Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Monday, 23 December 2019

Survei CFO: Strategi Investasi, Perkuat Bisnis Inti dan Ekspansi Organik

0 comments
Majalah SWA dan Prasetiya Mulya Business School pada tahun 2013 melakukan survei pendapat chief financial officer (CFO) perusahaan di Indonesia tentang Formulasi Strategi Keuangan Perusahaan di Indonesia. Untuk mencapai tujuan survei tersebut, kuesioner hanya dikirimkan kepada perusahaan yang memiliki nilai penjualan minimum Rp 1 triliun dalam satu tahun. CFO yang berpartisipasi dalam survei ini, 51,7% bekerja di perusahaan dengan tingkat penjualan di atas Rp 2 triliun dan 48,3% bekerja di perusahaan dengan tingkat penjualan lebih kecil dari Rp 2 triliun. Perusahaan yang disasar adalah perusahaan negara (BUMN) dan perusahaan swasta terbuka.

CFO yang berpartisipasi dalam survei ini dimintai pendapatnya secara rinci tentang strategi pertumbuhan perusahaan, lingkungan eksternal keputusan keuangan perusahaan, kesiapan perusahaan menghadapi tantangan lingkungan eksternal, dan pemilihan strategi keuangan perusahan. Pertanyaan lain juga diajukan, yaitu tentang cara pemantauan implementasi strategi keuangan perusahaan dan pengaruh strategi keuangan perusahaan terhadap kinerja perusahaan.

Hasil penting dari survei ini adalah temuan proses formulasi strategi keuangan perusahaan di Indonesia, yaitu terdiri dari empat tahapan proses (Gambar 1): (1) penetapan strategi pertumbuhan perusahaan sebagai acuan dasar, (2) identifikasi pengaruh lingkungan eksternal terhadap keputusan keuangan perusahaan, (3) identifikasi kesiapan perusahaan menghadapi pengaruh lingkungan eksternal, dan (4) pemilihan strategi keuangan perusahaan. Selanjutnya, dilakukan pemantauan implementasinya dan pengukuran hasil kinerja strategi keuangan perusahaan.

Prioritas Strategi Pertumbuhan Perusahaan. Pertumbuhan merupakan prasyarat kelangsungan hidup perusahaan, tetapi dapat juga pertumbuhan menjadi pemicu keruntuhan perusahaan. Menjaga keseimbangan antara “kuantitas pertumbuhan” dan “kualitas pertumbuhan” merupakan cara terbaik menjaga kelangsungan hidup perusahaan yang menguntungkan. CFO menggunakan pertumbuhan penjualan sebagai proksi dari kuantitas pertumbuhan perusahaan dan pertumbuhan harga saham sebagai indikator kualitas pertumbuhan perusahaan – penghargaan investor terhadap arah pertumbuhan perusahaan.

Hasil survei prioritas strategi pertumbuhan (Grafik 1) menunjukkan bahwa dalam tahun 2012, sebanyak 65,5% perusahaan sangat memprioritaskan ekspansi perusahaan untuk mengejar kuantitas pertumbuhan perusahaan. Masih banyak perusahaan yang bertumpu pada produk lama untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. Lalu, sebanyak 93,1% perusahaan menggunakan produk lama untuk memenetrasi pasar lama dan menggunakan produk lama untuk memasuki pasar baru yang tujuannya untuk mengejar kuantitas pertumbuhan.

Sejumlah 62% perusahaan bersandar pada strategi pengembangan produk baru untuk pasar lama dan sebanyak 72,4% perusahaan menggunakan produk baru untuk memasuki pasar baru buat mendukung kuantitas pertumbuhan perusahaan. CFO dapat mentransformasi kuantitas pertumbuhan ke kualitas pertumbuhan dengan meyakinkan investor bahwa arah pertumbuhan dan prioritas strategi pertumbuhan sudah tepat sejalan dengan peluang pertumbuhan yang ada.

Perusahaan juga lebih memprioritaskan mengeksploitasi dan memperluas bisnis lama sebagai sumber pertumbuhan perusahaan. Hanya 31,0% perusahaan yang mengimplementasikan strategi diversifikasi bisnis sebagai upaya menemukan bisnis baru yang nantinya dapat dipakai untuk mengejar kuantitas pertumbuhan perusahaan. Perusahaan masih beranggapan bahwa diversifikasi bisnis merupakan cara terbaik mengurangi risiko bisnis.

Lingkungan Eksternal Keputusan Investasi. Sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan, CFO membuat keputusan investasi dengan mempertimbangkan: tujuan investasi (berupa tujuan strategis dan tujuan operasional semata) dan hubungan kapabilitas yang dimiliki dengan kapabilitas baru dari tuntutan investasi.

Lingkungan eksternal diketahui dapat berpengaruh positif mendukung keputusan investasi atau dapat juga berpengaruh negatif untuk menunda atau membatalkan keputusan investasi.

Dari survei ini diperoleh urutan penting pengaruh positif lingkungan eksternal terhadap keputusan investasi dari pendapat para CFO (Grafik 2), yaitu: (a) tingkat petumbuhan ekonomi Indonesia, (b) peningkatan pendapatan per kapita sebagai proksi peningkatan daya beli konsumen, (c) perkembangan demografi, khususnya pertumbuhan kuantitas dan kualitas kelas menengah, (d) stabilitas politik yang menjaga kestabilan operasi perusahaan, (e) kemajuan teknologi produk yang menuntut investasi baru untuk menjaga keunggulan bersaing produk, (f) penetrasi produk impor sebagai peluang produksi substitusi produk impor. Hasil survei ini menunjukkan bahwa peluang bisnis masih ditentukan oleh faktor ekonomi makro -- tingkat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan per kapita -- dan perkembangan demografi.

Lingkungan Eksternal Keputusan Pendanaan. Setelah keputusan investasi ditetapkan, proses selanjutnya adalah membuat keputusan pendanaan dari sumber internal dan eksternal dengan mempertimbangkan: (a) campuran pendanaan internal dan eksternal yang optimal, (b) tingkat biaya modal yang terendah, dan (c) kemampuan membayar beban pendanaan. Lingkungan eksternal juga dapat berpengaruh positif dengan membuka kesempatan dan kelancaran keputusan pendanaan atau berpengaruh negatif yang memberikan hambatan atau kesulitan besar dalam membuat keputusan pendanaan.

Hasil survei dapat memberikan indikasi urutan pengaruh positif dalam pemilihan sumber pendanaan eksternal dari pendapat para CFO (Grafik 3) yaitu: (i) daya salur kredit bank yang mengindikasikan tersedianya cukup dana kredit di perbankan, (ii) kondisi bullish pasar modal memiliki daya tarik bagi perusahan untuk mengeluarkan saham baru sebagai sumber pendanaan investasi ataupun sumber pendanaan modal kerja, (iii) tingkat bond yield di pasar obligasi dan jangka waktu jatuh tempo obligasi memiliki daya tarik bagi perusahaan untuk mengeluarkan obligasi sebagai sumber pendanaan eksternalnya, (iv) tingkat bunga investasi berpengaruh pula terhadap keputusan pendanaan eksternal. Hasil survei ini menunjukkan bahwa tersedianya dana yang dibutuhkan lebih penting sebagai dasar pemilihan sumber pendanaan eksternal dibandingkan sekadar melandaskan pada tingkat bunga pinjaman.

Lingkungan Eksternal Keputusan Operasional. Setelah keputusan pendanaan ditetapkan untuk mendukung keputusan investasi, selanjutnya CFO membuat keputusan operasional dengan memperhatikan kekuatan-kekuatan dalam industri yang dapat memengaruhi naik-turunnya profitabilitas industri, yaitu: intensitas persaingan, pelaku baru dalam industri, daya tawar pemasok, ketersediaan tenaga kerja handal, dan daya alih pelanggan.

Hasil survei ini menunjukkan, 72,4% CFO berpendapat tingkat profitabilitas industri sangat memengaruhi keputusan operasional perusahaan. Hasil survei juga menunjukkan, ada beberapa faktor yang memberi pengaruh negatif terhadap profitabilitas industri (Grafik 4): (i) menurunnya kualitas layanan pemasok akan meningkatkan biaya produksi, (ii) rendahnya produktivitas buruh akan meningkatkan biaya produksi, (iii) meningkatnya upah tenaga kerja tanpa diikuti dengan peningkatan produktifitas kerja akan menambah biaya produksi, (iv) meningkatkan harga bahan baku yang tidak rasional, (v) biaya alih yang rendah dari pelanggan akan meningkatkan biaya pengelolaan loyalitas pelanggan, dan (vi) intensitas persaingan tinggi akan meningkatkan rasio biaya dan manfaat. Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa kemampuan CFO dalam mengelola keputusan operasional keuangan perusahaan dapat berkontribusi besar dalam menjaga kinerja profitabilitas perusahaan.

Kesiapan Menghadapi Lingkungan Eksternal. Lingkungan eksternal keuangan perusahaan dapat berpengaruh positif atau negatif terhadap keputusan operasional akan sangat tergantung juga pada kesiapan perusahaan dalam menghadapi tekanan lingkungan eksternal. Kesiapan peusahaan dapat didiagnosis dari: kondisi keuangan, keunggulan efisiensi biaya, dan daya saing produknya.

Hasil survei menunjukkan bahwa kesiapan perusahaan Indonesia umumnya dalam kondisi “baik atau cukup baik” untuk menghadapi pengaruh lingkungan eksternal terhadap keputusan keuangan perusahaan. Pertama, kondisi keuangan perusahaan umumnya baik seperti ditunjukkan dengan 62,1% CFO berpendapat bahwa profitabilitas perusahaan baik dan 72,4% CFO berpendapat bahwa likuiditas perusahaan dalam kondisi baik. Kedua, masih sedikit perusahaan yang memiliki keunggulan efisiensi biaya seperti yang ditunjukkan hasil survei: hanya 48,3% CFO yang berpendapat bahwa perusahaan memiliki daya efsieinsi produksi yang kuat dan hanya 44,8% CFO yang berpendapat bahwa perusahaan memiliki daya efisiensi operasi yang baik. Ketiga, umumnya daya saing produk baik seperti ditunjukkan dari hasil survei: 65,5% CFO berpendapat bahwa pertumbuhan penjualan berjalan baik dan juga dapat menjaga dengan baik pangsa pasarnya. Meningkatnya kesiapan perusahaan akan memudahkannya memperoleh pengaruh positif dari lingkungan eksternal keuangan perusahaan.

Pilihan Strategi Keuangan Perusahaan. Strategi keuangan perusahaan terdiri atas elemen strategi investasi, strategi pendanaan, strategi operasional, dan strategi alokasi sumber daya perusahaan. Pertama, pemilihan strategi investasi dapat berupa investasi untuk memperkuat bisnis inti atau investasi untuk menemukan bisnis inti baru. Pilihan tersebut harus sejalan dengan pilihan strategi pertumbuhan perusahaan. Hasil survei menunjukkan hasil yang sejalan, yaitu 96,6% CFO berpendapat bahwa strategi investasi untuk memperkuat bisnis inti dengan ekspansi organik merupakan prioritas strategi investasi dari CFO.

Kedua, strategi pendanaan dengan tujuan mendukung strategi investasi dan juga memperbaiki struktur modal masih merupakan prioritas strategi bagi 75,8% CFO. Hasil survei menunjukkan, campuran sumber pendanaan menjadi prioritas CFO. Sebanyak 65,5% CFO memprioritaskan untuk mengeluarkan saham baru sebagai sumber pendanaan, 55% CFO memprioritaskan penambahan utang bank, dan hanya 48,2% yang memprioritaskan sumber pendanaan dari laba ditahan dengan cara mengubah kebijakan dividen. Hasil survei menunjukkan, fleksibilitas keputusan pendanaan merupakan prioritas CFO.

Ketiga, strategi operasional dapat berupa strategi menurunkan biaya tetap per unit dan menurunkan biaya variabel per unit. Hasil survei menunjukkan 48,3% CFO berpendapat bahwa strategi menurunkan biaya tetap per unit merupakan prioritas strategi dibandingkan dengan strategi menurunkan biaya variabel per unit melalui rancang bangun baru.

Keempat, melengkapi strategi investasi, strategi pendanaan, dan strategi operasional, maka strategi alokasi sumber daya perusahaan juga menjadi prioritas tinggi bagi CFO. Sebanyak 82,6% CFO berpendapat bahwa strategi alokasi sumber daya perusahaan yang baik mampu menjadi penentu keberhasilan strategi pertumbuhan perusahaan.

Dari survei ini, strategi keuangan perusahaan didefinisikan sebagai portofolio prioritas keputusan kuangan dalam investasi, pendanaan, operasional, dan alokasi sumber daya perusahaan dengan tujuan mendukung strategi pertumbuhan. Penentuan portofolio prioritas keputusan keuangan yang baik menunjukkan kompetensi CFO dalam menjalankan peran strategisnya.

Kesimpulannya, dalam survei ini terungkap bahwa strategi keuangan perusahaan harus sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan. Dalam proses formulasi strategi keuangan, perusahaan perlu memperhatikan faktor eksternal keputusan keuangan perusahaan dan mempertimbangkan kesiapan perusahaan menghadapi tekanan faktor eksternal tersebut. Selanjutnya, menentukan strategi keuangan perusahaan, kemudian memantau implementasinya agar menghasilkan kinerja keuangan perusahaan seperti yang diharapkan.(*)



Djoko Wintoro
Ketua Prasetiya Mulya Business School
Read more...
Friday, 24 January 2014

Sekilas Jejak Almarhum KH Sahal Mahfudz

0 comments

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudz meninggal dunia, Jumat (24/1/2014) sekitar pukul 01.05 WIB. Beliau meninggal dalam usia 76 tahun setelah beberapa waktu sakit.

Berikut adalah sekilas rekam jejak pemimpin Pondok Pesantren Mathali'ul Falah yang juga adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Lahir dengan nama Muhammad Ahmad Sahal bin Mahfudz bin Abd Salam Alhajaini, Kyai Sahal merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Beliau lahir di Desa Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, pada tanggal 17 Desember 1937. 

Embah Sahal, panggilan untuk KH Sahal, dikenal sebagai ulama NU dengan kecintaan luar biasa terhadap buku. Koleksinya disebut hampir 2.000 buku. Beberapa karya juga pernah dilahirkan oleh beliau. Kiai Sahal adalah salah satu yang lantang menyuarakan fikih sosial, sebuah pemikiran yang memadukan ajaran agama dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Berpusat dari pesantren, Kiai Sahal mendorong kehidupan masyarakat di Desa Kajen melalui pengembangan pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Meski hanya sebuah desa di Pati, Jawa Tengah, Kajen memiliki tak kurang dari 40 pesantren, termasuk Mathali'ul Falah.

Gelar doktor honoris causa disematkan kepada Kiai Sahal pada 18 Juni 2003 untuk pengembangan ilmu fikih sosialnya. Doktor kehormatan itu datang dari Universitas Negeri Syarif Hidayatullah.

Berdasarkan informasi dari situs NU Online, mengutip sekretaris pribadi almarhum, Muhammad Najib, rencananya Kiai Sahal akan dimakamkan Jumat pagi, di Kajen. "Paling cepat pukul 09.00 WIB," tulis NU Online, mengutip Najib.

Read more...
Monday, 4 March 2013

Sulaiman Al-Rajhi, Milyuner Arab Saudi yang Memilih Hidup Sederhana

1 comments
Sulaiman Al-Rajhi-1
Walaupun Al-Rajhi adalah seorang jutawan, tetapi beliau memilih untuk menjadi ‘miskin’ sehingga beliau tidak mempunyai sesen pun uang dan juga saham yang dimiliki beliau sebelumnya.
June 1, 2012Jutawan Arab Saudi yang berhasil mengubah hidupnya dari seorang rakyat miskin hingga menjadi kaya, Sulaiman Al-Rajhi, merupakan seorang dermawan yang terkenal di dunia.
Beliau adalah pendiri Bank Al-Rajhi, bank Islam terbesar di dunia, dan salah satu dari perusahaan terbesar di Arab Saudi.
Hingga 2011, kekayaan beliau telah diprediksikan oleh majalah Forbes, bernilai AS$ 7.7 bilion sekaligus dinobatkan sebagai orang ke-120 yang terkaya di dunia.
Yayasan Saar milik beliau adalah sebuah organisasi amal yang terkenal di negara tersebut.
Keluarga Al-Rajhi dianggap sebagai salah satu keluarga kaya yang BUKAN berasal dari keluarga kerajaan, dan mereka adalah termasuk dermawan terkemuka di dunia.
Walaupun Al-Rajhi adalah seorang jutawan, tetapi beliau memilih untuk menjadi ‘miskin’ sehingga beliau tidak mempunyai sesen pun uang dan juga saham yang dimiliki beliau sebelumnya.
Keadaan tersebut terjadi saat beliau memindahkan semua aset yang dimilikinya kepada anak-anak beliau dan menyumbangkan aset-aset yang selebihnya.
Untuk menghargai jasa beliau terhadap dunia Islam, termasuk mendirikan bank Islam terbesar dunia dan juga segala usaha yang dijalankan untuk membasmi kemiskinan, Al-Rajhi dipilih untuk menerima Anugerah Antara bangsa Raja Faisal atas jasa beliau kepada Islam.
Dalam satu wawancara yang dibuat oleh Muhammad Al-Harbi dari Al-Eqtisadiah Business Daily, Al-Rajhi menceritakan tentang bagaimana beliau mampu meyakinkan ketua-ketua bank di dunia, termasuk Bank of England, hampir 30 tahun lalu, bahwa bunga adalah sesuatu yang haram bagi kedua agama yaitu Islam dan Kristen, dan bank Islami adalah penyelesaian yang terbaik untuk menaikkan taraf ekonomi dunia.
Kisah Al-Rajhi, seputar bagaimana seseorang meraih kekayaan dari bawah.
Beliau terpaksa melewati kesusahan ketika beliau kecil sebelum menjadi kaya, dan kemudian meninggalkan segala harta yang ada setelah mencapai keberhasilan.
Al-Rajhi masih aktif bekerja walaupun usia beliau telah mencapai lebih dari 80 tahun.
Beliau memulai tugas hariannya sesudah sholat Subuh dan terus bekerja hingga selesai solat Isya.
Beliau kini memberikan pengabdian terhadap Yayasan SAAR, dengan berkeliling di negara-negara Arab untuk mengurus segala hal yang berkaitan dengan yayasan tersebut.
Beliau sering membawa buku catatan kecil untuk mencatat aktivitas harian beliau dan selalu memastikan tidak akan terlepas dari satu program pun.
Al-Rajhi juga merupakan sosok seorang yang amat berhasil dalam berbagai bidangusaha yang beliau geluti.
Selain mendirikan bank Islam terbesar dunia, beliau juga telah mendirikan lahan peternakan terbesar di Timur Tengah.
Di bidang ini, beliau telah menjalankan banyak eksperimen ternak secara organik di negara-negara Arab, termasuk tambak udang Al-Laith. Beliau juga turut mendirikan perdagangan hartanah dan juga beberapa usaha perikanan.
Wawancara:
Sheikh Suleiman, apakah anda kini telah menjadi miskin?
Ya. Kini apa yang saya miliki hanyalah pakaian-pakaian saya. Saya telah membagikan harta saya kepada anak-anak dan juga mendermakan selebihnya untuk menjalankan proyek-proyek amal. Ini bukanlah sesuatu yang aneh bagi saya. Kondisi keuangan saya kini telah menjadi kosong sebanyak dua kali dalam hidup saya. Jadi, saya amat faham akan keadaan ini. Namun, kini perasaan itu dipenuhi dengan kegembiraan dan juga ketenangan. Sudah sepatutnya  saya memilih untuk menjadi miskin.
Mengapa berbuat demikian?
Segala kekayaan dimiliki oleh Allah s.w.t, kita hanyalah ditugaskan untuk menjaga kekayaan tersebut. Ada beberapa sebab mengapa saya memilih jalan ini. Di-antara sebab-sebab utamanya adalah saya perlu menjaga sahabat-sahabat Islam dan juga anak-anak saya. Ia adalah masalah yang paling penting dalam hidup. Saya juga tidak suka untuk membuang waktu di pengadilan hanya karena ada yang tidak setuju dengan jumlah harta yang diwariskan kepada mereka. Terdapat banyak contoh di mana anak-anak mulaI berselisih hanya karena harta yang kemudian menghancurkan perusahaan. Negara ini telah banyak kehilangan perusahaan-perusahaan besar karena perebutan harta yang sebenarnya bisa diselesaikan jika kita mencari jalan penyelesaian yang lebih baik. Selain daripada itu, setiap umat Islam perlu bersedekah sebagai bekal pahala di akhirat kelak, Jadi, saya lebih suka jika anak-anak saya mencari kekayaan sendiri daripada bergantung dengan saya.
Adakah Sheikh mempunyai banyak masa terluang setelah membagikan kesemua harta?
Seperti yang telah saya kemukakan tadi, saya masih bekerja keras untuk mendapatkan lebih banyak sedekah. Saya telah bekerjasama dengan pelbagai relasi untuk mensukseskan program ini. Menurut biasanya, umat Islam sering membagikan satu per tiga atau sebagian kekayaan mereka untuk bersedekah yang hanya akan diberikan setelah mereka meninggal dunia. Namun, bagi saya, saya ingin memulai sedekah ketika saya masih hidup. Jadi, saya membawa anak-anak saya ke Mekah pada akhir bulan Ramadhan dan memberitahu mereka ide saya. Mereka setuju dengan ide tersebut. Saya meminta bantuan kepada lembaga-lembaga yang berkaitan dalam membagikan semua harta saya termasuk saham dan juga kekayaan kepada anak-anak dan juga untuk didermakan. Kesemua anak-anak saya puas hatinya dengan inisiatif saya dan mereka kini sedang mengurus segala harta yang saya berikan kepada mereka.
Berapa banyak harta yang dibagikan kepada anak-anak dan juga untuk didermakan?
Beliau tergelak tanpa memberi jawaban apapun.
Apakah perasaan Sheikh terhadap semua program yang sedang dijalankan?
Saya ingin menegaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang saya ambil sebelum melakukan se
mbarang kerjasama. Eksperimen yang saya lakukan terhadap pertukaran uang adalah salah satu daripada sebab mengapa saya mendirikan bank. Ketiadaan bank Islam juga menjadi di antara sebab mengapa saya mulai mendirikan Bank Al-Rajhi, yang kini merupakan bank Islam terbesar di dunia. Saya mulai eksperimen saya dengan membuka kantor di Britain di mana kami mulai memperkenalkan sistem perbankan Islam ke tingkat yang lebih besar. Eksperimen tersebut kemudian berkembang dan mulai mendapat sokongan dari ulama-ulama Saudi ketika itu. Saya masih ingat bagaimana permohonan saya untuk mendapatkan izin untuk membuka bank tidak diterima pada awalnya. Ini adalah karena pihak British tidak memahami apa-apa tentang sistem perbankan Islam. Saya kemudian pergi ke London dan berjumpa dengan Pengurus Bank of England dan dua daripada pegawai utama beliau. Saya memberitahu mereka bahwa penggunaan bunga adalah haram bagi Islam dan juga Kristen dan kebanyakan dari mereka sanggup menyimpan uang mereka di dalam kotak di rumah daripada menyimpan di dalam bank. Saya coba untuk meyakinkan mereka bahwa (jika mereka mulai membuka bank Islam) akan mampu menaikkan taraf ekonomi dunia. Mereka akhirnya setuju untuk mulai membuka bank-bank Islam. Saya kemudian mulai berkeliling ke seluruh dunia di bagian Timur dan Barat, dan berjumpa dengan ketua-ketua bank negara di beberapa buah negara dan memberitahu mereka bagaimana ciri-ciri yang terdapat dalam dunia ekonomi Islam. Kami mulai bekerja dan mencapai keberhasilan di negara-negara Arab dan melaksanakan perbankan Islam di London, saya kemudian berjumpa dengan Mufti Besar Sheikh Abdul Aziz bin Baz dan Sheikh Abdullah bin Humaid, dan memberitahu mereka tentang rencana saya bahwa: ‘Kita mampu, dengan izin Allah, memajukan perbankan Islam. Mereka memuji saya atas inisiatif yang saya jalankan. Dari situlah kami mula mengusahakan Bank Al-Rajhi seperti apa yang anda dapat lihat hari ini. Untuk projek Lahan Perikanan Al-Watania pula, saya mulai mendapat inspirasi untuk menjalankan projek tersebut ketika mengunjungi lahan peternakan di luar negeri. Saya jumpai bahwa cara mereka menyembelih adalah salah. Saya kemudian mengambil keputusan untuk bekerja sama dalam bidang ternak atas nama Islam dan negara. Saya tetap menjalankan projek tersebut walaupun membuat kerjasama dalam industri peternakan adalah sesuatu yang agak beresiko pada waktu itu. Kini, Al-Watania telah menjadi salah satu projek raksasa di Saudi. Perusahaan tersebut mendapat 40 persen dari saham di negara-negara Arab, dan ayam-ayam Al-Watania diberikan makanan yang cukup dan disembelih dengan cara yang halal menurut undang-undang syariah.
Walaupun dengan semua kekayaan yang dimiliki, mengapa syeikh tidak mempunyai satu pun kapal terbang sendiri?
Saya ada banyak kapal terbang, tetapi semuanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan penerbangan tertentu. Saya memilikinya setiap kali saya membayar tiket penerbangan untuk ke setiap tujuan (becanda). Saya sering terbang dengan kadar kelas ekonomi karena Allah tidak memberikan kita harta untuk dibuang-buang.
Bagaimana pula dengan hobi syeikh?
Saya tidak mempunyai hobi yang khusus. Tapi, saya suka berkeliling di padang pasir. Saya tidak pernah mengambil cuti liburan di negara-negara lain selain dari Saudi.
Ketepatan waktu Al-Rajhi
Wawancara ini telah menunjukkan bagaimana disiplin Al-Rajhi dalam menepati waktu. “Pada awal karir saya dalam industri, saya mempunyai beberapa pertemuan dengan beberapa perusahaan besar di Eropa. Saya masih ingat kisah di mana saya terlambat selama beberapa menit dalam satu pertemuan dengan salah seorang pegawai besar sebuah perusahaan. Walaupun hanya beberapa menit, beliau tidak mau meneruskan pertemuan tersebut. Selepas kejadian tersebut, setelah proyek kami mulai berkembang, pegawai yang sama pula lambat untuk berjumpa dengan saya, jadi, saya pula yang tidak mau meneruskan pertemuan tersebut. Saya sering membawa kertas untuk menulis segala pertemuan dan urusan dan selalu memastikan agar saya sering menepati janji walau apapun.”
Al-Rajhi berkata lagi: Saya amat menepati segala perkara yang diterapkan dalam Islam sepanjang hidup saya. Saya pernah mendapat undangan dari kerajaan Arab untuk menghadiri satu persidangan yang berkaitan dengan kerjasama Kemudian, dalam persidangan yang sama, saya diundang jamuan makan malam mereka, saya jumpai bahwa antara kegiatan yang dijalankan saat undangan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Saya kemudian keluar dari tempat. Kemudian, Abdul Aziz Al-Ghorair dari UAE turut serta bersama saya. Tidak lama sesudah itu, menteri yang bertanggungjawab terhadap acara tersebut datang kepada kami dan kami mulai menerangkan kepada beliau bahwa acara yang dijalankan di tempat tersebut bertentangan dengan budaya Islam. Beliau kemudian berkata bahwa acara-acara di tempat tersebut akan dibatalkan. Ketika mereka membatalkan acara tersebut, kami kembali mengikuti acara tersebut.
Penyelesaian Masalah
Al-Rajhi berkata: Pada satu waktu, salah satu daripada kilang yang diurus oleh anak saya habis dijilat api. Ketika dia datang untuk memberitahukan masalah tersebut kepada saya, saya katakan: Sebut Alhamdulillah. Saya meminta anak saya agar tidak membuat sembarang laporan tentang kerugian yang dialami untuk meminta anggaran daripada pihak berkuasa. Sebaliknya, anggaran yang diberikan oleh Allah adalah lebih penting bagi kita. Assam Al-Hodaithy, Pengurus Keuangan perusahaan Peternakan Al-Watania berkata: “Ketika kilang tersebut terbakar, kami telah membuat keputusan untuk tidak menyakiti hati Al-Rajhi dengan memberitahu beliau tentang apa yang terjadi. Kami kemudian berjumpa dengan beliau keesokan harinya dan memberitahu akan perkara yang terjadi, beliau mengarahkan kami untuk berpindah ke tempat lain dan membersihkan segala kerusakan sehingga semuanya diperbaiki.” Perkara yang sama terjadi di satu lagi projek Al-Watania di Mesir. Perusahaan tersebut kerugian kira-kira SR10 juta Pound Mesir. Ketika pegawai projek tersebut menghubungi Al-Rajhi untuk memberitahu masalah tersebut, beliau terkejut ketika Al-Rajhi menjawab dengan menyebut: “Alhamdulillah.” –

Read more...
Wednesday, 5 September 2012

Yogi Ahmad Erlangga, Pemecah Persamaan Helmholtz

0 comments
Dosen muda Jurusan Teknik Penerbangan ITB, Yogi Ahmad Erlangga, tak menyangka, desertasi doktoralnya di Delft University of Technology Belanda bakal mendapat sambutan meriah. Dalam desertasinya, dia membahas masalah getaran struktur pesawat yang ditimbulkan oleh kerja mesin maupun faktor lain. Getaran ini perlu diukur untuk mendapatkan informasi soal kekuatan badan pesawat.

Dalam penelitiannya itu, Yogi berhasil memecahkan persamaan matematika yang selama ini sulit dipecahkan. Persamaan itu bernama Persamaan Helmholtz. Penyelia dan pembimbing program doktoral Yogi yang bernama Dr Ir Kees Vuik pun memberi sanjungan atas keberhasilan itu. Dia menyebut Yogi telah berhasil menyelesaikan problem yang telah coba dipecahkan selama 30 tahun.

Berkat temuan Yogi, metode perhitungan komputer yang mempergunakan persamaan tersebut menjadi lebih mudah dilakukan. Temuan ini pun menjadikan reputasi Yogi di kalangan saintis dan matematikawan dunia menanjak.

Institusi riset dunia banyak memintanya datang sebagai peneliti tamu. Saat ini Yogi masih berada di Kanada dan mondar-mandir ke sejumlah kota di Amerika Serikat untuk mempresentasikan temuannya itu dengan disponsori Society Exploration of Geophysics (SEG).

Yang membuat Yogi heran, temuannya itu justru mendapat sambutan lebih antusias dari dunia perminyakan. Padahal, objek yang ditelitinya sama sekali tidak terkait dengan dunia tersebut. Usut punya usut, ternyata temuan Yogi itu bisa mempermudah proses pengukuran dalam pencarian sumber-sumber minyak, atau juga dikenal sebagai proses seismik.  ”Saya hanya diberi tahu bahwa berdasarkan pemecahan itu, satu proses komputasi seismik bisa menjadi 100 kali lebih cepat,” ungkap dia. Saat berkesempatan pulang ke Tanah Air, keheranan itu kemudian diceritakan Yogi kepada rekannya sesama dosen muda di Teknik Penerbangan ITB, Khairul Ummah. Selain sebagai dosen manajemen transportasi udara, pria yang biasa disapa Khoirul ini juga banyak menggeluti dunia teknologi komunikasi dan informasi.

Khairul bersama beberapa koleganya dari kalangan matematikawan serta ahli geofisika dan teknik informatika kemudian mencoba mencari tahu hubungan temuan Yogi dengan proses seismik yang selama ini berjalan. Mereka kemudian menemukan jawaban bahwa sebenarnya, selama ini proses seismik di dunia perminyakan masih terkendala sulitnya proses pemecahan Persamaan Helmholtz.

Selanjutnya Khairul mengungkapkan bahwa proses seismik saat ini sedang mengubah proses penghitungan data berbasis waktu menjadi proses yang berbasis frekuensi gelombang. Biasanya, pencarian sumber-sumber minyak dilakukan dengan cara ‘mengukur’ perut bumi. Pengukuran dilakukan dengan mengirimkan sinyal berupa getaran. Saat ini, kebanyakan survei seismik dilakukan secara dua dimensi (2D). Gelombang yang dikirim ke perut bumi, pantulannya diterima kembali di permukaan.

Kalangan industri minyak sebenarnya bermimpi untuk bisa menemukan metode yang lebih baik, yakni agar bumi dapat di-scan lebih cepat dalam blok-blok tiga dimensi (3D). Sayangnya, kemampuan komputer canggih kini tersedia belum bisa mendukung perhitungan matematisnya yang rumit.

Mulanya, perhitungan dalam survei seismik dilakukan berbasiskan waktu rambatan dan pantulan gelombang. Cuma, proses penghitungan berdasarkan waktu, sekarang dirasakan oleh dunia perminyakan masih memiliki beberapa kelemahan. Mereka menganggap informasi yang diperoleh dari proses ini belum maksimal. Para ahli seismik pun kemudian mencoba mengembangkan metode baru berbasis waktu ini dengan basis frekuensi gelombang. Cara ini dianggap bisa memberikan informasi yang lebih lengkap dan lebih maksimal.

”Proses seismik berbasis frekuensi ini sebenarnya bukan hal baru dalam dunia perminyakan,” tutur Khairul. Cuma, kata dia, proses seismik berbasis frekuensi ini selalu terkendala oleh rumitnya proses penghitungan data di komputer. Menurut dia, penghitungan data proses seismik berbasis frekuensi tetap saja sulit dilakukan meski mengandalkan komputer berkemampuan sangat tinggi atau sering disebut super komputer.

Temuan putera pasangan Mohamad Isis dan Euis Aryati ini, menurut Khairul, bisa membuat perhitungan yang tak terpecahkan super komputer menjadi bisa terselesaikan hanya dengan komputer biasa. ”Tapi harus diakui, tidak mudah untuk langsung bisa memahami dan mengaplikasikan temuan Yogi ini,” tutur dia.

Berdasar temuan dan dengan arahan Yogi, Khairul bersama tim kecilnya sekarang terus berimprovisasi untuk mengembangkan pengukuran yang lebih andal dalam proses eksplorasi sumber-sumber minyak di perut bumi. Tim kecil bernama Waveform Inversion (Waviv) ini rencananya akan terus mengembangkan temuan berdasar temuan Yogi. Keuntungan hasil pemikiran Yogi, menurut dia, adalah penghematan memori komputasi dalam penghitungan data-data seismik. Khairul meyakini, metode yang dikembangkannya kini bisa mengambarkan isi perut bumi secara lebih mudah, murah, cepat dan akurat. Tak hanya itu, menurut dia, metodenya juga tetap andal meski perut bumi yang diukurnya memiliki struktur yang kompleks.

Dia pun mengungkapkan bahwa hasil penelitian Yogi ini tak hanya bisa digunakan di dunia perminyakan tapi juga bisa dikembangkan untuk dunia kedokteran. Proses CT scan maupun USG dalam dunia medis bisa sangat terbantu oleh penelitian tersebut. ”Insya Allah ke depan, kami pun akan riset ke arah itu,” ungkap Khairul.

Read more...
Tuesday, 5 June 2012

Pidato Hasyim Muzadi terkait Ahmadiyah, GKI Yasmin, Lady Gaga, Irshad Manji dan HAM

2 comments
Pidato mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH HAsyim Muzadi beredar luas melalui pesan berantai BlackBerry Messenger dan media sosial seperti Facebook dan blog.

Pidato yang heboh itu berisi pandangan mantan pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu mengenai sejumlah isu kontroversial seperti Ahmadiyah, toleransi antarumat beragama, Gereja Yasmin, Lady Gaga, Irshad Manji, dan perkawinan sejenis.

Hasyim Muzadi sendiri telah mengonfirmasikan isi pidato ini.
Berikut selengkapnya isi pesan BBM mengenai pidato Hasyim Muzadi:
KH. Hasyim Muzadi, Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) & Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) & Mantan Ketum PBNU  ttg tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva :
"Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti krn laporan dr dlm negeri Indonesia. Slm berkeliling dunia, saya blm menemukan negara muslim mana pun yg setoleran Indonesia.

Klau yg dipakai ukuran adl masalah AHMADIYAH, memang krn Ahmadiyah menyimpang dr pokok ajaran Islam, namun sll menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tdk dipersoalkan oleh umat Islam.

Kalau yg jadi ukuran adl GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tdk ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia utk kepentingan lain drpd masalahnya selesai.

Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adl lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tp di Kupang (Batuplat) pendirian masjid jg sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu mlkkan mediasi.

Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana yg ingin tata nilainya dirusak, kecuali mrk yg ingn menjual bangsanya sendiri utk kebanggaan Intelektualisme Kosong ?

Kalau ukurannya HAM, lalu di iPapua knp TNI / Polri / Imam Masjid berguguran tdk ada yg bicara HAM ?Indonesia lbh baik toleransinya dr Swiss yg sampai skrg tdk memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dr Perancis yg masih mempersoalkan Jilbab, lbh baik dr Denmark, Swedia dan Norwegia, yg tdk menghormati agama, krn disana ada UU Perkawiman Sejenis. Agama mana yg memperkenankan perkawinan sejenis ?!

Akhir'a kmbl kpd bngsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yg hrs sadar dan tegas, membedakan mana HAM yg benar (humanisme) dan mana yg sekedar Weternisme".

Saya sendiri tidak menyangka bahwa Hasyim Muzadi yang dikenal kalem itu berpidato seperti itu. Tentu ada penyebab mengapa Hasyim Muzadi sampai berbicara begitu gamblang seperti itu. Menurut pendapat saya, seperti yang sudah disampaikan sendiri oleh beliau yaitu adanya tuduhan intoleransi agama di Indonesia pada Sidang Universal Periodic Review (UPR) Dewan HAM PBB di Jenewa. Yang menjadi pertanyaan saya terkait sidang HAM ini, apakah ada yang mengeluhkan sikap Amerika Serikat yang mengembargo minyak Iran sehingga menyebabkan kesulitan ekonomi sekitar 70 juta rakyat Iran karena harga barang -barang melambung tinggi. Tidak hanya Iran saja yang terkena imbasnya tetapi juga penduduk negara yang tidak punya cadangan minyak terkena getahnya.

Read more...
Wednesday, 29 June 2011

Abdullah Hehamahua: Korupsi Diawali Pembiaran Terhadap Hal Kecil

0 comments
Abdullah Hehamahua: Korupsi Diawali Pembiaran Terhadap Hal Kecil
Jakarta - Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru diangkat Abdullah Hehamahua dikenal lurus. Jangankan menerima amplop. Makan, minum dan antar jemput yang ditawarkan panitia acara pun kerap ditolaknya.

Menurut dia, banyak kasus korupsi yang terjadi karena pembiaran terhadap pemberian hal-hal kecil seperti itu. Berikut wawancara pria yang sudah dua kali menjadi penasihat KPK, di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/3/2009).

Selama ini Bapak dikenal sangat bersahaja, bahkan enggan menerima pemberian makan atau minum dan antar jemput oleh panitia acara yang mengundang, kenapa?

Pertama saya ditakdirkan sudah membaca berulang-ulang dimana ada hadis yang sangat keras bahwa, daging yang dihasilkan dari makanan dan minuman yang haram, layak ditempatkan di neraka. Menerima hal-hal seperti itu saya anggap haram.

Selain itu, dalam kode etik KPK, tidak boleh menerima apapun dari pihak diluar KPK, apakah itu makanan itu minuman. Karena KPK dalam menjalankan tugasnya menggunakan APBN, jadi kalau terima dari pihak lain, khususnya pemda, itu tidak diperbolehkan.

Bagaimana cara Bapak menolak setiap pemberian yang ditawarkan?


Pertama dengan cara halus, bahkan kalau perlu dengan cara kasar.

Kasar seperti apa Pak?

Dulu saya masih di KPKPN (Komisi Pemeriksa Kekayaan Pejabat Negara), saya pernah memeriksa kekayaan salah seorang anggota DPRD di Lampung. Setelah saya periksa, dia ngajak salaman dan kasih amplop. Terus saya bilang tidak, tapi dia terus memaksa, akhirnya saya sempat tinju pundaknya dan saya bilang 'kalau Anda tidak ambil sekarang saya akan adukan ke polisi'.

Kalau cara halus?


Misalnya maaf saya sudah dapat anggaran dari KPK, KPK anggarannya APBN, itu uang rakyat. Kalau saya terima lagi uang Anda berati itu uang rakyat.

Bagaimana reaksinya?

Pertamanya mereka kaget, tapi lama-lama bisa menerima. Hal-hal kecil seperti itu, dianggap hal biasa. Namun dalam beberapa kasus korupsi, diawali dari beberapa pembiaran terhadap hal-hal kecil.

Bagaimana cara memperbaiki korupsi di pemerintahan kita?


Itu harus disertai dengan perbaikan sistem. Kadang, kalau dia tidak berniat menerima suap tapi kesempatan itu selalu datang, ia akan terus menerima.

Sebagai penasihat KPK kan gaji Bapak cukup besar, bagaimana cara Bapak menahan diri untuk terus sederhana?

Saya sarjana eksakta. Kalau saya to the point saja, fungsi rumah kan untuk berteduh jadi saya buat rumah yang penting buat berteduh, kamarnya pun disesuaikan dengan kebutuhan. Gaji saya pun saya bagi untuk kebutuhan anak istri, anak yatim piatu, jadi sudah ada pos-posnya.

Ada tips agar para pejabat tidak terus korup?

Saya berfikir bahwa dalam persoalan materi kita harus lihat ke bawah, kalau dalam soal ibadah kita harus lihat ke atas. Kalau cuman naik motor beruntung masih ada di bawah saya yang naik sepeda. Tapi kalau ibadah, lihat ke atas.

Apa yang akan Bapak lakukan setelah dilantik?

Saya kira memastikan stamina KPK dari pimpinan sampai bawah tetap solid sehingga tidak hanya melaksanakan rutinitas saja tapi kepada hal-hal yang strategis. Salah satunya dengan menegakkan sistem. Jadi begitu ditangkap dari satu instansi tidak akan ada lagi yang akan ditangkap.

Selama ini kan pasti KPK mendapat banyak tekanan-tekanan dari berbagai pihak, bagaimana cara Bapak memberi nasihat pada pimpinan dan bawahannya untuk mengatasi tekanan tersebut?

Karena saya sebagai penasihat tugasnya memberi masukan dan pendapat. Diminta atau tidak, saya dalam seminggu 2 kali pada Senin dan Jumat, selalu mengirimkan email pada seluruh karyawan KPK untuk memberikan nasihat jika ada yang mengalami masalah.

Masalah seperti apa?


Misalkan ada problem pada penyelidik atau penyidik kita. Mereka yang beragama Islam mengalami problem tidak boleh membuka aib seseorang di muka umum. Saya katakan, yang namanya tidak boleh membuka aib itu yang kalau menyangkut pribadi dia, misalnya yang menyangkut hubungan dia dengan keluarganya. Tapi kalau yang menyangkut kehidupan orang banyak itu wajib diberikan informasi. Seperti pendidikan, energi, informasi, dan pendidikan itu penting.

Hingga kini kan RUU Pengadilan Tipikor belum disahkan, padahal keberadaannya sangat penting bagi KPK, bagaimana cara Bapak untuk mendorong RUU Pengadilan Tipikor?


Saya selalu menjelaskan kenapa pentingnya pengadilan tipikor itu. Nah pengadilan tipikor itu disalahpahami seakan-akan melanggar UUD 1945, karena di peradilan itu hanya ada pengadilan agama, peradilan TUN dan peradilan militer, dan peradilan umum. Padahal sebenarnya, Pengadilan Tipikor ada di bawah peradilan umum.

Selain itu, hakim adhoc dan hakim karier di peradilan Tipikor kita harapkan punya suasana berbeda dengan peradilan umum. Sama halnya dengan kualitas antara polisi dan jaksa di kepolisian dan kejaksaan itu tidak berbeda dengan yang di KPK. Tapi karena di KPK suasanannya itu berbeda, maka ketika mereka di sini lebih energik.

detiknews.com
Read more...
Sunday, 3 April 2011

Mohammad Natsir (1908-1993)

0 comments
Mohammad Natsir adalah seorang tokoh kunci dan pejuang yang gigih mempertahankan negara kesatuan RI, yang sekarang menjadi pembicaraan hangat karena melemahnya rasa kesatuan bangsa sebagai akibat reformasi yang kebablasan. Berkali-kali dia menyelamatkan Republik dari ancaman perpecahan. Ia lah yang pada tahun 1949 berhasil membujuk Syafruddin Prawiranegara, yang bersama Sudirman merasa tersinggung dengan perundingan Rum-Royen, untuk kembali ke Jogya dan menyerahkan pemerintahan kembali kepada Sukarno Hatta. Dia jugalah kemudian yang berhasil melunakkan tokoh Aceh, Daud Beureuh yang menolak bergabung dengan Sumatera Utara pada tahun 1950, terutama karena keyakinan Daud Beureuh akan kesalehan Natsir, sikap pribadi yang tetap dipegang teguh sampai akhir hayatnya. Natsir juga seorang tokoh pendidik, pembela rakyat kecil dan negarawan terkemuka di Indonesia pada abad kedua puluh. Kemudian ketika kegiatan politiknya dihambat oleh penguasa, dia berjuang melalui dakwah dengan membentuk Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dimana dia berkiprah sampai akhir hayatnya membangun masyarakat di kota-kota dan pedalaman terpencil.

Natsir dilahirkan di Alahan Panjang, Solok pada tanggal 17 Juli 1908. Kedua orang tuanya berasal dari Maninjau. Ayahnya Idris Sutan Saripado adalah pegawai pemerintah dan pernah menjadi Asisten Demang di Bonjol. Natsir adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Dia kemudian diangkat menjadi penghulu atau kepala suku Piliang dengan gelar Datuk Sinaro Panjang di Pasar Maninjau.

Natsir pada mulanya sekolah di Sekolah Dasar pemerintah di Maninjau, kemudian HIS pemerintah di Solok, HIS Adabiyah di Padang, HIS Solok dan kembali HIS pemerintah di Padang. Natsir kemudian meneruskan studinya di Mulo Padang, seterusnya AMS A 2 (SMA jurusan Sastra Barat) di Bandung. Walaupun akan mendapatkan beasiswa seperti di Mulo dan AMS untuk belajar di Fakultas Hukum di Jakarta atau Fakultas Ekonomi di Rotterdam, dia tidak melanjutkan studinya dan lebih tertarik pada perjuangan Islam.

Pendidikan agama mulanya diperoleh dari orang tuanya, kemudian ia masuk Madrasah Diniyah di Solok pada sore hari dan belajar mengaji Al Qur’an pada malam hari di surau. Pengetahuan agamanya bertambah dalam di Bandung ketika dia berguru kepada ustaz Abbas Hasan, tokoh Persatuan Islam di Bandung. Kepribadian A Hasan dan tokoh-tokoh lainnya yang hidup sederhana, rapi dalam bekerja, alim dan tajam argumentasinya dan berani mengemukakan pendapat tampaknya cukup berpengaruh pada kepribadian Natsir kemudian. Natsir mendalami Islam, bukan hanya mengenai teologi (tauhid), ilmu fiqih (syari’ah), tafsir dan hadis semata, tetapi juga filsafat, sejarah, kebudayaan dan politik Islam. Di samping itu ia juga belajar dari H. Agus Salim, Syekh Ahmad Soorkati, HOS Cokroaminoto dan A.M. Sangaji, tokoh-tokoh Islam terkemuka pada waktu itu, beberapa di antaranya adalah tokoh pembaharu Islam yang mengikuti pemikiran Mohammad Abduh di Mesir. Pengalaman ini semua memperkokoh keyakinan Natsir untuk berjuang dalam menegakkan agama Islam.

Pengalaman organisasinya mulai ketika dia masuk Jong Islamieten Bond (JIB) di Padang. Di Bandung dia menjadi wakil ketua JIB pada 1929-1932, menjadi ketua Partai Islam Indonesia cabang Bandung, dan pada tahun empat puluhan menjadi anggota Majlis Islam A’la Indonesia (MIAI), cikal bakal partai Islam Masyumi (Majlis Syura Muslimin Indonesia) yang kemudian dipimpinnya. Ia menjalin hubungan dengan tokoh politik seperti Wiwoho yang terkenal dengan mosinya “Indonesia Berparlemen” kepada pemerintah Belanda, dengan Sukarno, dan tokoh politik Islam lainnya yang kemudian menjadi tokoh Masyumi, seperti Kasman Singodimejo, Yusuf Wibisono dan Mohammad Roem.

Berbeda dengan tokoh pergerakan lainnya, sejak semula Natsir juga bergerak di bidang dakwah untuk membina kader. Pada mulanya ia aktif dalam pendidikan agama di Bandung, kemudian mendirikan lembaga Pendidikan Islam (Pendis) yang mengasuh sekolah dari TK, HIS, Mulo dan Kweekschool yang dipimpinnya 1932-1942. Di samping itu ia rajin menulis artikel di majalah terkemuka, seperti Panji Islam, Al Manar, Pembela Islam dan Pedoman Masyarakat. Dalam tulisannya dia membela dan mempertahankan Islam dari serangan kaum nasionalis yang kurang mengerti Islam seperti Ir. Sukarno dan Dr. Sutomo. Khusus dengan Sukarno, Natsir terlibat polemik hebat dan panjang antara tahun 1936-1940an tentang bentuk dan dasar negara Indonesia yang akan didirikan. Natsir menolak ide sekularisasi dan westernisasi ala Turki di bawah Kemal Attaturk dan mempertahankan ide kesatuan agama dan negara. Tulisan-tulisannya yang mengeritik pandangan nasionalis sekuler Sukarno ini kemudian dibukukan bersama tulisan lainnya dalam dua jilid buku Capita Selecta.

Kegiatan politik Natsir menonjol sesudah dibukanya kesempatan mendirikan partai politik pada bulan November 1945. Bersama tokoh-tokoh Islam lainnya seperti Sukiman dan Roem, dia mendirikan partai Islam Masyumi, menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan anggota Badan Pekerja KNIP. Dalam kabinet Syahrir I dan II (1946-1947) dan dalam kabinet Hatta 1948 Natsir ditujuk sebagai Menteri Penerangan. Sebagai menteri, tanpa rasa rendah diri dia menerima tamunya di kantor menteri dengan pakaian amat sederhana, ditambal, sebagaimana ditulis kemudian oleh Prof. George Kahin, seorang ahli sejarah Indonesia berkebangsaan Amerika yang waktu itu mengunjunginya di Yogya.

Ketika terbentuknya negara RIS sebagai hasil perjanjian KMB pada akhir Desember 1949, Natsir memelopori kembali ke negara kesatuan RI dengan mengajukan Mosi Integral kepada parlemen RIS pada tanggal 3 April 1950. Bersama dengan Hatta yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri RIS, ide ini tercapai dengan dibentuknya negara kesatuan RI pada 17 Agustus 1950. Mungkin atas jasanya itu, Natsir ditunjuk sebagai Perdana Menteri oleh Sukarno, atau juga karena pengaruhnya yang besar, sebagaimana kemudian terlihat dari hasil Pemilu 1955..

Tidaklah mudah menjadi Perdana Menteri dalam keadaan sulit ketika itu. Hampir di semua daerah terdapat perasaan bergalau akibat perang yang menimbulkan rasa ketidak-puasan di mana-mana. Beberapa tokoh yang selama ini berjuang untuk Republik berontak, seperti Kartosuwiryo dan kemudian Kahar Muzakkar. Pengikut RMS dan Andi Azis yang berontak ke pada Hatta masih belum tertangani. MMC (Merapi Merbabu Complex) yang beraliran komunis berontak di Jawa Tengah. Daud Beureuh menolak menggabungkan Aceh ke dalam propinsi Sumatera Utara. Walaupun kemudian Natsir pada bulan Januari 1951 berhasil membujuk Daud Beureuh yang sengaja berkunjung ke Aceh sesudah Assaat dan Syafruddin gagal meyakinkannya, namun Daud Beureuh meninggalkan pemerintahan dan pulang kekampungnya di Pidie. Dengan berat hati Natsir terpaksa membekukan DPR Sumatera Tengah dan mengangkat gubernur Ruslan Mulyoharjo sebagai gubernur. Dalam waktunya yang pendek (September 1950-April 51) Natsir membawa RI dari suasana revolusi ke suasana tertib sipil dan meletakkan dasar politik demokrasi dengan menghadapi bermacam kendala, termasuk perbedaan pendapat dengan Sukarno dan partainya PNI.

Sesudah meletakkan jabatannya di pemerintahan, Natsir aktif dalam perjuangan membangun bangsa melalui partai dan menjadi anggota parlemen. Pada pemilihan umum 1955 Partai Islam Masyumi yang dipimpinnya mendapat suara kedua terbanyak sesudah PNI walaupun memperoleh kursi yang sama dengan PNI. Pada sidang-sidang konstituante antara 1956-1957 dengan gigih dia mempertahankan pendiriannya untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara. Sebelum sidang konstituante ini berhasil menetapkan Anggaran Dasar Negara, Sukarno memaklumkan kembali ke UUD 1945 dan membubarkan parlemen serta konstituante hasil pemilu. Natsir menjadi penantang ide dan politik Sukarno yang gigih dan teguh.

Penantangannya kepada Sukarno terutama karena Sukarno kemudian berubah menjadi pemimpin yang otoriter dan menggenggam kekuasaan di tangannya sendiri dengan bekerjasama dengan Partai Komunis Indonesia dan partai lain yang mau menuruti kemauan Sukarno. Bukan saja Natsir, Hatta pun malah juga terdesak. Hatta meletakkan jabatannya sebagai usaha mengembalikan presiden Sukarno ke jalur yang benar, tapi hal itu malah makin membuat Sukarno leluasa. Natsir makin terjepit karena pengaruh PKI yang anti Islam.

Pergolakan politik akibat perebutan hegemoni Islam dan non Islam yang mencuat secara demokratis di parlemen diikuti pula oleh kekisruhan ekonomi dan politik secara tidak terkontrol di luar parlemen. Hal ini berujung dengan munculnya kegiatan kedaerahan yang berpuncak pada pemberontakan daerah dan PRRI pada tahun 1958. Natsir yang dimusuhi Sukarno bersama Sjafruddin Prawiranegara dan Burhanuddin Harahap melarikan diri dari Jakarta dan ikut terlibat dalam gerakan itu. Karena itu partai Masyumi dan PSI Syahrir dipaksa membubarkan diri oleh Sukarno.

Ketika PRRI berakhir dengan pemberian amnesti, Natsir bersama tokoh lainnya kembali, namun kemudian ia dikarantina di Batu, Jawa Timur (1960-62), kemudian di Rumah Tahanan Militer Jakarta sampai dibebaskan oleh pemerintahan Suharto tahun 1966. Ia dibebaskan tanpa pengadilan dan satu tuduhanpun kepadanya.

Walaupun tidak lagi dipakai secara formal, Natsir tetap mempunyai pengaruh dan menyumbang bagi kepentingan bangsa, misalnya ikut membantu pemulihan hubungan Indonesia dengan Malaysia. Melalui hubungan baiknya, Natsir menulis surat pribadi kepada Perdana Menteri Malaysia Tungku Abdul Rahman guna mengakhiri konfrontasi Indonesia-Malaysia yang kemudian segera terwujud.

Karena tidak mungkin lagi terjun ke politik, Natsir mengalihkan kegiatannya, berdakwah melalui perbuatan nyata dalam memperbaiki kehidupan masyarakat. Pada tahun 1967 dia mendirikan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang aktif dalam gerakan amal. Lembaga ini dengan Natsir sebagai tokoh sentral, aktif berdakwah bukan saja kepada masyarakat dan para mahasiswa di Jakarta dan kota lainnya, tapi juga di daerah terasing, membantu pendirian rumah sakit Islam dan pembangunan mesjid, dan mengirim mahasiswa tugas belajar mendalami Islam di Timur Tengah. Bahkan di antara mahasiswa ini kemudian menjadi tokoh nasional yang religius seperti Amien Rais Yusril Ihza Mahendra, dan Nurchalis Majid, di antara beberapa tokoh penggerak orde reformasi yang mengganti orde Suharto. Kegiatan dakwahnya ini telah menyebabkan hubungannya dengan masyarakat luas tetap terpelihara, hidup terus sebagai pemimpin informal. Kegiatan ini juga membawa Natsir menjadi tokoh Islam terkenal di dunia internasional dengan menjadi Wakil Presiden Kongres Islam se dunia (Muktamar Alam Islami) yang berkedudukan di Karachi (1967)dan anggota Rabithah Alam Islami (1969) dan anggota pendiri Dewan Masjid se Dunia (1976) yang berkedudukan di Mekkah. Di samping bantuan para simpatisannya di dalam negeri, badan-badan dunia ini kemudian banyak membantu gerakan amal DDII, termasuk pembangunan Rumah Sakit Islam di beberapa tempat di Indonesia. Pada tahun 1987 Natsir menjadi anggota Dewan Pendiri The Oxford Center for Islamic Studies, London.

Namun kebebasannya hilang kembali karena ia ikut terlibat dalam kelompok petisi 50 yang mengeritik Suharto pada tahun 1980. Ia dicekal dalam semua kegiatan, termasuk bepergian ke luar negeri. Sejak itu Natsir aktif mengendalikan kegiatan dakwah di kantor Dewan Dakwah Salemba Jakarta yang sekalian berfungsi sebagai masjid dan pusat kegiatan diskusi, serta terus menerus menerima tamu mengenai kegiatan Islam.

Atas segala jasa dan kegiatannya pada tahun 1957 Natsir memperoleh bintang kehormatan dari Republik Tunisia untuk perjuangannya membantu kemerdekaaan Negara-negara Islam di Afrika Utara. Tahun 1967 dia mendapat gelar Doktor HC dari Universitas Islam Libanon dalam bidang politik Islam, menerima Faisal Award dari kerajaan Saudi Arabia pada tahun 1980 untuk pengabdiannya pada Islam dan Dr HC dari Universitas Sains dan Teknologi Malaysia pada tahun 1991 dalam bidang pemikiran Islam.

Pada tanggal 7 Februari 1993 Natsir meninggal dunia di Jakarta dan dikuburkan di TPU Karet, Tanah Abang. Ucapan belasungkawa datang tidak saja dari simpatisannya di dalam negeri yang sebagian ikut mengantar jenazahnya ke pembaringan terakhir, tapi juga dari luar negeri, termasuk mantan Perdana Menteri Jepang, Takeo Fukuda yang mengirim surat duka kepada keluarga almarhum dan bangsa Indonesia

Walaupun telah tiada, buah karya dan pemikirannya dapat dibaca dari puluhan tulisannya yang sudah beredar, mulai dari bidang politik, agama dan sosial, di samping lembaga-lembaga amal yang didirikannya. Perkawinannya dengan Nur Nahar, aktifis JIB pada tahun 1934 di Bandung telah memberinya enam orang anak.


DAFTAR KEPUSTAKAAN


Ahmad Syafi'i Ma'arif, Peta Bumi Intelektualisme Islam di Indonesia, (Bandung : Mizan, 1993)
Ajib Rosidi, M. Natsir, Sebuah Biografi, (Jakarta : Girimukti Pasaka, 1990)
Anwar Harjono, et-al., Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir, (Jakarta : Pustaka Firdaus, 1996)
Lukman Harun, "Hari-Hari Terakhir PDRI" dalam Endang Saifuddin Anshari dan Amin Rais, Pak Natsir 80 Tahun, Pandangan dan Penilaian Generasi Muda, (Jakarta : Media Dakwah, 1988)
Mohammad Natsir, “Politik Melalui Jalur Dakwah” dalam Memoar Senarai Kiprah Sejarah,(Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1993)
Mohammad Natsir, Pendidikan, Pengorbanan, Kepemimpinan, Primordialisme dan Nostalgia, (Jakarta : Media Dakwah, 1987)
Tohir Luth, M.Natsir, Dakwah dan pemikirannya, (Jakarta: Gema Insani, 1999)
Yusril Ihza Mahendra, Modernisme Islam dan Demokrasi, Pandangan Politik M.Natsir dalam Islamika No.3, 1994
Yusuf Abdullah Puar, Mohammad Natsir 70 tahun, (Jakarta: Pustaka Antara, 1978) 

Read more...

Prof. Dr. Raden Kasman Singodimejo

4 comments
MEMIMPIN ITU JALAN MENDERITA
HIDUP ITU BERJUANG
Prof Dr Mr. Raden Kasman Singodimedjo. Pernah menjabat Jaksa Agung, Kepala Kehakiman Militer, Menteri Muda Kehakiman, Ketua BPUPKI (Persiapan Kemerdekaan Indonesia) Ketua KNIP (DPR RI Pertama) Beliau seorang yang pemberani dan penegak
kebenaran.

Prof Dr Mr Raden Kasman Singodimejo, tokoh Muhammadiyah kelahiran Kalirejo Purworejo Jawa Tengah 25 Februari 1908 dikenal sederhana, terus terang dan pemberani. “Namanya memang Singodimejo, kenyataannya dia singa di mana-mana,” kata Mohamad.Roem, kawan dekat beliau sejak muda.Suatu hari setelah ceramah di Ternate, Kasman harus menyeberang ke Bitung (Sulawesi Utara) memenuhi undangan di sana. Ketika sampai di tepi laut, tiba-tiba cuaca berubah. Angin besar, ombak laut makin tinggi. Pemilik perahu biasanya tidak berani berlayar, menunggu cuaca baik kembali. Namun tidak tahu kapan cuaca akan baik kembali. Dalam ketidakpastian, Kasman keluar singanya.“Apakah ada nakhoda Muslim yang percaya bahwa hidup dan mati di tangan Allah? Siapa yang bersedia mengantarkan saya dalam keadaan ini ke Bitung?” teriak Kasman. Teriakan itu menularkan keberanian ke hati pemilik kapal. Beberapa orang mengacungkan tangan. Namun karena hanya perlu satu perahu, maka ia memilih salah satu dan terima kasih kepada yang lain. “Kalian juga sudah mendapat pahala.”Dalam buku biografinya: “Hidup Itu Berjuang”, diceritakan ketika dalam tahanan Orde Lama, dia diminta mengakui mengadakan rapat gelap untuk gerakan makar. Kasman menolak karena memang tidak melakukannya. Lalu dikonfrontir dengan Nasuhi, tahanan lain. “Tidakkah Letkol malam itu menjemput Pak Kasman lalu membawanya ke Tengerang?” kata pemeriksa. Nasuhi diam. Pertanyaan itu diulang dan diulang lagi. Tapi Nasuhi tetap diam. “Awas! Letkol diproses verbaal telah mengakuinya,” penyidik mulai menggertak. Nasuhi tetap diam. Suasana senyap.Kasman minta ijin bicara: “Bismillahir rahmanir rahim. Nasuhi kamu kan percaya kepada Allahu Akbar. Jawablah secara jantan. Kamu kan laki-laki. Allah sebagai saksi. Jawab yang lantang supaya kedengaran,” kata Kasman.Nasuhi menjawab: “Saya terpaksa menandatangani proses verbaal. Sebetulnya tidak begitu.” Lalu Kasman menyambung: “Nah, itulah tuan-tuan keadaan yang sebenarnya. Saya sebagai bekas Jaksa Agung, bekas kepala Kehakiman Militer, bekas Menteri Muda Kehakiman, tahu persis semua ini tidak syah.” Kasman lalu berdiri. Dibuangnya kursinya jauh ke belakang, tangannya diangkat lalu berteriak sangat keras dan melotot. “Percuma pemeriksaan semacam ini! Silakan tuan-tuan cabut pistol. Tembak saya! Tembak! Tambak!” Jaksa itu gagal memaksa Kasman. Singanya keluar pada saat yang tepat.Di luar soal “singa”, ada dua pesan Kasman yang patut direnungkan. Pertama: “Hidup itu berjuang”. Kedua: “Jalan pemimpin itu bukan jalan yang mudah. Memimpin itu jalan menderita”. Berjuang dan menderita memang sering menyatu. Kasman tidak hanya bicara tetapi telah menjalaninya berkali-kali.Sejak muda ia terlibat aktif mendirikan republik ini, kemudian melalui Masyumi dan Muhammadiyah berjuang mengisi negeri ini sesuai cita-cita dan prinsip hidupnya. Untuk itu dia rela empat kali masuk penjara. Sekali pada zaman Belanda, tiga kali masa rezim Orde Lama. Tapi dia tetap bahagia. “Bahagia dalam keluarga, bahagia karena hidup punya cita-cita,” kata Pak Roem. Karena “hidup itu berjuang”, maka bagi mereka yang tidak berjuang atau meninggalkan gelanggang perjuangan, sesungguhnya dia telah kehilangan makna hidupnya.

Jika hidup kehilangan makna, maka hidup itu sia-sia. Kata Imam Syafi’i: “Ucapkan takbir untuknya empat kali tanda kematiannya.”Pesan lainnya, pemimpin itu harus siap jika harus melalui jalan derita. Ini penting karena kini banyak orang mengira jalan pemimpin itu jalan di atas karpet merah, mobil mewah, rumah megah dan kursi empuk. Maka ketika negeri ini terpuruk dan rakyat dijerat kemiskinan akibat kenaikan BBM, yang terdengar adalah seruan rakyat mengencangkan ikat pinggang. Bukan pernyataan para pemipin, mulai presiden, wapres, anggota dewan dan seterusnya akan memotong sebagaian penghasilannya, membatalkan kunjungan kerja yang selama ini tidak berfaedah dan hal lain sejenis itu.Dalam Muhammadiyah, mereka yang ingin terjun ke persyarikatan dengan tujuan agar memperoleh fasilitas hidup, maka dia akan kecewa. Dia akan meninggalkan jejak buruk yang tak gampang terhapus dari ingatan. Tak dilarang kita menggunakan fasilitas, apalagi demi kelancaran tugas. Tetapi sungguh menyedihkan jika pimpinan persyarikatan, majelis, lembaga, ortom, amal usaha berebut fasilitas dan lupa menunjukkan kerja nyata. Baru bekerja kalau sudah tersedia fasilitas. Muhammadiyah adalah organisasi kerja. Bukan organsiasi papan nama, apalagi sekadar tempat numpang gaya dan numpang fasilitas.

Pesan Pak yang diucapkan ketika beliau masih mahasiswa bahwa jalan pemimpin itu jalan menderita, masih relevan sampai sekarang. Al-Quran juga mengingatkan: “Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereke ditimpa malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan dengan berbagai cobaan, sehingga Rasul berkata: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu sudah amat dekat.” (QS 2: 214)

Ketua KNIP
29 AGUSTUS 1945 s.d. PEBRUARI 1950 sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia menetapkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia, yang kita kenal sebagai Undang-undang Dasar 1945. Maka mulai saat ini, penyelenggara negara didasarkan pada ketentuan-ketentuan menurut Undang-undang Dasar 1945.Sesuai dengan ketentuan dalam Aturan Peralihan, tanggal 29 Agustus 1945, dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP beranggotakan 137 orang. Komite Nasional Pusat ini diakui sebagai cikal bakal badan Legislatif di Indonesia, dan tanggal pembentukan KNIP yaitu 29 Agustus 1945 diresmikan sebagai hari jadi DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA.

Pimpinan KNIP :

· Mr.Kasman Singodimedjo - Ketua

· M. Sutardjo Kartohadikusumo - Wakil Ketua I

· Mr. J. Latuharhary - Wakil Ketua II

· Adam Malik - Wakil Ketua III

Tanggal 10 Nopember 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang menimbulkan banyak korban di pihak bangsa Indonesia. Sehubungan dengan itu KNIP dalam Sidang Pleno ke-3 tanggal 27 Nopember 1945 mengeluarkan resolusi yang menyatakan protes yang sekeras-kerasnya kepada Pucuk Pimpinan Tentara Inggris di Indonesia atas penyerangan Angkatan Laut, Darat dan Udara atas rakyat dan daerah-daerah Indonesia.KNIP telah mengadakan sidang di Kota Solo pada tahun 1946, di Malang pada tahun 1947, dan Yogyakarta tahun 1949.Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dilaksanakan serentak di medan-perang dan di meja perundingan. Dinamika revolusi ini juga dicerminkan dalam sidang-sidang KNIP, antara pendukung pemerintah dan golongan keras yang menentang perundingan.Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda telah dua kali menandatangani perjanjian, yaitu Linggarjati dan Renville. Tetapi semua persetujuan itu dilanggar oleh Belanda, dengan melancarkan agresi militer ke daerah Republik.

Read more...

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil