Monday, 4 March 2013

Sulaiman Al-Rajhi, Milyuner Arab Saudi yang Memilih Hidup Sederhana

1 comments
Sulaiman Al-Rajhi-1
Walaupun Al-Rajhi adalah seorang jutawan, tetapi beliau memilih untuk menjadi ‘miskin’ sehingga beliau tidak mempunyai sesen pun uang dan juga saham yang dimiliki beliau sebelumnya.
June 1, 2012Jutawan Arab Saudi yang berhasil mengubah hidupnya dari seorang rakyat miskin hingga menjadi kaya, Sulaiman Al-Rajhi, merupakan seorang dermawan yang terkenal di dunia.
Beliau adalah pendiri Bank Al-Rajhi, bank Islam terbesar di dunia, dan salah satu dari perusahaan terbesar di Arab Saudi.
Hingga 2011, kekayaan beliau telah diprediksikan oleh majalah Forbes, bernilai AS$ 7.7 bilion sekaligus dinobatkan sebagai orang ke-120 yang terkaya di dunia.
Yayasan Saar milik beliau adalah sebuah organisasi amal yang terkenal di negara tersebut.
Keluarga Al-Rajhi dianggap sebagai salah satu keluarga kaya yang BUKAN berasal dari keluarga kerajaan, dan mereka adalah termasuk dermawan terkemuka di dunia.
Walaupun Al-Rajhi adalah seorang jutawan, tetapi beliau memilih untuk menjadi ‘miskin’ sehingga beliau tidak mempunyai sesen pun uang dan juga saham yang dimiliki beliau sebelumnya.
Keadaan tersebut terjadi saat beliau memindahkan semua aset yang dimilikinya kepada anak-anak beliau dan menyumbangkan aset-aset yang selebihnya.
Untuk menghargai jasa beliau terhadap dunia Islam, termasuk mendirikan bank Islam terbesar dunia dan juga segala usaha yang dijalankan untuk membasmi kemiskinan, Al-Rajhi dipilih untuk menerima Anugerah Antara bangsa Raja Faisal atas jasa beliau kepada Islam.
Dalam satu wawancara yang dibuat oleh Muhammad Al-Harbi dari Al-Eqtisadiah Business Daily, Al-Rajhi menceritakan tentang bagaimana beliau mampu meyakinkan ketua-ketua bank di dunia, termasuk Bank of England, hampir 30 tahun lalu, bahwa bunga adalah sesuatu yang haram bagi kedua agama yaitu Islam dan Kristen, dan bank Islami adalah penyelesaian yang terbaik untuk menaikkan taraf ekonomi dunia.
Kisah Al-Rajhi, seputar bagaimana seseorang meraih kekayaan dari bawah.
Beliau terpaksa melewati kesusahan ketika beliau kecil sebelum menjadi kaya, dan kemudian meninggalkan segala harta yang ada setelah mencapai keberhasilan.
Al-Rajhi masih aktif bekerja walaupun usia beliau telah mencapai lebih dari 80 tahun.
Beliau memulai tugas hariannya sesudah sholat Subuh dan terus bekerja hingga selesai solat Isya.
Beliau kini memberikan pengabdian terhadap Yayasan SAAR, dengan berkeliling di negara-negara Arab untuk mengurus segala hal yang berkaitan dengan yayasan tersebut.
Beliau sering membawa buku catatan kecil untuk mencatat aktivitas harian beliau dan selalu memastikan tidak akan terlepas dari satu program pun.
Al-Rajhi juga merupakan sosok seorang yang amat berhasil dalam berbagai bidangusaha yang beliau geluti.
Selain mendirikan bank Islam terbesar dunia, beliau juga telah mendirikan lahan peternakan terbesar di Timur Tengah.
Di bidang ini, beliau telah menjalankan banyak eksperimen ternak secara organik di negara-negara Arab, termasuk tambak udang Al-Laith. Beliau juga turut mendirikan perdagangan hartanah dan juga beberapa usaha perikanan.
Wawancara:
Sheikh Suleiman, apakah anda kini telah menjadi miskin?
Ya. Kini apa yang saya miliki hanyalah pakaian-pakaian saya. Saya telah membagikan harta saya kepada anak-anak dan juga mendermakan selebihnya untuk menjalankan proyek-proyek amal. Ini bukanlah sesuatu yang aneh bagi saya. Kondisi keuangan saya kini telah menjadi kosong sebanyak dua kali dalam hidup saya. Jadi, saya amat faham akan keadaan ini. Namun, kini perasaan itu dipenuhi dengan kegembiraan dan juga ketenangan. Sudah sepatutnya  saya memilih untuk menjadi miskin.
Mengapa berbuat demikian?
Segala kekayaan dimiliki oleh Allah s.w.t, kita hanyalah ditugaskan untuk menjaga kekayaan tersebut. Ada beberapa sebab mengapa saya memilih jalan ini. Di-antara sebab-sebab utamanya adalah saya perlu menjaga sahabat-sahabat Islam dan juga anak-anak saya. Ia adalah masalah yang paling penting dalam hidup. Saya juga tidak suka untuk membuang waktu di pengadilan hanya karena ada yang tidak setuju dengan jumlah harta yang diwariskan kepada mereka. Terdapat banyak contoh di mana anak-anak mulaI berselisih hanya karena harta yang kemudian menghancurkan perusahaan. Negara ini telah banyak kehilangan perusahaan-perusahaan besar karena perebutan harta yang sebenarnya bisa diselesaikan jika kita mencari jalan penyelesaian yang lebih baik. Selain daripada itu, setiap umat Islam perlu bersedekah sebagai bekal pahala di akhirat kelak, Jadi, saya lebih suka jika anak-anak saya mencari kekayaan sendiri daripada bergantung dengan saya.
Adakah Sheikh mempunyai banyak masa terluang setelah membagikan kesemua harta?
Seperti yang telah saya kemukakan tadi, saya masih bekerja keras untuk mendapatkan lebih banyak sedekah. Saya telah bekerjasama dengan pelbagai relasi untuk mensukseskan program ini. Menurut biasanya, umat Islam sering membagikan satu per tiga atau sebagian kekayaan mereka untuk bersedekah yang hanya akan diberikan setelah mereka meninggal dunia. Namun, bagi saya, saya ingin memulai sedekah ketika saya masih hidup. Jadi, saya membawa anak-anak saya ke Mekah pada akhir bulan Ramadhan dan memberitahu mereka ide saya. Mereka setuju dengan ide tersebut. Saya meminta bantuan kepada lembaga-lembaga yang berkaitan dalam membagikan semua harta saya termasuk saham dan juga kekayaan kepada anak-anak dan juga untuk didermakan. Kesemua anak-anak saya puas hatinya dengan inisiatif saya dan mereka kini sedang mengurus segala harta yang saya berikan kepada mereka.
Berapa banyak harta yang dibagikan kepada anak-anak dan juga untuk didermakan?
Beliau tergelak tanpa memberi jawaban apapun.
Apakah perasaan Sheikh terhadap semua program yang sedang dijalankan?
Saya ingin menegaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang saya ambil sebelum melakukan se
mbarang kerjasama. Eksperimen yang saya lakukan terhadap pertukaran uang adalah salah satu daripada sebab mengapa saya mendirikan bank. Ketiadaan bank Islam juga menjadi di antara sebab mengapa saya mulai mendirikan Bank Al-Rajhi, yang kini merupakan bank Islam terbesar di dunia. Saya mulai eksperimen saya dengan membuka kantor di Britain di mana kami mulai memperkenalkan sistem perbankan Islam ke tingkat yang lebih besar. Eksperimen tersebut kemudian berkembang dan mulai mendapat sokongan dari ulama-ulama Saudi ketika itu. Saya masih ingat bagaimana permohonan saya untuk mendapatkan izin untuk membuka bank tidak diterima pada awalnya. Ini adalah karena pihak British tidak memahami apa-apa tentang sistem perbankan Islam. Saya kemudian pergi ke London dan berjumpa dengan Pengurus Bank of England dan dua daripada pegawai utama beliau. Saya memberitahu mereka bahwa penggunaan bunga adalah haram bagi Islam dan juga Kristen dan kebanyakan dari mereka sanggup menyimpan uang mereka di dalam kotak di rumah daripada menyimpan di dalam bank. Saya coba untuk meyakinkan mereka bahwa (jika mereka mulai membuka bank Islam) akan mampu menaikkan taraf ekonomi dunia. Mereka akhirnya setuju untuk mulai membuka bank-bank Islam. Saya kemudian mulai berkeliling ke seluruh dunia di bagian Timur dan Barat, dan berjumpa dengan ketua-ketua bank negara di beberapa buah negara dan memberitahu mereka bagaimana ciri-ciri yang terdapat dalam dunia ekonomi Islam. Kami mulai bekerja dan mencapai keberhasilan di negara-negara Arab dan melaksanakan perbankan Islam di London, saya kemudian berjumpa dengan Mufti Besar Sheikh Abdul Aziz bin Baz dan Sheikh Abdullah bin Humaid, dan memberitahu mereka tentang rencana saya bahwa: ‘Kita mampu, dengan izin Allah, memajukan perbankan Islam. Mereka memuji saya atas inisiatif yang saya jalankan. Dari situlah kami mula mengusahakan Bank Al-Rajhi seperti apa yang anda dapat lihat hari ini. Untuk projek Lahan Perikanan Al-Watania pula, saya mulai mendapat inspirasi untuk menjalankan projek tersebut ketika mengunjungi lahan peternakan di luar negeri. Saya jumpai bahwa cara mereka menyembelih adalah salah. Saya kemudian mengambil keputusan untuk bekerja sama dalam bidang ternak atas nama Islam dan negara. Saya tetap menjalankan projek tersebut walaupun membuat kerjasama dalam industri peternakan adalah sesuatu yang agak beresiko pada waktu itu. Kini, Al-Watania telah menjadi salah satu projek raksasa di Saudi. Perusahaan tersebut mendapat 40 persen dari saham di negara-negara Arab, dan ayam-ayam Al-Watania diberikan makanan yang cukup dan disembelih dengan cara yang halal menurut undang-undang syariah.
Walaupun dengan semua kekayaan yang dimiliki, mengapa syeikh tidak mempunyai satu pun kapal terbang sendiri?
Saya ada banyak kapal terbang, tetapi semuanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan penerbangan tertentu. Saya memilikinya setiap kali saya membayar tiket penerbangan untuk ke setiap tujuan (becanda). Saya sering terbang dengan kadar kelas ekonomi karena Allah tidak memberikan kita harta untuk dibuang-buang.
Bagaimana pula dengan hobi syeikh?
Saya tidak mempunyai hobi yang khusus. Tapi, saya suka berkeliling di padang pasir. Saya tidak pernah mengambil cuti liburan di negara-negara lain selain dari Saudi.
Ketepatan waktu Al-Rajhi
Wawancara ini telah menunjukkan bagaimana disiplin Al-Rajhi dalam menepati waktu. “Pada awal karir saya dalam industri, saya mempunyai beberapa pertemuan dengan beberapa perusahaan besar di Eropa. Saya masih ingat kisah di mana saya terlambat selama beberapa menit dalam satu pertemuan dengan salah seorang pegawai besar sebuah perusahaan. Walaupun hanya beberapa menit, beliau tidak mau meneruskan pertemuan tersebut. Selepas kejadian tersebut, setelah proyek kami mulai berkembang, pegawai yang sama pula lambat untuk berjumpa dengan saya, jadi, saya pula yang tidak mau meneruskan pertemuan tersebut. Saya sering membawa kertas untuk menulis segala pertemuan dan urusan dan selalu memastikan agar saya sering menepati janji walau apapun.”
Al-Rajhi berkata lagi: Saya amat menepati segala perkara yang diterapkan dalam Islam sepanjang hidup saya. Saya pernah mendapat undangan dari kerajaan Arab untuk menghadiri satu persidangan yang berkaitan dengan kerjasama Kemudian, dalam persidangan yang sama, saya diundang jamuan makan malam mereka, saya jumpai bahwa antara kegiatan yang dijalankan saat undangan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Saya kemudian keluar dari tempat. Kemudian, Abdul Aziz Al-Ghorair dari UAE turut serta bersama saya. Tidak lama sesudah itu, menteri yang bertanggungjawab terhadap acara tersebut datang kepada kami dan kami mulai menerangkan kepada beliau bahwa acara yang dijalankan di tempat tersebut bertentangan dengan budaya Islam. Beliau kemudian berkata bahwa acara-acara di tempat tersebut akan dibatalkan. Ketika mereka membatalkan acara tersebut, kami kembali mengikuti acara tersebut.
Penyelesaian Masalah
Al-Rajhi berkata: Pada satu waktu, salah satu daripada kilang yang diurus oleh anak saya habis dijilat api. Ketika dia datang untuk memberitahukan masalah tersebut kepada saya, saya katakan: Sebut Alhamdulillah. Saya meminta anak saya agar tidak membuat sembarang laporan tentang kerugian yang dialami untuk meminta anggaran daripada pihak berkuasa. Sebaliknya, anggaran yang diberikan oleh Allah adalah lebih penting bagi kita. Assam Al-Hodaithy, Pengurus Keuangan perusahaan Peternakan Al-Watania berkata: “Ketika kilang tersebut terbakar, kami telah membuat keputusan untuk tidak menyakiti hati Al-Rajhi dengan memberitahu beliau tentang apa yang terjadi. Kami kemudian berjumpa dengan beliau keesokan harinya dan memberitahu akan perkara yang terjadi, beliau mengarahkan kami untuk berpindah ke tempat lain dan membersihkan segala kerusakan sehingga semuanya diperbaiki.” Perkara yang sama terjadi di satu lagi projek Al-Watania di Mesir. Perusahaan tersebut kerugian kira-kira SR10 juta Pound Mesir. Ketika pegawai projek tersebut menghubungi Al-Rajhi untuk memberitahu masalah tersebut, beliau terkejut ketika Al-Rajhi menjawab dengan menyebut: “Alhamdulillah.” –

One Response so far.

  1. Subhanalloh..sangat bermutu dan inspiratif..sebenarbenarnya orang kaya.

Leave a Reply

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil