Monday, 23 December 2019

Survei CFO: Strategi Investasi, Perkuat Bisnis Inti dan Ekspansi Organik

0 comments
Majalah SWA dan Prasetiya Mulya Business School pada tahun 2013 melakukan survei pendapat chief financial officer (CFO) perusahaan di Indonesia tentang Formulasi Strategi Keuangan Perusahaan di Indonesia. Untuk mencapai tujuan survei tersebut, kuesioner hanya dikirimkan kepada perusahaan yang memiliki nilai penjualan minimum Rp 1 triliun dalam satu tahun. CFO yang berpartisipasi dalam survei ini, 51,7% bekerja di perusahaan dengan tingkat penjualan di atas Rp 2 triliun dan 48,3% bekerja di perusahaan dengan tingkat penjualan lebih kecil dari Rp 2 triliun. Perusahaan yang disasar adalah perusahaan negara (BUMN) dan perusahaan swasta terbuka.

CFO yang berpartisipasi dalam survei ini dimintai pendapatnya secara rinci tentang strategi pertumbuhan perusahaan, lingkungan eksternal keputusan keuangan perusahaan, kesiapan perusahaan menghadapi tantangan lingkungan eksternal, dan pemilihan strategi keuangan perusahan. Pertanyaan lain juga diajukan, yaitu tentang cara pemantauan implementasi strategi keuangan perusahaan dan pengaruh strategi keuangan perusahaan terhadap kinerja perusahaan.

Hasil penting dari survei ini adalah temuan proses formulasi strategi keuangan perusahaan di Indonesia, yaitu terdiri dari empat tahapan proses (Gambar 1): (1) penetapan strategi pertumbuhan perusahaan sebagai acuan dasar, (2) identifikasi pengaruh lingkungan eksternal terhadap keputusan keuangan perusahaan, (3) identifikasi kesiapan perusahaan menghadapi pengaruh lingkungan eksternal, dan (4) pemilihan strategi keuangan perusahaan. Selanjutnya, dilakukan pemantauan implementasinya dan pengukuran hasil kinerja strategi keuangan perusahaan.

Prioritas Strategi Pertumbuhan Perusahaan. Pertumbuhan merupakan prasyarat kelangsungan hidup perusahaan, tetapi dapat juga pertumbuhan menjadi pemicu keruntuhan perusahaan. Menjaga keseimbangan antara “kuantitas pertumbuhan” dan “kualitas pertumbuhan” merupakan cara terbaik menjaga kelangsungan hidup perusahaan yang menguntungkan. CFO menggunakan pertumbuhan penjualan sebagai proksi dari kuantitas pertumbuhan perusahaan dan pertumbuhan harga saham sebagai indikator kualitas pertumbuhan perusahaan – penghargaan investor terhadap arah pertumbuhan perusahaan.

Hasil survei prioritas strategi pertumbuhan (Grafik 1) menunjukkan bahwa dalam tahun 2012, sebanyak 65,5% perusahaan sangat memprioritaskan ekspansi perusahaan untuk mengejar kuantitas pertumbuhan perusahaan. Masih banyak perusahaan yang bertumpu pada produk lama untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. Lalu, sebanyak 93,1% perusahaan menggunakan produk lama untuk memenetrasi pasar lama dan menggunakan produk lama untuk memasuki pasar baru yang tujuannya untuk mengejar kuantitas pertumbuhan.

Sejumlah 62% perusahaan bersandar pada strategi pengembangan produk baru untuk pasar lama dan sebanyak 72,4% perusahaan menggunakan produk baru untuk memasuki pasar baru buat mendukung kuantitas pertumbuhan perusahaan. CFO dapat mentransformasi kuantitas pertumbuhan ke kualitas pertumbuhan dengan meyakinkan investor bahwa arah pertumbuhan dan prioritas strategi pertumbuhan sudah tepat sejalan dengan peluang pertumbuhan yang ada.

Perusahaan juga lebih memprioritaskan mengeksploitasi dan memperluas bisnis lama sebagai sumber pertumbuhan perusahaan. Hanya 31,0% perusahaan yang mengimplementasikan strategi diversifikasi bisnis sebagai upaya menemukan bisnis baru yang nantinya dapat dipakai untuk mengejar kuantitas pertumbuhan perusahaan. Perusahaan masih beranggapan bahwa diversifikasi bisnis merupakan cara terbaik mengurangi risiko bisnis.

Lingkungan Eksternal Keputusan Investasi. Sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan, CFO membuat keputusan investasi dengan mempertimbangkan: tujuan investasi (berupa tujuan strategis dan tujuan operasional semata) dan hubungan kapabilitas yang dimiliki dengan kapabilitas baru dari tuntutan investasi.

Lingkungan eksternal diketahui dapat berpengaruh positif mendukung keputusan investasi atau dapat juga berpengaruh negatif untuk menunda atau membatalkan keputusan investasi.

Dari survei ini diperoleh urutan penting pengaruh positif lingkungan eksternal terhadap keputusan investasi dari pendapat para CFO (Grafik 2), yaitu: (a) tingkat petumbuhan ekonomi Indonesia, (b) peningkatan pendapatan per kapita sebagai proksi peningkatan daya beli konsumen, (c) perkembangan demografi, khususnya pertumbuhan kuantitas dan kualitas kelas menengah, (d) stabilitas politik yang menjaga kestabilan operasi perusahaan, (e) kemajuan teknologi produk yang menuntut investasi baru untuk menjaga keunggulan bersaing produk, (f) penetrasi produk impor sebagai peluang produksi substitusi produk impor. Hasil survei ini menunjukkan bahwa peluang bisnis masih ditentukan oleh faktor ekonomi makro -- tingkat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan per kapita -- dan perkembangan demografi.

Lingkungan Eksternal Keputusan Pendanaan. Setelah keputusan investasi ditetapkan, proses selanjutnya adalah membuat keputusan pendanaan dari sumber internal dan eksternal dengan mempertimbangkan: (a) campuran pendanaan internal dan eksternal yang optimal, (b) tingkat biaya modal yang terendah, dan (c) kemampuan membayar beban pendanaan. Lingkungan eksternal juga dapat berpengaruh positif dengan membuka kesempatan dan kelancaran keputusan pendanaan atau berpengaruh negatif yang memberikan hambatan atau kesulitan besar dalam membuat keputusan pendanaan.

Hasil survei dapat memberikan indikasi urutan pengaruh positif dalam pemilihan sumber pendanaan eksternal dari pendapat para CFO (Grafik 3) yaitu: (i) daya salur kredit bank yang mengindikasikan tersedianya cukup dana kredit di perbankan, (ii) kondisi bullish pasar modal memiliki daya tarik bagi perusahan untuk mengeluarkan saham baru sebagai sumber pendanaan investasi ataupun sumber pendanaan modal kerja, (iii) tingkat bond yield di pasar obligasi dan jangka waktu jatuh tempo obligasi memiliki daya tarik bagi perusahaan untuk mengeluarkan obligasi sebagai sumber pendanaan eksternalnya, (iv) tingkat bunga investasi berpengaruh pula terhadap keputusan pendanaan eksternal. Hasil survei ini menunjukkan bahwa tersedianya dana yang dibutuhkan lebih penting sebagai dasar pemilihan sumber pendanaan eksternal dibandingkan sekadar melandaskan pada tingkat bunga pinjaman.

Lingkungan Eksternal Keputusan Operasional. Setelah keputusan pendanaan ditetapkan untuk mendukung keputusan investasi, selanjutnya CFO membuat keputusan operasional dengan memperhatikan kekuatan-kekuatan dalam industri yang dapat memengaruhi naik-turunnya profitabilitas industri, yaitu: intensitas persaingan, pelaku baru dalam industri, daya tawar pemasok, ketersediaan tenaga kerja handal, dan daya alih pelanggan.

Hasil survei ini menunjukkan, 72,4% CFO berpendapat tingkat profitabilitas industri sangat memengaruhi keputusan operasional perusahaan. Hasil survei juga menunjukkan, ada beberapa faktor yang memberi pengaruh negatif terhadap profitabilitas industri (Grafik 4): (i) menurunnya kualitas layanan pemasok akan meningkatkan biaya produksi, (ii) rendahnya produktivitas buruh akan meningkatkan biaya produksi, (iii) meningkatnya upah tenaga kerja tanpa diikuti dengan peningkatan produktifitas kerja akan menambah biaya produksi, (iv) meningkatkan harga bahan baku yang tidak rasional, (v) biaya alih yang rendah dari pelanggan akan meningkatkan biaya pengelolaan loyalitas pelanggan, dan (vi) intensitas persaingan tinggi akan meningkatkan rasio biaya dan manfaat. Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa kemampuan CFO dalam mengelola keputusan operasional keuangan perusahaan dapat berkontribusi besar dalam menjaga kinerja profitabilitas perusahaan.

Kesiapan Menghadapi Lingkungan Eksternal. Lingkungan eksternal keuangan perusahaan dapat berpengaruh positif atau negatif terhadap keputusan operasional akan sangat tergantung juga pada kesiapan perusahaan dalam menghadapi tekanan lingkungan eksternal. Kesiapan peusahaan dapat didiagnosis dari: kondisi keuangan, keunggulan efisiensi biaya, dan daya saing produknya.

Hasil survei menunjukkan bahwa kesiapan perusahaan Indonesia umumnya dalam kondisi “baik atau cukup baik” untuk menghadapi pengaruh lingkungan eksternal terhadap keputusan keuangan perusahaan. Pertama, kondisi keuangan perusahaan umumnya baik seperti ditunjukkan dengan 62,1% CFO berpendapat bahwa profitabilitas perusahaan baik dan 72,4% CFO berpendapat bahwa likuiditas perusahaan dalam kondisi baik. Kedua, masih sedikit perusahaan yang memiliki keunggulan efisiensi biaya seperti yang ditunjukkan hasil survei: hanya 48,3% CFO yang berpendapat bahwa perusahaan memiliki daya efsieinsi produksi yang kuat dan hanya 44,8% CFO yang berpendapat bahwa perusahaan memiliki daya efisiensi operasi yang baik. Ketiga, umumnya daya saing produk baik seperti ditunjukkan dari hasil survei: 65,5% CFO berpendapat bahwa pertumbuhan penjualan berjalan baik dan juga dapat menjaga dengan baik pangsa pasarnya. Meningkatnya kesiapan perusahaan akan memudahkannya memperoleh pengaruh positif dari lingkungan eksternal keuangan perusahaan.

Pilihan Strategi Keuangan Perusahaan. Strategi keuangan perusahaan terdiri atas elemen strategi investasi, strategi pendanaan, strategi operasional, dan strategi alokasi sumber daya perusahaan. Pertama, pemilihan strategi investasi dapat berupa investasi untuk memperkuat bisnis inti atau investasi untuk menemukan bisnis inti baru. Pilihan tersebut harus sejalan dengan pilihan strategi pertumbuhan perusahaan. Hasil survei menunjukkan hasil yang sejalan, yaitu 96,6% CFO berpendapat bahwa strategi investasi untuk memperkuat bisnis inti dengan ekspansi organik merupakan prioritas strategi investasi dari CFO.

Kedua, strategi pendanaan dengan tujuan mendukung strategi investasi dan juga memperbaiki struktur modal masih merupakan prioritas strategi bagi 75,8% CFO. Hasil survei menunjukkan, campuran sumber pendanaan menjadi prioritas CFO. Sebanyak 65,5% CFO memprioritaskan untuk mengeluarkan saham baru sebagai sumber pendanaan, 55% CFO memprioritaskan penambahan utang bank, dan hanya 48,2% yang memprioritaskan sumber pendanaan dari laba ditahan dengan cara mengubah kebijakan dividen. Hasil survei menunjukkan, fleksibilitas keputusan pendanaan merupakan prioritas CFO.

Ketiga, strategi operasional dapat berupa strategi menurunkan biaya tetap per unit dan menurunkan biaya variabel per unit. Hasil survei menunjukkan 48,3% CFO berpendapat bahwa strategi menurunkan biaya tetap per unit merupakan prioritas strategi dibandingkan dengan strategi menurunkan biaya variabel per unit melalui rancang bangun baru.

Keempat, melengkapi strategi investasi, strategi pendanaan, dan strategi operasional, maka strategi alokasi sumber daya perusahaan juga menjadi prioritas tinggi bagi CFO. Sebanyak 82,6% CFO berpendapat bahwa strategi alokasi sumber daya perusahaan yang baik mampu menjadi penentu keberhasilan strategi pertumbuhan perusahaan.

Dari survei ini, strategi keuangan perusahaan didefinisikan sebagai portofolio prioritas keputusan kuangan dalam investasi, pendanaan, operasional, dan alokasi sumber daya perusahaan dengan tujuan mendukung strategi pertumbuhan. Penentuan portofolio prioritas keputusan keuangan yang baik menunjukkan kompetensi CFO dalam menjalankan peran strategisnya.

Kesimpulannya, dalam survei ini terungkap bahwa strategi keuangan perusahaan harus sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan. Dalam proses formulasi strategi keuangan, perusahaan perlu memperhatikan faktor eksternal keputusan keuangan perusahaan dan mempertimbangkan kesiapan perusahaan menghadapi tekanan faktor eksternal tersebut. Selanjutnya, menentukan strategi keuangan perusahaan, kemudian memantau implementasinya agar menghasilkan kinerja keuangan perusahaan seperti yang diharapkan.(*)



Djoko Wintoro
Ketua Prasetiya Mulya Business School
Read more...
Friday, 30 November 2018

Saran Polisi untuk Mencegah Penipuan via Telepon

0 comments
Kasus penipuan via telepon, termasuk yang menghantui orangtua pelajar di Semarang dan kota-kota lainnya, mendapat tanggapan serius dari aparat Kepolisian. Harian Tribun Jateng edisi hari ini, Selasa (8/4), bahkan memuat saran Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Drs Djihartono supaya masyarakat bisa terhindar dari aksi penipuan via telepon.

Kasus penipuan via telepon dengan modus ada anggota keluarga sedang terkena masalah, lalu si penelepon meminta sejumlah uang, sebenarnya merupakan modus lama.
Berdasarkan penyelidikan polisi selama ini, bisa dipastikan tindakan itu merupakan penipuan yang hendak memeras korban dengan memberitahukan satu di antara keluarga sedang tertimpa masalah.
Entah itu mengaku sebagai polisi yang sedang menangkap anggota keluarga, mengaku karyawan rumah sakit yang akan melakukan tindakan pertolongan karena anggota keluarganya mengalami kecelakaan, dan sebagainya.
Para pelaku sebelum beraksi biasanya mencari informasi detail terkait dengan calon korban. Siapa anaknya, kerja di mana, dan tinggal di mana. Kemudian nama anak atau keluarga itu dicatut sedang mengalami musibah untuk memeras anggota keluarga lain seperti ayah atau ibunya.
Para pelaku beraksi dengan cara menyerang kondisi psikologis korbannya. Korban dibuat panik dulu, sehingga mengikuti segala instruksi yang diberikan pelaku. Orangtua mana yang tidak  panik apabila dikabarkan anaknya terjatuh dari lantai dua sekolah dan mengalami luka parah?
Kondisi itu membuat pelaku yang telah mematikan akal sehat korban, sehingga bisa membuatnya lebih leluasa dalam meminta uang kepada korban.
Bahkan, ada beberapa pelaku yang terbilang sangat pintar. Mereka menunggu nama yang dicatut itu tidak bisa dikroscek atau sedang mematikan telepon lalu mengabari keluarganya untuk dikuras uangnya.
Hal itu dilakukan pelaku agar korban tak bisa melakukan kroscek kepada orang yang dicatut namanya itu, seperti anak sedang ujian sehingga mematikan telepon genggam dan semacamnya.
Apabila ada masyrarakat yang mendapatkan telepon yang mengabarkan ada anggota keluarganya mengalami musibah, sebaiknya segera dicek kebenarannya ke anggota keluarga yiang bersangkutan.
Jangan mudah percaya, apabila penelepon meminta sejumlah uang. Kalau bisa langsung laporkan ke polisi.
Empat modus penipuan via telepon
Modus yang selama ini sering digunakan para pelaku penipuan via telepon sangat beragam. Namun ada empat modus yang sering digunakan oleh pelaku, yakni :
1. Anak / orangtua masuk rumah sakit
Pelaku mengabarkan anak, atau orangtua, masuk rumah sakit akibat kecelakaan di jalan maupun di sekolah atau tempat kerja.
Selanjutnya, pelaku yang mengaku sebagai rekan kerja, guru, atau pihak rumah sakit, akan meminta pihak keluarga yang ditelepon untuk segera mengirimkan uang, karena akan segera dilakukan operasi atau tindakan medis.
Biasanya, untuk modus ini, pelaku mengatakan anak / orangtua yang dicatut namanya mengalami luka parah dan harus segera dioperasi.
Selain itu, biasanya pelaku yang mengaku dari pihak rumah sakit mengatakan tidak mempunyai alat operasi dan harus menyewa ke perusahaan alat kesehatan.
lnilah yang dijadikan pelaku sebagai alasan untuk pihak keluarga segera mengirim uang. Jadi, harus lebih waspada jika suatu saat menerima pesan dari pelaku penipuan seperti ini.
2. Anak / keluarga tertangkap Badan Narkotika Nasional (BNN)
Maraknya peredaran dan penggunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) juga menjadi modus yang kerap dilancarkan para pelaku penipuan via telepon. Mereka akan mengabari Anda, bahwa anak atau anggota keluarga Anda tertangkap BNN karena sedang mengonsumsi narkoba.
Penipu biasanya mengaku dari BNN yang mengabarkan sanak keluarga korban tertangkap tangan sedang berpesta narkoba. Pelaku kemudian bernegosiasi kepada korban, untuk segera menransfer sejumlah uang agar sanak keluarga yang dimaksud bisa segera dibebaskan.
3. Anak tertangkap akibat tindak kriminal
Modus seperti ini terbilang konvensional. Pelaku mengaku dari pihak kepolisian yang menangkap sanak keluarga yang dimaksud, lantaran terkait tindakan kriminal atau kejahatan.
Sama seperti modus sebelumnya, pelaku kemudian meminta sejumlah uang agar sanak keluarga yang ditangkap bisa segera dibebaskan.
4. Lelang mobil murah
Dalam modus ini, biasanya pelaku mengaku sebagai pejabat  polri. Tidak tanggung-tanggung, pelaku terkadang berani mencatut nama seorang pejabat polisi untuk meyakinkan korban.
Pelaku mencatut nama pejabat polri yang sedang terlibat dalam sebuah lelang mobil. Kemudian para pelaku menelepon orang-orang terdekat dari pejabat yang dicatut itu, untuk menawarkan mobil murah yang sedang dilelang.
Lantaran nama yang dicatut memang tidak asing lagi di mata korban, para korban pun percaya dan mengirim sejumlah uang yang diminta pelaku.
Jadi, lebih berhati-hati saja saat menerima telepon seperti ini, dan jangan mudah panik!
Read more...
Tuesday, 28 February 2017

Fasilitas Kota Leces

0 comments


Pasar
1. Pasar Leces
2. Pasar Hewan Leces


Minimarket
1. Swalayan K4L Leces
2. Toko Basmalah Kerpangan
3. Indomaret Leces 1
4. Indomaret Leces 2
5. Indomaret Sumberkedawung 1
6. Indomaret Sumberkedawung 2
7. Indomaret Karang Anyar, Clarak
8. Indomaret Jorongan
9. Alfamart Sumberkedawung
10. Alfamart Clarak
11. Alfamart Jorongan



SMP/MTS
1. SMPN 1 Leces
2. SMPN 2 Leces
3. SMP Taruna Dra Zulaeha
4. SMP Islam Terpadu Al Amri
5. SMP Progresif Khairo Ummah
6. SMP Darul Ulum
7. SMP Islam Darul Ulum
8. SMP Islam Miftahul Ulum
9. SMP Nurus Sahid
10. SMP Islam Al Barokah
11. Zainul Hasan 2
12. MTS Al Khoiriyah
13. MTS Zainul Irsyad
14. MTS Miftahul Ulum
15. MTS Hidayatul Islam
16. MTS Nurur Rahmah
17. MTS Sullamul Hidayah
18. MTS Thoyyib Hasyim
19. MTS Nurul Ulum
20. MTS Hikmatul Ulum
21. MTS Al Falah
22. MTS Zainul Hasan 4
23. MTS Nurul Hikmah

SMA/SMK/MA
1. SMAN 1 Leces
2. SMA Taruna Dra Zulaeha
3. SMA Islam Terpadu Al Amri
4. SMA Islam Zainul Hikam
5. SMK Nurus Sahid
6. SMK Hidayatul Islam
7. SMK Al Falah
8. MA AL Khoiriyah
9. MA Nurur Rahmah
10. MA Sullamul Hidayah
11. MA Thoyyib Hasyim
12. MA Hikmatul Ulum

Perguruan Tinggi
1. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Taruna



Puskesmas
1. Puskesmas Leces
2. Puskesmas Jorongan
3. Puskesmas Pembantu Pondok Wuluh



Bank
1. Bank BRI KCP Leces & ATM
2. Bank Jatim KCP Leces & ATM 
3. Bank Mandiri KCP Leces & ATM
4. Kantor Pusat Bank Angga
5. ATM BCA
6. ATM BNI



Masjid
1. Masjid Besar Syarifudin
2. Masjid Arrahmah
3. Masjid Attaqwa



Terminal
1. Sub Terminal Jorongan



Stasiun
1. Stasiun Leces (KA Probowangi menuju Surabaya, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Banyuwangi)



Tol Trans Jawa
1. Gerbang Tol Probolinggo Timur (menuju Surabaya, Malang, Jakarta, Merak)



Perumahan
1. Perum Leces Permai
2. Perum Leces Indah



Dealer Sepeda Motor
1. Sepeda Motor Honda:Sumber Kencana Motor (Penjualan, Pemeliharaan, Suku Cadang)
2. Sepeda Motor Yamaha:Leces Motor (Sales, Service, Spare Part)



Pegadaian
1. Pegadaian Leces

Ekspedisi
1. Kantor Pos Leces
2. JNE Leces
3. J&T Leces



Telkom
1 Telkom Leces



PDAM
1. PDAM Leces



SPBU
1. SPBU Pertamina Clarak
2. SPBU Pertamina Malasan



Sarana Olahraga
1. Lapangan Sepak Bola Tigasan
2. Lapangan Futsal Jaya Abadi
3. Lapangan Futsal Ayu Rezeki



Tempat Wisata
1. Waterpark Ayu Rezeki



Read more...
Thursday, 7 April 2016

Ketika Ahok Pro Rokok

0 comments
Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) marah-marah kepada aktivis antitembakau yang berkunjung ke Balai Kota. Aktivis itu menyampaikan petisi penolakan pameran mesin rokok internasional (World Tobacco Process and Machinery) pada 27-28 April 2016.

Empat orang aktivis, salah satunya adalah Yosef Rabindanata maju ke hadapan Ahok membawa kotak bertuliskan 'Peringatan: 12 Ribu Orang Menolak Pameran Rokok WTA di Jakarta' di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Yosef menjelaskan bahwa dia adalah penggagas petisi daring di change.org untuk menolak rencana pameran mesin rokok tersebut. Melihat aksi Yosef dan tuntutan untuk menghentikan rencana pameran itu, Ahok bereaksi.

"Rokok boleh, cuma dibatasi. Kalau ada pameran mesin, kenapa enggak boleh? Saya tanya, tanpa pameran mesinpun, pabrik rokok beli mesin enggak? Tetap beli. Berarti target Anda tidak tercapai," kata Ahok dengan nada makin meninggi. 

Kemudian, salah seorang wartawati media internasional bertanya juga kepada Ahok menggunakan bahasa Indonesia soal bahaya rokok secara umum. Ahok lantas memberi pernyataan bahwa Indonesia tak boleh didikte asing untuk menjadi bangsa antitembakau.

"Anda orang asing semua, jangan menjajah kami dengan pikiran yang konyol. Anda masukin farmasi-farmasi dengan rokok sintetis, Anda teliti enggak sekian tahun kanker atau tidak? Asing tidak usah ngatur Indonesia," kata Ahok yang mengenakan batik biru ini.

Lantas, aktivis penolak rencana pameran mesin rokok menyerahkan bentuk petisi ke Ahok secara simbolis, berupa kotak petisi dan kain gulungan berisi tanda tangan publik. Staf Ahok lantas menerima barang-barang itu setelah Ahok memegangnya.

Read more...
Sunday, 31 January 2016

Larang Iklan Rokok di Jakarta, Ahok Dipuji

0 comments
Penasihat Komnas Pengendalian Tembakau Nafsiah Mboi memuji langkah yang diambil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang akrab disapa Ahok itu dianggap berani lantaran membuat larangan iklan rokok di Ibu Kota.

"Kami sangat menghargai Gubernur DKI, Pak Ahok, yang bagaimana merokok dilarang di Jakarta (melalui) semua bentuk reklame. Itu bagus untuk dicontoh para bupati dan wali kota atau pun gubernur di mana pun mereka berada," kata Nafsiah di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan pelarangan pemasangan iklan rokok di media luar ruang. Peraturan ini tertuang dalam Pergub Nomor 1 Tahun 2015 tentang larangan penyelenggaraan reklame rokok dan produk tembakau pada media luar ruang.

Ahok mengatakan pembuatan pergub ini didasarkan aspek kesehatan yang diakibatkan rokok. Terlebih, banyak anak-anak yang kini sudah mulai merokok.

"Dasarnya terlalu banyak, salah satunya meningkat anak-anak merokok dan bahaya rokok, kanker segala macam terlalu tinggi," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin, 25 Januari.

Sejak peraturan itu dibuat, sudah tidak boleh lagi ada iklan rokok yang menggunakan media luar ruang, kecuali mereka yang sudah memiliki izin sebelumnya. 

Ahok memang tidak bisa menjamin kebijakan ini akan mengurangi orang yang merokok. Namun paling tidak ada upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Efektif enggak efektif pokoknya kami larang saja. Kalau larang iklan kan lebih gampang. Reklame billboard juga mau kami potong, kami mau pake LED. LED nanti semua dinding-dinding. Kami bisa kontrol dari lock-nya iklannya apa saja, kayak TV kabel," kata Ahok.

Pemerintah Dikritik

Sementara itu, Nafsiah Mboi menyatakan rokok adalah sumber kemiskinan rakyat Indonesia. Di sisi lain, pemerintah kurang menunjukkan niat untuk mengatasi masalah ini.

"Itu benar sekali, janji (pemerintah mengurangi dampak rokok) sih tidak ada," kata Nafsiah.

Penyebaran rokok di Indonesia termasuk signifikan karena murahnya harga jual barang tersebut. Mereka yang tidak punya penghasilan atau anak-anak punya kemampuan membelinya.

"Fakta adalah harga rokok di Indonesia paling murah di seluruh kawasan ini. Sehingga anak-anak remaja pun bisa beli rokok, orang yang tidak berpenghasilan atau berpenghasilan rendah bisa beli rokok," ujar dia.

Menteri Kesehatan era Presiden SBY ini menjelaskan menghisap rokok dapat memicu kanker dan serangan jantung. Namun, pengetahuan atas bahaya rokok di dunia pendidikan kurang terasa.

"Masalahnya seperti yang sekarang banyak kanker, stroke, dan jantung. Itu karena sejak mahasiswa sudah merokok. Sekarang semakin muda sudah merokok, makanya tidak heran penderita jantung dan kanker itu semakin muda," ucap Nafsiah.

RUU Tembakau Merugikan

Dalam pertemuan ini, Nafsiah juga menyampaikan keberatasan atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Tembakau. Menurut dia, rakyat dirugikan bila RUU itu disahkan.

"RUU ini akan sangat merugikan rakyat. Kita sangat khawatir dengan adanya RUU ini yang memang tujuan utamanya adalah meningkatkan produksi maupun pengelolaan tembakau. Itu betul akan berdampak negatif pada kesehatan," kata Nafsiah.

Dengan semakin mudahnya tembakau sebagai bahan baku rokok, generasi muda yang paling menderita. Rokok akan lebih mudah ditemukan dan ujungnya mempengaruhi kesehatan generasi itu.

"Kepada seluruh masyarakat, saya menyampaikan tolak RUU Pertembakauan itu karena merugikan kesehatan rakyat Indonesia," ujar dia.

Pengurus Komnas Pengendalian Tembakau Widyastuti Suroyo menambahkan, tanpa adanya aturan yang mengatur tembakau, jumlah perokok meningkat terus setiap tahun.

Ia menjelaskan jumlah perokok umur 14 tahun meningkat 2 kali lipat pada periode 2001-2010. Pada 2013, perokok umur 10-14 tahun berjumlah 3,9 juta, sementara perokok umur 15-19 tahun berjumlah 12,5 juta.

"Jadi pada 2013 jumlah perokok baru yang saya khawatirkan adalah tren. Jumlah perokok barunya adalah 16,4 juta. Kalau kita hitung per hari adalah 45 ribu perokok baru, rata-rata 45 ribu per hari," tandas Widyastuti.

Read more...

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil