Sunday, 13 March 2011

Penyebab Gempa Dahsyat di Jepang

0 comments
Tokyo - Gempa 9 skala richter yang menggoyang timur laut Jepang pada Jumat dipicu oleh benturan lempeng tektonik. Gempa itu juga membuat adanya peregangan sepanjang ratusan kilometer di dasar laut.

Pakar gempa dari Universitas Tokyo, Satoko Oki, mengatakan, gempa besar ini hampir seribu kali lipat lebih kuat daripada gempa bumi 1995 Hanshin Besar yang menewaskan lebih dari 6.000 orang.

"Gempa disebabkan bertumbuknya lempeng tektonik Pasifik dan Amerika Utara. Lempeng Pasifik  terdorong masuk ke Palung Jepang, menyebabkan tsunami setinggi 10 meter di pantai timur," katanya.

Para ahli memperkirakan dampak dari gempa di dunia terbesar kelima ini akan mengubah lempengan sejauh 20 meter. Menurut US Geological Survey, pusat gempa ada di 373 km timur laut Tokyo dan 130 km timur Sendai.

Oki memperingatkan gempa dahsyat seperti ini sangat jarang terjadi. "Ini terjadi hanya sekali dalam 1.000 tahun," kata dia. Yuji Yagi, profesor di Tsukuba University, mengatakan gempa bumi skala ini dapat memicu gempa bumi lain.
Read more...

Gempa Jepang Ternyata Sudah Diprediksi Sebelumnya

0 comments
Tokyo - Gempa yang memorak-porandakan Jepang, Jumat lalu,  ternyata sudah diramalkan sebelumnya. Namun, para peneliti tidak tahu kalau kekuatan gempa itu sangat dahsyat.

Sadayuki Kitagawa, peneliti di divisi Penelitian Seismik mengatakan bahwa sebetulnya mereka sudah meramal akan terjadi gempa bumi di sekitar pantai Fukushima dan Ibaraki.

Yang mereka tidak tahu adalah besaran kekuatan gempa itu dan akan terjadi tsunami. "Kami memang sudah memprediksi akan ada gempa dengan kekuatan 8 atau lebih kecil, tapi tidak yang sebesar ini," katanya.

Ia menambahkan, kekuatan gempa Jumat akan membuat rentetan gempa susulan yang diperkirakan berlangsung untuk sementara waktu. Kitagawa mengatakan, gempa dahsyat itu menyerupai gempa di Aceh 2004 yang juga menimbulkan tsunami besar Samudera Hindia.

Sementara Bloomberg News melaporkan, lembaga geologi Italia mengklaim gempa Jepang menggeser poros bumi sekitar 10 cm.

Read more...

Orang Indonesia Suka Menunda-nunda Pekerjaan

2 comments
Orang Indonesia ternyata masih suka menunda-nunda pekerjaan. Meskipun tampaknya sepele, kerugian yang ditimbulkan akibat suka menunda-nunda pekerjaan ini tidak bisa dianggap enteng. Dalam penelitian yang pernah dilakukan oleh Prof. Dr. BAGUS SIAPUTRA , S.Psi dosen Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, kerugian secara material yang ditimbulkan akibat menunda-nunda pekerjaan ini bisa mencapai triliunan rupiah.

Dalam psikologi, menunda-nunda pekerjaan dikenal dengan istilah Prokrastinasi. Penelitian untuk disertasi program doktoral di UGM ini dilakukan pada 232 mahasiswa yang menunda-nunda mengerjakan skripsi. Kerugian yang ditimbulkan akibat menunda-nunda pengerjaan skripsi itu ternyata sampai triliunan rupiah persemesternya, dihitung dari penambahan biaya kuliah dan biaya hidup selama menempuh kuliah

”Katakanlah paling sedikit ada 100 ribu mahasiswa yang menunda-nunda mengerjakan skripsi tiap semesternya, maka kerugian yang timbul memang mencapai triliunan rupiah buat mereka,” kata dia.

Dari segi non materiil, keterlambatan menyelesaikan skripsi juga berdampak bagi para mahasiswa, yakni krisis kepercayaan diri, gelisah, malu, stress karena ancaman drop out, tertundanya masa bekerja, sampai ke penundaan rencana pernikahan.

Ada kaitan antara kebiasaan menunda-nunda pekerjaan di Indonesia ini dengan budaya yang berlaku. Diantaranya pada budaya Jawa karena ada filosofi Alon-alon Maton Kelakon, disalahpersepsikan jadi Alon-alon Waton Kelakon. ”Keduanya punya makna yang beda. Yang pertama punya makna biar lambat asalkan pekerjaannya selesai, sedangkan yang kedua, berlambat-lambat dengan asal-asalan tapi pekerjaannya selesai,” paparnya.

Menunda-nunda pekerjaan, kata BAGUS, bukan hanya ada di dunia mahasiswa. ’Penyakit kronis’ ini sudah ada di masyarakat Indonesia sejak lama. Misalnya menunda-nunda membayar tagihan listrik atau telpon. Pada tataran hukum dan pemerintahan misalnya, menunda memberantas korupsi yang dampaknya membuat korupsi itu malah makin tumbuh subur. Di bidang high politics, menunda lengser dari kekuasaannya sehingga rakyat melengserkan pimpinannya dengan paksa, seperti yang terjadi di dunia Arab belakangan ini.

Prokrastinasi, lanjut BAGUS, bukan hanya ’penyakit’ khas Indonesia. Menurut dia, gejala ini bersifat universal. Bahkan kajian prokrastinasi di Amerika Serikat, angkanya lebih mencengangkan. Sekitar 50% mahasiswa program doktoral di AS terpaksa drop out karena terlambat menyelesaikan disertasi. Penyebabnya, karena mereka suka menunda-nunda menyelesaikan disertasi. Secara lebih luas, 95% masyarakat AS kerap menunda-nunda pekerjaannya.

Belum ada kajian lebih komprehensif di Indonesia tentang prokrastinasi, namun BAGUS yakin, angkanya tidak berbeda jauh dengan di AS. Dia mencontohkan pada hal yang paling dekat, yakni menunda-nunda pekerjaan di kalangan para akademisi. ”Contoh yang lucu, saya tidak bisa dapat data-data pendahuluan untuk menghadiri Konvensi Internasional tentang Prokrastinasi karena panitianya menunda-nunda mengirimkan saya data-data penelitian lainnya,” ungkapnya.

Disebutkan BAGUS, prokrastinasi adalah perilaku bawaan manusia. Tapi bukan berarti perilaku itu tidak bisa diubah. Dalam teori motivasi sesaat yang populer sejak 2009 di kalangan ilmuwan psikologi, ada 4 komponen yang bisa mengurangi prokrastinasi, yakni meningkatkan ekspektasi keberhasilan, menaikkan nilai suatu pekerjaan, menurunkan impulsifitas, dan mengurangi waktu tunda. Cara yang paling mudah adalah dengan menyusun time table target waktu pekerjaan secara detil dan mendisiplinkan diri untuk mentaati time table itu.

www.suarasurabaya.net
Read more...
Friday, 25 February 2011

Siapa Malingnya???

0 comments
Jakarta - BUS yang membawa anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat itu meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin siang tiga pekan lalu. Ketika itu 10 legislator baru saja melakukan inspeksi mendadak di kantor Imigrasi Bandara. "Kami mengecek kenapa Gayus Tambunan bisa lolos ke luar negeri," kata Ichsan Soelistio, salah seorang anggota Komisi.

Dalam perjalanan pulang ke Senayan, bus melaju ke arah Pelabuhan Laut Tanjung Priok. Ichsan kaget karena tak tahu ada agenda tambahan yang baru diumumkan di tengah jalan. "Saya tidak tahu karena yang mengatur pimpinan Komisi," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini. "Tapi saya anggap wajar karena yang namanya inspeksi mendadak, agenda pasti rahasia."

Bus membawa rombongan Komisi Bidang Hukum itu menuju Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok. Di sana mereka ditemui Kepala Kantor Rahmat Subagio.

Kunjungan dinas ini terasa janggal karena Bea dan Cukai sesungguhnya bukan partner kerja Komisi Hukum, melainkan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR. Namun Wakil Ketua Komisi Hukum Aziz Syamsuddin beralasan ia datang ke Priok untuk menanyakan pemeriksaan penyelundupan oleh penyidik pegawai negeri sipil. Penyidik sipil, kata anggota Fraksi Golkar ini, masih berada di ranah kerja Komisi Hukum.

Sumber Tempo bercerita bahwa ada udang di balik kunjungan mendadak itu: sidak dilakukan untuk mengeluarkan dua kontainer barang impor bermasalah milik PT Anugrah Karya Utama. Empat hari sebelum kunjungan tersebut, Komite Pengawas Perpajakan menyampaikan informasi ke Direktur Jenderal Bea dan Cukai Thomas Sugijata tentang dua kontainer barang mencurigakan yang akan masuk pelabuhan.

Sebab, sehari setelah menerima kabar dari Komite Pengawas, seorang pejabat bidang intelijen di bagian pencegahan dan penindakan Bea-Cukai Pelabuhan Tanjung Priok diketahui makan siang dengan bos Anugrah Karya di Restoran Sop Buntut Haji Sodik, Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara. Pemilik perusahaan yang biasa disapa A Pau Yanto itu datang memakai Honda Civic B-4-PAU sekitar pukul dua siang.

Mendengar dokumennya dianggap bermasalah, A Pau membawa berkas pemberitahuan impor barang pada 10 Januari lalu, tepat pada hari kedatangan anggota legislatif. Dia berharap, kata sumber Tempo, lobi orang dalam dan tekanan anggota DPR bisa menyelamatkan dua kontainer barang miliknya.

Sumber Tempo di Direktorat Bea dan Cukai mengatakan A Pau adalah pemain lama dalam bisnis "gelap"-membawa barang tanpa izin masuk Indonesia. "Dia dekat dengan aparat hukum dan politikus DPR," katanya. Tiga nama di Komisi Hukum DPR yang disebut-sebut "dikenal dengan baik" oleh A Pau adalah Aziz Syamsuddin dan Setya Novanto dari Partai Golkar serta anggota Fraksi PDIP, Herman Hery.

Indikasi kedekatan itu juga terlihat ketika Komisi Hukum menginspeksi gudang minuman keras sitaan Bea dan Cukai di Bumi Serpong Damai, Tangerang. Saat itu mereka minta barang sitaan tersebut diawasi ketat. "Barang-barang di gudang itu milik lawan bisnis A Pau," kata sumber tadi.
Aziz membantah tudingan tersebut. "Enggak benar itu. Kami mau penyelundupan itu diusut, kok malah dibilang minta (kontainer) itu dikeluarin," kata Aziz, Senin pekan lalu. Setya mengaku tak ikut-ikutan. "Masak Ketua Fraksi (Golkar) ikut turun," ujarnya. "Saya tidak tahu apa-apa soal itu." Herman Hery juga menampik dikatakan membekingi. "Siapa yang bilang? Saya juga tidak ikutan inspeksi itu," ujarnya.

Adapun Kepala Bea dan Cukai Tanjung Priok Rahmat Subagio tak mau banyak berkomentar. "Kedua kontainer masih dalam penelitian dan kami mengutamakan asas praduga tak bersalah," katanya. Dia juga menolak menjawab soal pertemuan anak buahnya dengan sang importir.

A Pau tak menjawab panggilan telepon yang dilayangkan Tempo. Pertanyaan melalui pesan pendek juga tidak dibalasnya. Jumat pekan lalu, Tempo menyambangi kantor PT Anugrah di Pasar Jembatan Merah, Mangga Besar, Jakarta Pusat. Tak mudah menemukan kantor perusahaan yang didirikan pada Agustus 2008 itu karena mereka tak memasang papan nama. Di alamat resmi perusahaan tersebut hanya ditemukan rolling door bercat kuning yang digembok. "Sudah tiga hari kantor itu tutup," kata seorang karyawan kantor yang bersebelahan dengan Anugrah.

RENCANA meloloskan kontainer itu berantakan lantaran keburu ketahuan Komite Pengawas Perpajakan. Komite ini menyurati Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta kontainer itu dibeslah. Agus setuju. Dua kontainer bermasalah juga diperintahkan ditaruh di lokasi yang mudah diawasi sebelum diperiksa ulang Senin dua pekan lalu.

Akhir pekan menjelang pemeriksaan itu, salah satu kontainer raib dari lapangan penimbunan peti kemas PT Graha Segara. Petugas Bea dan Cukai beralasan kontainer hanya dipindahkan sementara karena peti kemas di bawahnya hendak dikeluarkan. Belakangan diketahui di dalam kontainer yang sempat raib itu tersimpan 4.000 BlackBerry, 2.000 unit telepon seluler, seribu lebih Sony PlayStation 2, dan sekitar 12 ribu botol wine. Barang-barang itu tak tercantum dalam dokumen impor.

Setelah kasus beking BlackBerry selundupan itu terbongkar, muncul gerakan DPR yang bertujuan memberangus Komite Pengawas Perpajakan. Menurut anggota Komisi Keuangan, Arif Budimanta, yang dipersoalkan dasar hukum tugas Komite Pengawas. Agenda itu kabarnya disiapkan sebelum rapat DPR dengan Komite yang dipimpin mantan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi tersebut. "Bahannya ada yang menyiapkan, tapi saya tak tahu siapa."

Serangan terhadap Komite Pengawas Perpajakan itu terjadi Selasa dua pekan lalu. Dalam rapat kerja Komisi Keuangan DPR, sejumlah anggota Dewan menyemprot Anwar Suprijadi. Rapat dibuka dengan permintaan agar Anwar menjelaskan peran dan fungsi lembaganya. Anwar menjawab, "Kami bertugas mengawasi pajak, Bea dan Cukai…." Tapi, belum habis kalimat Anwar, datang interupsi beruntun mempertanyakan wewenang Komite Pengawas Perpajakan mengurusi masalah kepabeanan.
"Ngapain Komite Pengawas Perpajakan ngurusin Bea-Cukai?" tanya anggota Komisi dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng. "Komite tidak berwenang melakukan penyegelan, Komite hanya boleh mengurus pajak."

Menurut Anwar Suprijadi, lembaganya berwenang memonitor Bea dan Cukai. Ia merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan soal Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. "Kami tidak melanggar aturan apa pun karena kami bekerja sesuai dengan perintah menteri itu," katanya.

Aturan yang diterbitkan pada Juli 2010 tersebut menyatakan Komite memiliki Subbagian Fasilitasi Pencegahan Penyimpangan II, yang bertugas memantau serta mengumpulkan informasi dari petugas Bea dan Cukai demi mencegah penyimpangan di Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Anwar mempertanyakan keberatan anggota DPR itu. Dia mengaku sudah berkali-kali mengawasi penyelundupan tapi tak pernah dikeluhkan DPR. "Kalau memang bermasalah, kenapa tidak dipersoalkan dari awal, kenapa baru sekarang," katanya.

Mafia dimana-mana:cd:
Siapa malingnya???

www.berita-terbaru.com
Read more...
Monday, 7 February 2011

Kata Mutiara Imam Syafii

0 comments









Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan.


Imam Syafii
Read more...

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil