Tuesday, 10 December 2013

Depresiasi Rupiah: Momentum Kebangkitan Industri

0 comments
Buku-buku teks ekonomi mengajarkan bahwa depresiasi mata uang meningkatkan daya saing produk suatu negara terhadap produk asing karena faktor harga.
Karena itulah, kisah pemulihan ekonomi berbagai negara pada masa kini dan masa lalu memanfaatkan peluang depresiasi mata uang sebagai jalan cepat perbaikan ekonomi.
Negara-negara berorientasi ekspor juga tidak menyia-nyiakan peluang depresiasi mata uang karena produk mereka dapat menghantam kompetitor.
Tak pelak, China secara konsisten mengadopsi kebijakan mematok mata uangnya lebih rendah dari nilai relatif dibanding mata uang dunia sehingga barang-barang made in China menguasai dunia.
Dalam konteks ini, depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sedang terjadi seharusnya memberi dampak positif terhadap industri dan perekonomian Indonesia.
Karena produk buatan Indonesia menjadi lebih murah dibandingkan produk sejenis buatan asing, maka produsen dalam negeri memperoleh peluang emas untuk meningkatkan volume ekspor dan memenangkan persaingan di dalam negeri.
Imbas positif depresiasi rupiah turut dinikmati oleh produsen jasa domestik. Dengan rupiah yang murah, pengguna layanan jasa khususnya di sektor pariwisata, pameran, kesehatan, dan sektor jasa lainnya akan menjadikan Indonesia sebagai pilihan utama.
Namun sayang, depresiasi rupiah yang telah menembus angka psikologis Rp 10.000 per dolar AS tidak membawa dampak positif seperti yang diharapkan.
Otoritas moneter merespon pelemahan rupiah dengan melakukan intervensi mengakibatkan cadangan devisa kian hari kian menipis sampai menyentuh angka di bawah US$100 juta.
Kalangan pengusaha dalam negeri juga menyampaikan tanggapan yang kurang menggembirakan terhadap akibat pelemahan rupiah.
Sekurang-kurangnya terdapat tiga jerat yang melilit ekonomi dan perindustrian sehingga Indonesia tidak dapat menikmati dampak positif depresiasi rupiah.
Pertama, jerat ketergantungan akut terhadap produk impor di sektor rumah tangga dan industri. Sebagai ilustrasi, dominasi asing pada produk holtikultura sangat besar karena lonjakan permintaan beriringan dengan stagnasi industri pertanian nasional.
Kemudahan impor dan murahnya harga produk pangan impor mengurangi insentif untuk mencapai kemandirian industri pangan nasional. Akibatnya, harga produk pangan utama melambung pada saat nilai tukar rupiah melemah.
Kedua, jerat dominasi bahan baku impor pada produk buatan dalam negeri. Ironisnya, bahan baku impor itu berasal dari bahan mentah Indonesia seperti karet alam.
Setelah produsen luar negeri memroses bahan mentah Indonesia menjadi barang setengah jadi, barang tersebut kemudian diekspor ke Indonesia sebagai bahan baku.
Kondisi ini menggambarkan kelemahan industri nasional dalam mengolah barang mentah menjadi produk lanjutan dan produk akhir.
Ketiga, jerat ekonomi biaya tinggi. Buruknya kualitas infrastruktur, birokrasi dan layanan publik, pungutan liar dan lemahnya penegakan hukum, tingginya suku bunga pinjaman serta kombinasi berbagai faktor lainnya menjadikan industri di Indonesia harus menanggung ekonomi biaya tinggi (high cost economy).
Biaya-biaya ekstra yang dikeluarkan pengusaha tersebut tentu saja dialokasikan pada harga produk sehingga harga produk dalam negeri tidak kompetitif.
Dalam konteks ini, keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) dari 5.75% menjadi 6.5% (periode13 Juni dan 11 Juli 2013) menjadi beban ekonomi tambahan bagi pengusaha domestik.
Kenaikan BI Rate ini akan diikuti oleh sektor perbankan dengan mengerek tingkat suku bunga pinjaman yang berdampak pada meningkatnya ongkos pembiayaan sehingga dapat menurunkan investasi, konsumsi dan ekspansi industri dalam negeri.

Momentum Kebangkitan
Di sisi lain, pemetaan jerat-jerat ekonomi dalam kondisi depresiasi rupiah dapat dijadikan momentum untuk membangkitkan industri nasional.
Pertama, momentum untuk membangun industri pangan nasional. Dalam kondisi ketergantungan pangan impor dengan harga yang semakin mahal akibat pelemahan rupiah, produk holtikultura dalam negeri memiliki peluang menjadi tuan di negeri sendiri.
Berbagai terobosan antara lain dari segi permintaan, pemerintah mendorong penggunaan bahan pangan lokal dan nasional melalui kampanye dan edukasi massif. Industri pangan pengguna bahan baku pangan lokal diberikan insentif perpajakan.
Dari segi penawaran, pemerintah memberi insentif perpajakan, dukungan pembiayaan, dan bimbingan teknis kepada petani, peternak dan kalangan industri untuk meningkatkan produksi pangan nasional seperti pembangunan food estate dengan memanfaatkan lahan menganggur yang dimiliki pemerintah dan BUMN/BUMD.
Selain itu juga, pemberian fasilitas kepada universitas dan lembaga riset untuk meningkatkan kualitas produk pangan nasional.
Kedua, momentum membangun industri pengolahan bahan mentah. Dari segi penawaran, pengenaan pajak ekspor (PE) atas barang mentah dipertahankan dan diperluas.
Pemberian insentif perpajakan dan dukungan pembiayaan kepada industri pengolahan bahan mentah dan memberikan disinsentif terhadap industri yang berorientasi ekspor bahan mentah.
Dari segi permintaan, pemerintah dapat mendorong penggunaan produk dalam negeri dalam proses pengadaan barang dan jasa seperti persyaratan 100% komponen lokal (buy Indonesia).
Ketiga, momentum untuk memangkas ekonomi biaya tinggi. Penyediaan infrastruktur jalan raya, pelabuhan, listrik dan infrastruktur dasar lainnya dan reformasi layanan publik untuk memangkas waktu dan biaya pengurusan perizinan harus menjadi prioritas utama.
Pemangkasan ekonomi biaya tinggi ini dapat menggunakan benchmark laporan Doing Business yang rutin dipublikasikan oleh World Bank setiap tahun, dimana peringkat Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
Akhirnya, momentum-momentum tersebut akan berlalu begitu saja jika para pemangku kepentingan hanya berpangku tangan.
Apalagi menjelang Pemilihan Umum 2014, isu ini dapat mudah tenggelam di antara isu-isu lain yang lebih menarik.  Namun, terlepas dari siapapun yang akan memimpin negeri ini, industri yang kuat akan menjadi modal Indonesia untuk bertahan dalam kompetisi global.
Karena persaingan ekonomi antarbangsa bukan kompetisi pemerintah, melainkan pertarungan industri dan perusahaan.
Penulis adalah Irwanda Wisnu Wardhana, mahasiswa PhD University of Texas, AS

Read more...
Monday, 2 December 2013

Kematian akan Menimpa Setiap Orang

0 comments
( WASIAT INDAH ) SEMOGA YG IKHLAS MEMBACA INI DIBERKAHI ALLAH SWT - 

Kematian akan menimpa setiap orang. Oleh karena itu setiap orang wajib untuk memberikan perhatian pada dirinya. Musibah terbesar yang menimpa seseorang adalah kelalaian tentang hakikat ini, kelalaian tentang hakikat dunia yang sebenarnya. Jika Alloh memberi nikmat padamu sehingga engkau bisa memahami hakikat dunia ini, bahwa dunia adalah negeri yang asing, negeri yang penuh ujian, negeri tempat berusaha, negeri yang sementara dan tidak kekal, niscaya hatimu akan menjadi sehat. Adapun jika engkau lalai tentang hakikat ini maka kematian dapat menimpa hatimu. Semoga Alloh menyadarkan kita semua dari segala bentuk kelalaian. Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: “Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir”. Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati” (HR. Bukhori) 


Palingkan hatimu pada apa saja yang kau cintai Tidaklah kecintaan itu kecuali pada cinta pertamamu Yaitu Alloh jalla wa ‘ala Berapa banyak tempat tinggal di bumi yang ditempati seseorang Dan selamanya kerinduannya hanya pada tempat tinggalnya yang semula Yaitu surga Demikianlah, hal ini menjadikan hati senantiasa bertaubat dan tawadhu kepada Alloh jalla wa ‘ala. Yaitu orang yang hati mereka senantiasa bergantung pada Alloh, baik dalam kecintaan, harapan, rasa cemas, dan ketaatan. Hati mereka pun selalu terkait dengan negeri yang penuh dengan kemuliaan yaitu surga. Mereka mengetahui surga tersebut seakan-akan berada di depan mata mereka. Mereka berada di dunia seperti orang asing atau musafir. Orang yang berada pada kondisi seakan-akan mereka adalah orang asing atau musafir tidak akan merasa senang dengan kondisinya sekarang. Karena orang asing tidak akan merasa senang kecuali setelah berada di tengah-tengah keluarganya. Sedangkan musafir akan senantiasa mempercepat perjalanan agar urusannya segera selesai. Demikianlah hakikat dunia. Nabi Adam telah menjalani masa hidupnya. Kemudian disusul oleh Nabi Nuh yang hidup selama 1000 tahun dan berdakwah pada kaumnya selama 950 tahun, “Maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun” (QS Al Ankabut: 14) 


Kemudian zaman beliau selesai dan telah berlalu. Kemudian ada lagi sebuah kaum yang hidup selama beberapa ratus tahun kemudian zaman mereka berlalu. Kemudian setelah mereka, ada lagi kaum yang hidup selama 100 tahun, 80 tahun, 40 tahun 50 tahun dan seterusnya. Hakikat mereka adalah seperti orang asing atau musafir. Mereka datang ke dunia kemudian mereka pergi meninggalkannya. Kematian akan menimpa setiap orang. Oleh karena itu setiap orang wajib untuk memberikan perhatian pada dirinya. Musibah terbesar yang menimpa seseorang adalah kelalaian tentang hakikat ini, kelalaian tentang hakikat dunia yang sebenarnya. Jika Alloh memberi nikmat padamu sehingga engkau bisa memahami hakikat dunia ini, bahwa dunia adalah negeri yang asing, negeri yang penuh ujian, negeri tempat berusaha, negeri yang sementara dan tidak kekal, niscaya hatimu akan menjadi sehat. Adapun jika engkau lalai tentang hakikat ini maka kematian dapat menimpa hatimu. Semoga Alloh menyadarkan kita semua dari segala bentuk kelalaian.
Read more...
Tuesday, 12 November 2013

Garuda Indonesia Buka Jalur Penerbangan Ke Ende

0 comments


 Ende - Bertempat di Rumah Jabatan Bupati Ende, VP Garuda Indonesia Ary Suryanta menyampaikan kepastian ekspansi Garuda Indoesia dengan memilih tiga kota tujuan penerbangan di NTT, yakni Labuan Bajo, Tambolaka, dan Ende, selain Kupang, untuk melayani pengguna jasa penerbangan selain sejumlah armada yang selama ini telah beroperasi.

Manajemen Garuda memilih Ende dengan berbagai pertimbangan. Selain pertimbangan bisnis penerbangan, Garuda juga ingin berperan lebih dalam pembangunan kawasan Indonesia Timur, termasuk memberikan pelayanan mudah, ramah dan menguntungkan bagi pengguna jasa penerbangan. 

Sejalan dengan percepatan pembangunan kawasan tertinggal itulah, Garuda melirik sejumlah titik yang selama ini beroperasi City Link, akan diganti dengan penerbangan Garuda dengan pesawat jenis ATR 72600 yang lebih modern dan terbaru, 70 seet, full service dengan mengutamakan kenyamanan dan keselamatan Garuda akan mengoperasikan pesawat rata-rata di bawah enam tahun operasi. 

Penumpang akan dilayani full service dari cek in sampai pindah pesawat tukar sechedulle tanpa tiket hangus, termasuk kemudahan airport tax. 

Tanggal 3 Desember Garuda dengan pesawat ATR berkapasitas 70 seet itu akan melakukan penerbangan pertama dengan didahului Joy flght di atas Kota Ende. 

Sementara itu, Bupati Ende Don Wangge, menyambut baik kehadiran armada penerbangan BUMN itu, dengan harapan akan lebih memudahkan masyarakat di daerah ini yang jika ingin bepergian ke arah Barat, tidak perlu lagi menyinggahi Kupang, cukup dari Ende, Labuan bajo dan seterusnya ke arah Barat. 

Penerbangan Ende tanggal 3 Desember 2013, Garuda Indonesia tiba jam 14.35 berangkat 15.05 WITA. 

Satu kali penerbangan yang diagendakan Garuda, tidak tertutup kemungkinan penambahan jadwal penerbangan dari dan ke Ende. (Geby/Rell/HF)

Read more...

Desember, Garuda Buka Rute Baru ke Labuan Bajo, Ende dan Tambolaka Menggunakan ATR

0 comments
Garuda Indonesia berencana membuka rute baru yang menghubungkan antara Bandara Ngurah Rai Denpasar dengan kota-kota di Nusa Tenggara Timur, seperti Labuan Bajo, Ende dan Tambolaka. Ini dilakukan Garuda untuk mendukung potensi wisata di kawasan tersebut, di antaranya Taman Nasional Komodo, objek wisata Batu Cermin dan lainnya.

“Pada awal Desember 2013 kami akan melakukan penerbangan perdana dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, ke Bandara Komodo, Labuan Bajo dan Ende pergi pulang setiap hari,” kata Vice Presiden Domestic Regional-3 Jawa, Bali & Nusa Tenggara PT Garuda Indonesia Ari Suryanta di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur yang dilansir Republika Online, Rabu (30/10/2013). 

“Seiring potensi penerbangan yang semakin meningkat tersebut, maka kami akan memberikan pelayanan lebih berkualitas dibanding dengan maskapai lainnya yang selama ini sudah melayani rute tersebut,” kata Ari Suryanta yang didampingi General Manager PT Garuda Indonesia Cabang Bali Taufik Hidayat. 

Menurut Surya, penerbangan perdana ke tiga destinasi itu rencananya akan dilakukan pada 3 Desember 2013 dengan menggunakan pesawat turboprop ATR 72-600 berkapasitas 70 kursi dan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan asing, khususnya ke Kabupaten Manggarai Barat. “Kami berkeyakinan dengan Garuda Indonesia terbang menjelajah ke wilayah Manggarai Barat, wisatawan nusantara dan asing akan semakin meningkat, sebab panorama yang eksotik sangat digemari wisatawan asing,” ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai Barat Maximus Gasa mengatakan, saat ini memang sudah ada beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute penerbangan dari Bali ke Labuan Bajo. Namun menurutnya hal itu belum memberikan kepuasan yang maksimal kepada penumpang. “Kami yakin Garuda akan memberi pelayanan yang memuaskan, dan kami sangat mendukung langkah pihak perusahaan penerbangan ini untuk mengembangkan penerbangan ke daerah-daerah di wilayah Tanah Air yang selama ini belum terjangkau penerbangan Garuda,” kata Maximus.

Read more...
Thursday, 31 October 2013

Analisis Fundamental Dalam Memilih Saham di Pasar Modal

1 comments
Investasi di pasar modal mencakup bagaimana cara menganalisis melalui informasi yang ada.Sebelum memutuskan menjual atau membeli saham, Investor tidak mungkin membeli saham ataupun menjual saham tanpa dasar pengetahuan apapun.Investor wajib mencari informasi berita yang berkaitan dengan saham yang akan di beli termasuk perusahaan yang menertibkan saham tersebut.



Investasi saham dalam jangka panjang perlu kita ketahui dan memahami unsur unsur fundamental. Terdapat dua jenis analisis saham, analisis teknikal, dan analisis fundamental.

Tujuan analisis fundamental adalah menganalisis perusahaan dengan saham yang akan kita beli, untuk informasi analisis fundamental bisa kita dapatkan melalui media elektronik, media cetak dan sebagainya.

Semakain bagus kinerja perusahaan semakin tinngi pula harga sahamnya. Layaknya sebuah barang semakin bagus maka harganya semakin mahal. Umumnya perusahaan yang kinerjanya bagus harga sahamnya akan naik. Oleh karena itu sangat penting untuk memilih perusahaan yang bagus dan mempunyai nilai saham yang masih murah.



Jika ada yang bertanya di antara saham ADHI dan WIKA  mana yang lebih murah,saat ini harga ADHI Rp 1.040 dan WIKA Rp 1.210, sebagai patokan untuk menentukan valuasi suatu saham murah atau mahal kita gunakan Price Earning Ratio (PER) 

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, sebagai perbandingan, 28 September 2012 PER (Price Earning Ratio) ADHI (Adhi Karya) sebesar 15,92 kali. 28 September 2012 PER WIKA (Wijaya Karya) sebesar 19,49 kali. Jadi harga saham ADHI masih menarik karena PER nya masih relatif rendah.  

Selain Price Earning Ratio (PER),yang perlu kita diperhatikan adalah rasio hutang dengan modal Debt to Equity Ratio (DER). Perusahaan yang kuat umumnya rasio hutang antara modal dibawah satu.Rasio hutang terhadap modal sangat penting karena perusahaan rasio hutang 40 % artinya bahwa 40% dari aset dibiayai oleh hutang.

Dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan apalagi sudah parah bisa bangkrut, perusahaan yang mempunyai hutang banyak dan akhirnya bermasalah umumnya adalah perusahaan gagal bayar bunga.





Read more...

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil