bahan-bahan segar.
-------------------------
AGUNG PUTU I., Jakarta, dan M. IQBAL, Probolinggo
-------------------------
ISYARAT itu sebenarnya sudah disampaikan oleh chef terkenal William Wongso. "Ibu siap lho ya ke luar negeri," kata William setelah mencicipi masakan hasil olahan perempuan 49 tahun itu pada lomba masakan dan minuman daerah tingkat nasional di Nusa Dua, Bali, awal November lalu.

Tetapi, Lila yang mewakili Jawa Timur di event yang dihelat sebagai rangkaian ASEAN Fair untuk pembukaan KTT ASEAN +3 (Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok) tersebut, rupanya, tak memahami isyarat tersebut. Karena itu, dia tetap saja tak percaya diri begitu tiba waktu pengumuman pemenang.

Lila tak berani berharap muluk. Bagi dia, menjadi juara harapan saja sudah luar biasa. Maklum, sebagai pengusaha katering kelas rumahan, di lomba tersebut dia harus berhadapan dengan wakil 18 provinsi yang rata-rata berasal dari rumah makan besar atau hotel mewah.

Namun, hingga juara harapan selesai dibacakan oleh William, nama Lila Catering sama sekali tak ada. Begitu juga setelah peraih peringkat pertama dan kedua diumumkan. Lila pun gelisah.

Tinggal peraih peringkat pertama yang belum disebutkan. Lila sudah kehilangan harapan. Namun, apa yang sama sekali tak terbayangkan oleh perempuan yang memulai usaha katering pada 1987 itu terjadi: Lila Catering terpilih sebagai juara pertama.

"Saya seperti setengah sadar. Kaki langsung nggreweli (gemetar, Red)," kata perempuan yang kini berdomisili di Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, tersebut. "Semua juri juga kaget kalau yang menang ternyata katering rumahan," imbuh Lila yang berhak atas hadiah uang pembinaan Rp 10 juta dari Kementerian Perdagangan plus piagam atas prestasinya itu.

Keberhasilan di Bali tersebut memang benar-benar datang dari bawah, dari sebuah kerja keras yang dimulai 23 tahun silam. Pemicunya pun sangat sederhana, yang jamak dihadapi ibu rumah tangga di mana saja: keinginan menambah uang belanja plus dana pendidikan anak.

Maklum, suami Lila ketika itu, Rudi Alfanani, hanya bekerja sebagai tenaga lepas di Pabrik Gula (PG) Pajarakan. Gajinya kala itu tidak cukup untuk kebutuhan keluarga. Berbekal keahlian memasak, Lila mulai berjualan nasi dengan berkeliling di kampung asalnya, Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Sambil berjualan, Lila mulai bertanya kepada sejumlah tetangga tentang jumlah uang yang mereka habiskan untuk memasak per hari. Bermula dari survei sederhana itu, Lila menawarkan jasa rantangan.

Gayung bersambut. Ada lima ibu rumah tangga yang menggunakan jasa Lila memasak nasi untuk kebutuhan setiap hari. Dari tiap-tiap rumah tangga itu, Lila menerima Rp 3 ribu sehari untuk biaya masak. Uang itulah yang dia kelola agar bisa mencukupi kebutuhan sekaligus keluarganya bisa nunut makan gratis.

Usahanya terus berkembang hingga memiliki tiga warung. Namun, dia tak sanggup mengurusi warung sekaligus usaha rantangan. Akhirnya, warung ditutup serta dia berfokus menyuplai makanan untuk kalangan keluarga dan kantoran.

Jalan hidup Lila penuh gejolak. Pada 2003, dia berpisah dengan suaminya, Rudi Alfanani. Saat keluar dari rumah, dua buah hati hasil pernikahannya hendak ikut dengannya. Namun, Lila menolak. Lila meminta agar dua putrinya itu tinggal bersama sang mantan suami sampai dirinya sukses. "Saya keluar dari rumah nggowo awak tok (tidak membawa apa-apa, Red)," ungkap dia.

Lila kemudian memulai usaha katering pada 2005. Dia menyuplai makanan untuk instansi-instansi di Probolinggo. Sebagian besar pesta pernikahan dia garap. Lila harus bekerja ekstrakeras. Pernah salah seorang sopirnya terlambat datang. Akhirnya, mau tidak mau dia menyopiri sendiri truk yang mengangkut perlengkapan prasmanan.

Lila juga menjalankan usahanya dengan etika bisnis yang ketat. Dia tidak mau mengambil untung terlalu besar. Yang penting, untung tipis, tetapi berkelanjutan. "Kalau acaranya sudah sukses, baru boleh dibayar. Alhamdulillah, tidak ada yang nakalan. Semuanya beres, bahkan semakin banyak yang order," katanya.

Pada 2009, Lila akhirnya menikah untuk kali kedua dengan Joko Wiyono. Pernikahan tersebut seperti melengkapi hidupnya. Joko yang beranak satu itu merupakan seniman Probolinggo yang memahami seni dekorasi. Lila mengurusi masakan, Joko menangani dekorasi.

"Saya bersyukur atas semua itu. Saya orang ndeso, cuma bisa masak dari kukusan sama botok, kok ya bisa menang," ucap Lila, yang ketika ditemui akhir pekan lalu didampingi Kasi Pelayanan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Andjar Noermala.

Di Bali, Lila mengandalkan masakan dari hasil laut khas Probolinggo. Yaitu, botok lorjuk, peyek kupang, urap-urap kupang, sate komo, dan botok mutiara bromo. Untuk masakan pendukung, Lila menyajikan opor ikan hiu, bebek goreng, rujak kebalan, sambal pencit, dan sambal keluak. Sedangkan untuk minuman, Lila membuat pokak, sinom, dan bongko menthuk.

Dari semua masakan itu, sambal keluak benar-benar membuat kaget William. "Saya bilang ke Pak William Wongso, caranya gampang. Cabai rawit dibakar, kemudian diulek dengan kluwek (keluak), dikasih garam, sudah," ucap dia. "Itu dimakan dengan bebek goreng buat dicocol," imbuhnya.

Selain William, juri lain terdiri atas Bondan Winarno, Vindex Tengker, Hein von Holsen (Australia), dan Henet de Neefe (Belanda). Mereka mendasarkan penilaian atas tiga segi. Salah satunya, otentisitas atau masakan dan minuman yang disajikan adalah produk unggulan daerah. Dua segi lain adalah cita rasa dan cara penyajian makanan. Otentisitas dan cita rasa memiliki persentase penilaian 40 persen masing-masing. Sedangkan bobot cara penyajian sebesar 20 persen saja.

"Sebelum berangkat ke Nusa Dua, sudah ada geladi bersih. Mencicipi masakan yang akan dilombakan di panti PKK," kata Andjar, mengawali cerita.

Selain persiapan yang matang itu, Lila menuturkan bahwa rahasia menjadi juara sebenarnya cukup sederhana. Selama meniti karir di dunia kuliner, dia sangat antivetsin. Kalau ingin masakan gurih, harus rela menggerus rempah-rempah untuk menajamkan rasa.

Itulah kenapa, begitu masakannya dicecap lidah para juri, rasa yang keluar adalah rasa asli. Di antara beberapa peserta lain, ada yang menggunakan jalan pintas dengan membubuhkan vetsin pada masakan. Namun, lidah para juri tidak bisa ditipu. "Ini yang kami cari, rasanya maknyus," kata Lila, menirukan Bondan saat merasakan masakannya.

Rahasia lain kemenangan Lila adalah bahan-bahan yang segar. Dia tidak mau saat hari H penilaian, semua masakan hanya dihangatkan karena dimasak pada hari sebelumnya. Semua bahan-bahan masakan dibawa langsung dari Probolinggo. Mulai udang untuk bumbu-bumbu, rempah-rempah, hingga ikan hiu yang akan dijadikan opor.

Karena ngotot memasak pada hari H, Lila harus bekerja ekstrakeras. Tepat setelah salat Subuh, duta kuliner Probolinggo tersebut mengajak lima orang kru yang dibawa dari kampung halaman mulai memasak. Semua proses memasak itu rampung pada pukul 10.00. Selain memaksimalkan rasa, mereka harus mengatur dekorasi kuliner.

Untuk bisa sampai di Bali, Lila memulainya dengan mengikuti lomba memasak se-eks Karesidenan Probolinggo. Dia meraih peringkat ketiga. Lalu, bersama peraih peringkat pertama dan kedua, dia berlomba di tingkat Jawa Timur dan menang sehingga berhak mewakili provinsi ke level nasional.

Kini Lila tinggal menikmati buah dari kerja kerasnya. Selain usaha katering yang terus menggurita, dia memiliki sejumlah properti. Antara lain, tujuh unit rumah yang dia kontrakkan dan beberapa rumah kos. Dia berharap, masa tuanya bisa dihabiskan dengan berkumpul bersama keluarga dalam kebebasan finansial.

Dengan mantan suaminya pun, Lila sangat baik. Bahkan, dia ikut mengurusi ayah dari dua anaknya itu. Kadang sang mantan suami ikut membantu mengantarkan katering. "Saya harus tetap ngopeni. Dia juga bagian hidup saya," katanya.

 jpnn.com

Read more...
Sunday, 26 June 2011

Membuat Radio Internet atau Radio Streaming Sendiri

0 comments
Mengiringi pengumuman tentang Radio IlmuKomputer.Com di milis-milis, banyak yang menanyakan ke saya tentang teknik membangun radio internet atau radio online. Sebenarnya caranya sangat mudah dan tidak memakan banyak waktu atau uang ;). Persyaratannya juga hanya komputer dan koneksi internet untuk infrastruktur, serta Winamp, Shoutcast, dan Shoutcast DSP Plugin untuk softwarenya. Ketiga software tersebut bisa kita dapatkan secara gratis di Internet (freeware) untuk versi Linux maupun Windows. Dengan itu kita bisa jadi broadcaster yang menyiarkan content radio sesuai dengan yang kita inginkan ke seluruh dunia maya. Tertarik? Mari kita bahas bahas secara bertahap bagaimana membuat radio internet ini.
1. Download software yang diperlukan:
2. Install dan jalankan Shoutcast Server di komputer yang ingin kita jadikan server. Untuk instalasi di Linux cukup ekstrak file “shoutcast-1-9-5-linux-glibc6.tar.tar” dan jalankan file “sc_serv”. Tidak perlu menjadi root untuk menjalankannya.
  
 
3. Install Winamp dan Shoutcast DSP Plugin di komputer tempat kita akan mengalirkan content radio (mp3 music, dsb) ke Shoutcast Server.
4. Jalankan Winamp, kemudian klik kanan dan pilih “Options” -> “Preferences”.
5. Klik DSP/Effect di bagian Plug-ins dan pilih Nullsoft SHOUTcast Source DSP. Kemudian akan muncul satu window SHOUTcast Source dengan menu “Main”, “Output”, “Encoder”, “Input”.
  winamp-shoutcastdsp.jpg
6. Pilih “Output” dan klik “Connect” untuk konek ke Shoutcast server, sebelumnya perlu diperhatikan beberapa hal di bawah:
  • Cek “Address” apakah sudah sesuai dengan server anda. Pilih “localhost” apabila anda install server di tempat anda menginstall Winamp dan DSP Plugin.
  • Password default adalah “Changeme” (tanpa tanda kutip). Anda dapat mengubah setting password ini di “sc_serv.ini” atau “sc_serv.conf” yang terletak satu direktori dengan Shoutcast Server. (C:\Program Files\SHOUTcast\ untuk versi Windows)
 winamp-shoutcastdsp2.jpg winamp-shoutcastdsp3.jpg
7. Sekarang tinggal alirkan saja content (music, sound, dsb) ke Shoutcast Server. Caranya mudah,letakkan file mp3 di Winamp dan tekan tanda play, maka music anda akan ter-broadcast ke seluruh dunia maya.
winamp-shoutcastdsp5.jpg
8. Cek dengan menjalankan Winamp dari komputer lain dan klik kanan pilih “Play” -> “URL” dan masukkan http://serveranda:8000. Ganti “serveranda” dengan nama domain atau IP address dimana Shoutcast server diinstal dan dijalankan.
winampradio-playurl.jpg winampradio-openurl.jpg
9. Pertanyaan lain yang muncul, bagaimana kalau kita ingin mengalirkan suara kita secara live? Siapkan microphone dan masukkan kabel microphone ke soundcard PC anda. Kemudian kembali ke Winamp anda, pada SHOUTcast source, pilih “Input”, kemudian ubah “Input device” dari “Winamp (recommended)” ke “Soundcard Input”. Lalu siapkan microphone di depan mulut anda, dan ucapkan “Selamat datang di Radio Internet saya yang tercinta ini”.
 winamp-shoutcastdsp6.jpg
Anda sudah memiliki Radio Internet sendiri sekarang. ;) Sebagai informasi tambahan, untuk membangun Radio Internet kita juga bisa menggunakan software lain selain Shoutcast, diantaranya adalah: Unreal Media ServerSAM2 BroadcasterPirate RadioPeercastIcecast,Andromeda, dsb. Konsepnya tidak jauh berbeda dengan Shoutcast, jadi bekal anda dengan 9 tahapan diatas sudah cukup untuk membuat anda mahir membangun sendiri Radio Internet.
Yang tetap masih penasaran dan pingin melihat secara live ulasan tentang Radio Internet ini, Insya Allah bisa mengikuti acara elifestyle Metro TV hari Sabtu, 4 Pebruari 2006 pukul 14:30. Mudah-mudahan tidak ada aral melintang.
radioikc.JPG  metroradioikc.JPG
Tetap dalam perdjoeangan …

Read more...
Tuesday, 1 December 2009

Kampanye Anti Merokok yang Kreatif

2 comments


Kotornya asap knalpot, sama dengan karsinogen yang terdapat dalam asap yang keluar dari mulut perokok. Sebuah grup anti merokok menggabungkan keduanya dengan menempatkan poster wajah orang dengan mulutnya yang digantikan dengan lubang knalpot.


Tempat sampah di jalan ini memperingatkan perokok bahayanya rokok bagi mata mereka. Sangat kreatif bukan?


Ini adalah himbauan anti merokok yang sangat kreatif dan inventif untuk membuat orang membenci merokok. Di tempatkan di gym.


Tanda berhenti di Brazil dalam bentuk rokok.


Himbauan anti merokok ini dibuat dalam rangka hari tanpa tembakau (31 Mei), dan ini bisa ditemukan di toko kopi Dubai, dimana orang-orang berdatangan untuk merokok.

Kelompok Peruvian League Against Cancer ingin perokok tahu kalau merokok rokok bekas sama saja dengan melepaskan sekawanan lebah pembunuh ke seorang gadis kecil. Untuk kampanye anti merokok mereka, mereka melem 15.000 putung rokok satu per satu. Sukarelawan yang menyumbang putungnya.


"Smoke kills" mengatakan peti mati ini dibuat berdasarkan kenyataan. Kita tidak bisa menyalahkan mereka karena cara mereka yang sangat mistis untuk mengkampanyekan gerakan anti merokok mereka. Sangat menarik melihat cara mereka melibatkan target mereka dengan sentuhan humor tentang ini.


Dalam iklan ini terdapat gambar sinar-X transparan yang digambungkan dengan kumpulan putung rokok agar terlihat lebih visual. Di buat oleh Agen Saatchi & Saatchi di London.


Truk tangki bahan kimia sepanjang 12 meter yang dibuat seperti sebuah rokok raksasa ini digunakan oleh peneliti kanker di Inggris untuk menonjolkan banyaknya racun dalam rokok.




Ini adalah iklan kampanye anti merokok yang dipublikasikan di Riyadh untuk menghimbau orang berhenti merokok. Kampanye ini telah menggunakan pendekatan yang sangat inovatif yang menunjukkan berbagai dampak negatif akibat rokok. Iklan ini menunjukkan rokok yang terbakar yang dalam debunya juga terdapat orang lain. Iklan yang kedua menunjukkan bangunan dan gedung yang ikut terbakar akibat rokok. Iklan ini sebenarnya menunjukkan dampak luas yang diakibatkan rokok, yang bukan hanya berpengaruh pada si perokok tapi juga sekitarnya. (dari berbagai sumber)

Read more...

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil