Wednesday, 31 July 2013

Kerusuhan Muslim-Buddha Myanmar, 23 orang dipenjara

0 comments
Pengadilan Myanmar menjatuhkan hukuman penjara terhadap 23 orang karena peranan mereka dalam kerusuhan antara pemeluk Buddha dan Muslim.

Laporan surat kabar menyebutkan hukuman terhadap 23 orang itu berkisar dari dua tahun sampai 15 tahun atas pembunuhan termasuk pembantaian murid di pesantren.

Laporan itu tidak menyebutkan agama para terpidana.

Kelompok minoritas Muslim Myanmar menjadi sasaran kekerasan. Namun sejauh ini hanya sedikit warga Buddha yang ditindak terkait kerusuhan itu.

Bulan lalu, pengadilan menjatuhkan hukuman 26 tahun penjara terhadap seorang pria Muslim karena menyerang seorang wanita Buddha, insiden yang menyebabkan kerusuhan sektarian.

Dalam perkembangan terpisah, sejumlah negara Islam menyerukan agar sekretaris jendral PBB Ban Ki-moon berbuat lebih banyak untuk menghentikan 'tirani' yang menurut mereka dialami Muslim Myanmar.

Tuntutan negara OKI

Utusan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk PBB mengatakan organisasi dunia ini harus menekan pemerintah Myanmar dalam menangani masalah di negara itu.

"Myanmar tengah berbulan madu dengan dunia. Satu-satunya masalah adalah bulan madu itu dibangun di atas jenazah korban Muslim di negara itu" kata duta besar Arab Saudi Abdullah al-Mouallemi.

Bulan Maret lalu, paling tidak 44 orang, sebagian besar Muslim, tewas dalam bentrokan sektarian di Myanmar tengah.

Mouallemi dan duta besar lain dari negara anggota OKI bertemu Ban Rabu (10/07) untuk menuntut tindakan lebih lanjut PBB untuk menangani masalah ini terutama Muslim Rohingya.

Kerusuhan sektarian di Myanmar bermula di negara bagian Rakhine sekitar setahun lalu di kawasan barat dan kemudian menyebar ke kota-kota bagian tengah Meikhtila dan Okkan.

Read more...
Tuesday, 16 July 2013

Munafik, Manusia Penuh Rekayasa

0 comments
Tanda orang munafik ada tiga, apabila seseorang diberi amanat, ia khianat; apabila berbicara, ia dusta; apabila berjanji, ia tidak menepatinya; dan apabila berdebat, ia akan berbuat curang. (HR. Mutafaq’alaih)
Sesungguhnya orang munafik adalah orang yang penuh dengan kepalsuan, penuh dengan rekayasa dan lebih sibuk membangun topeng. Sedangkan seorang mukmin hidupnya asli, tidak ada rekayasa, karena semua kebohongan itu tidak diperlukan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Allah tidak memerlukan kepalsuan itu. Allah yang Maha Memiliki segalanya. Seorang mukmin seyogyanya bersih perbuatanya. Tidak terlalu banyak memikirkan pandangan orang lain, yang terpenting dalam pandangan Allah saja. Hidupnya apa adanya.
Orang munafik itu berbahaya, karena ia sesungguhnya orang musyrik hatinya, tapi lahiriahnya menampilkan orang beriman, seperti Abdullah bin Ubay. Orang munafik pun bisa dilihat dari perilakunya sehari-hari. Semua perbuatannya mencerminkan tidak ingin dekat dengan Allah, tidak memakai hati, melainkan agar dinilai orang lain. Sebisa mungkin orang munafik akan berusaha keras untuk benar-benar dengan akal-akalan melakukan apa pun di hadapan orang lain, seperti ingin berwibawa. Sehingga selama ia berbicara dan berbuat, fokusnya hanya untuk mengatur kewibawaannya, tidak melihat hati.
Orang munafik ketika berkata seringkali ditambah-tambah dengan kebohongan. Tidak sesuai antara keterangan dan kenyataannya. Bahkan beda antara mulut dan hatinya. Ia tidak bisa dipegang pembicaraannya. Dia berjanji bukan berniat akan ditepati, melainkan untuk keinginan sesuatu dari orang lain. Bagi yang berniat menepati janji, ketika berjanji berarti ia mengunci untuk ditagih yang membuatnya, sedangkan bagi orang munafik, janjinya untuk sekadar agar orang lain percaya atau senang padanya. Makanya ia mudah mengeluarkan janji-janjinya. Dalam hal amanah ia tidak mempedulikan amanah dari Allah, melainkan lebih mengutamakan gayanya daripada hakikat dari amanah yang dipikulnya.
Dalam aspek ibadah pun seorang munafik bisa terdeteksi. Dalam berdoa misalnya, mulut berdoa tapi hati tidak. Benarkah hatinya ingin mendekat kepada Allah? Allah mengetahui semua kebohongan itu, Allah tidak bisa di bohongi. Karena Allah mengetahui lubuk hati terdalam. Apakah ingin diketahui, dilihat, ataukah diperlakukan spesial.
Keinginan-keinginan tersebut semestinya lepas dari makhluk, barulah akan tenang hati ini. Kita tidak memerlukan pengakuan orang, yang penting Allah saja. Jangan sampai kita menggunakan nama Allah untuk komoditas agar terlihat shaleh. Sekilas mungkin orang akan terkecoh oleh kepalsuan, sedangkan Allah tidak bisa dikelabui, tetapi Allah Maha Mengetahui.
Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan. (QS Al-Anbiya:110)
Sesungguhnya segala perbuatan yang kita lakukan akan dihisab semuanya. Berbahagialah bagi siapa pun yang terbebas dari kemusyrikan dan kemunafikan. Sehalus apa pun bersih hidupnya. Maka dibuat nyaman hatinya oleh Allah. Lepasnya hati dari selain Allah. Lillaahi ta’ala.
Apa yang menyebabkan orang cenderung munafik? Karena hati kita cenderung musyrik, menganggap ada sesuatu selain Allah SWT yang bisa memberi manfaat dan mudharat. Yang bersih hatinya ia akan terbebas dari sifat kemunafikan. Akhlak jelek karena hatinya busuk, dan hati busuk karena tauhidnya buruk. Akhlak jadi bagus, tauhidnya pun harus bagus.
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS An-Nisaa : 142)
Allah tidak bisa dibohongi dengan cara apa pun, karena Dia mengetahui lubuk hati yang dalam. Hati ini harus lepas dari makhluk.
Dengan demikian, dari paparan di atas, orang munafik itu paling dibenci Allah SWT. Apalagi bila ilmu agamanya makin banyak sedangkan ia masih munafik, tentu kebencian Allah juga akan lebih daripada yang lainnya.
Read more...

Sebab Sebab Turunnya Rezeki

0 comments
Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.
Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.

Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:
-        Takwa Kepada Allah
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta”ala berfirman, artinya,
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)

Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, “Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.”
Allah swt juga berfirman, artinya,
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)

- Istighfar dan Taubat
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,
“Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12)

Al-Qurthubi mengatakan, “Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan.”
Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”, lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah”. Ada lagi yang mengatakan, “Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!” Maka beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah”. Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah.”
Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar.” Beliau lalu menjawab, “Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)
Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.
- Tawakkal Kepada Allah
Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3)

Nabi saw telah bersabda, artinya,
“Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)
Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.
Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.
- Silaturrahim
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:

-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,
“Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim.” (HR Al Bukhari)

-Sabda Nabi saw, artinya,
“Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)

Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.
- Infaq fi Sabilillah
Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. 34:39)

Ibnu Katsir berkata, “Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak.”
Juga firman Allah yang lain,artinya,
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268)
Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, “Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu.” (HR Muslim)
- Menyambung Haji dengan Umrah
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas”ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
“Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.
- Berbuat Baik kepada Orang Lemah


Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,

“Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian.” (HR. al-Bukhari)
Dhu”afa” (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.
- Serius di dalam Beribadah


Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Allah Subhannahu wa Ta”ala berfirman, artinya,

“Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.”
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu” hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.
Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.
Read more...
Sunday, 30 June 2013

Ketika Ajal Tiba saat Dosa Menggunung

0 comments
Banyak orang yang ajalnya datang ketika maksiat mereka menggunung .. entah pembunuhan, zina, khamar, riba, nyanyian, tidak shalat lima waktu berjamaah, ataupun tidak peduli pada risalah Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, dan menuntut ilmu.
Laa ilaaha illallah, betapa lalainya mereka!
Sehabis ditangkap, Sa’id bin Jubair dibawa menghadap al-Hajja bin Yusuf.
“Siapa namamu?”, tanya Hajjaj mencemooh.
“Sa’id bin Jubair”, ia menyahut.
“Bukan. Nama kamu adalah si Sial (Syaqi) bin Kusair”.
“Ibuku lebih tahu namaku daripda engkau”.
“Celaka kamu .. celaka pula ibumu,” balas Hajjaj, sambil melanjutkan, “Demi Allah, kamu akan saya masukkan ke dalam api yang menyala-nyala”. “Kalau aku tahu, kamu sanggup melakukannya, pasti engkau sudah kujadikan Tuhan!”
“Bawa sini harta kekayaan!” Didatangkanlah emas dan perak.
“Hajjaj,” kata Sa’id, “Sekiranya kekayaan ini engkau kumpulkan untuk menyelamatkan dirimu dari azab yang pedih, alangkah bagusnya.Tapi, bila engkau melakukannya itu untuk riya dan ingin disebut orang, demi Allah tidak akan ada gunanya di sisi Allah sedikitpun,” tukasnya.
“Bawa ke sini budak perempuan yang bisa bernyanyi,” titah Hajjaj lagi. Sa’id menangis. “Apakah lagunya enak?” Hajjaj bertanya.
“Demi Allah, bukan! Aku menangis lantaran ada budak yang diperkerjakan untuk sesuatu yang bukan untuk ia diciptakan, dan lantaran kayu yang dijadikan alat musik untuk digunakan bermaksiat kepada Allah!”
“Alihkan dia dari arah kiblat!” ujar Hajjaj.
وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ
Sa’id menyahut dengan membacakan firman-Nya, “Ke mana pun kamu menghadap di sanalah wajah Allah.” (QS. al-Baqarah [2] : 115)
“Banting dia ke tanah,” perintah Hajjaj.
مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ
Tapi, Sa’id menjawab, “Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.” (QS. Thaha [20] : 55)
“Demi Allah, saya akan membunuh kamu dengan cara yang tidak pernah digunakan orang,” ancam Hajjaj.
“Hajjaj, engkau boleh pilih cara sesukamu. Demi Allah, cara apapun yang engkau pilih membunuhku, niscaya Allah jua akan membunuhmu dengan seperti itu!” ujar Sa’id.
Sebelum dibunuh Sa’id berdo’a.
“Ya Allah, jangan biarkan dia menindas siapapun setelah aku mati!”
Kepala Sa’id pun dipenggal oleh Hajjaj. Hanya beberapa bulan kemudian, Hajjaj meronta-ronta, karena sakit sampai Allah membinasakannya.
Wahai kaum Muslimin, sebelum ajal datang, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan:
Pertama, hendaknya kita senantiasa mengingat kematian setiap waktu. Kita melakukan kelalaian tatkala kita lupa akan kematian, lupa tentang peristiwa sesudah mati. Kita melalaikan semua itu dan terperosok ke dalam maksiat, nafsu syahwat, syubhat, dan membuat Allah SWT marah.
Sampai-sampai sebagian anak muda, bila diingatkan tentang kematian mereka menjawab, “Biarkan kami hidup, makan, minum. Jangan rusak kesenangan kami…” Kematian telah mengeruhkan dunia, sehingga tidak menyisakan secuil kegembiraan pun pada orang-orang yang berhati nurani.
Ibnu Umar menasihati, “Bila waktu pagi, jangan tunggu waktu sore. Bila sore, jangan tunggu pagi. Pergunakan masa sehatmu untuk persiapan sewaktu kamu sakit. Pergunakan hidupmu untuk persiapan menghadapi kematian.”
Wahai kaum Muslimin, segeralah melakukan taubatannasuha kepada Allah Ta’ala.
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar [39] : 53)
Al-A’masy, ahli hadist kawakan, ditangisi anak-anaknya ketika ajalnya hampir menjemput. Ia pun berkata, “Janganlah kalian menangisiku! Demi Allah, selama enam puluh tahun lamanya aku tidak pernah ketinggalan takbiratul ihram bersama imam,” tukasnya.
Sa’id Ibnu Musayyib, ketika sekarat berujar, “Alhamudililah. Selama empat puluh tahun, saya selalu berada di masjid Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, ketika muazin mengumandangkan azan.”
Mereka mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan cara melakukan amal-amal shalih dan taubatannasuhaWallahu’alam.
Read more...
Friday, 31 May 2013

Kenekatan Para Intelektual Muda Mendirikan Kampus Teknologi di Pelosok Sumbawa

0 comments
Sejumlah ilmuwan muda yang sudah mapan di Jakarta turun gunung ke pelosok Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Mereka sedang merajut mimpi untuk mewujudkan sebuah kampus teknologi di Indonesia bagian timur yang berkualitas global. 


Laporan Taufik Lamade, SUMBAWA

Mereka bisa dibilang nekat. Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang mereka dirikan itu berlokasi di kaki bukit Olat Maras, Desa Batualang, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Sumbawa Besar.

     Tidak semua aksesnya mulus. Tiga kilometer merupakan  ’’jalan setapak’’ untuk mobil. Itu pun hanya mampu dilintasi satu mobil. Hujan rintik bisa membuat mobil selip terjebak lumpur.

     Ketika pertama ke UTS, mobil yang ditumpangi Jawa Pos (grup Radar Lampung) sempat terhenti di tengah jalan. Gara-garanya, mobil di depan terperosok di jalan  ’’one way’’ itu. Mobil baru bergerak setelah didorong warga lokal.

      ’’Jalan setapak’’ itu bukan rintangan bagi Dr. Nurul Taufiqurochman (43). Doktor bidang metalurgi lulusan Kagoshima University, Jepang, itu justru melihat kampus di kaki bukit tersebut sebagai  ’’mainan’’ yang penuh pesona. Yang ada di kepalanya adalah bagaimana dalam waktu secepatnya kampus itu menjadi pusat riset aplikatif.

      ’’Kalau sekadar menjadi dosen, saya tak akan ke sini (Sumbawa). Tawaran yang meminta saya mengajar di Jakarta di mana-mana. Saya ke sini karena ingin mengajari mahasiswa menciptakan teknologi yang bermanfaat,’’ tegas pemegang 14 paten yang terdaftar di Jepang itu saat ditemui di kampus UTS, Sabtu (16/3).

     Konsekuensinya, ilmuwan asli Malang itu mau tidak mau harus bolak-balik Jakarta–Sumbawa. Sebab, tugasnya di Jakarta segudang. Di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), misalnya. Selain peneliti senior, Nurul menjadi kepala Sarana Penelitian Riset Metalurgi.

     Dia juga menjabat ketua Pembina Nano Center Indonesia yang bergerak di berbagai riset. Hebatnya, meski kesibukannya seperti itu, dia masih menyediakan sebagian waktu untuk membidani berdirinya UTS yang terletak ribuan kilometer dari Jakarta.

     Nurul menyebut UTS sebagai kampus di balik hutan. Maklum, lokasinya cukup jauh dari permukiman penduduk. Sepanjang mata memandang, hanya kehijauan bukit yang terlihat. Namun, dia senang berada jauh dari hingar-bingar keramaian karena kondisi itu sangat cocok bagi UTS sebagai pusat riset aplikasi.

     Di kampus baru itu, Nurul menjadi advisor rector. Peran dan sentuhan pemegang dua gelar doktor itu metalurgi dari Kagoshima University dan manajemen bisnis IPB sangat terasa.

      ’’Saya ingin mahasiswa di sini sekaligus memanfaatkan penelitian aplikatif. Bila perlu, mereka sekolah langsung mendapatkan uang,’’ ujarnya bersemangat.

     Radiyum Ikono juga sudah menyatu dengan  ’’jalan setapak’’ menuju kampus UTS itu. Ilmuwan belia berumur 25 tahun itu dipercaya menjabat dekan fakultas teknik. Usia boleh muda, tapi kapasitas keilmuannya jangan diragukan. Ikono yang meraih master ilmu bahan dari Tsukuba University, Jepang, itu sangat yakin UTS kelak menjadi pusat riset aplikasi.

      ’’Saya ingin mahasiswa di sini lebih banyak praktik di lapangan. Sumbawa ini kaya emas, mangan, dan tembaga. Saya kira mahasiswa langsung bisa mengelolanya,’’ ujar pria yang pernah kuliah di Nanyang Technological University, Singapura, itu.

     Karena itu, ketika datang tawaran bergabung dengan UTS, dia langsung menjawab: ya! Dia merasa tertantang, walaupun tantangan itu berada di kawasan terpencil.

     Ide pendirian UTS berasal dari Dr. Zulkiefliemansyah (41). Anggota DPR berdarah Sumbawa itu prihatin atas kondisi kampung halamannya. Dia risau melihat anomali masyarakat setempat.

      ’’Sumbawa kaya sumber daya alam, terutama emas. Bahkan, kandungan emas di Sumbawa terbesar di Indonesia. Tapi, ironisnya, untuk mencari 3 gram emas saja, orang Sumbawa harus menjadi TKW (tenaga kerja wanita) di luar negeri,’’ ujar doktor ekonomi lulusan Inggris itu.

     Di sisi lain, di Serpong, Tangerang, tempat tinggal Zul –panggilan akrab Zulkiefliemansyah–, kini banyak orang pintar yang bergelar Ph.D. Kondisi itulah yang membuat dia berpikir keras agar para doktor yang melimpah di Serpong itu bisa dibawa ke Sumbawa. Nalurinya sebagai ilmuwan dan pendidik bagai tersulut api.

     Jalan keluarnya, harus ada sekolah sekaligus pusat riset berkualitas tinggi di Sumbawa. Dia tak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton ketika emasnya ditambang.

     Pergaulan dan jaringan Zul yang luas membuat ajakannya mendapat support luar biasa dari berbagai pihak. Para koleganya pun menyambut gagasan itu.

     Salah satu program studi yang digadang-gadang adalah teknik metalurgi. Menurut Zul, Sumbawa yang kaya emas dan tembaga harus menjadi pusat riset terbaik untuk logam.

     ’’Selama ini, orang-orang pintar Sumbawa kuliah ke luar Sumbawa. Saya ingin orang dari luar (Sumbawa) kuliah di sini,’’ tegas Zul yang menjabat rektor UTS itu.  

’’Jangan sampai masyarakat Sumbawa hanya menjadi penonton ketika tambang emasnya diambil orang,’’ katanya.

     Menteri BUMN Dahlan Iskan yang juga hadir di UTS menyebut Dr. Zul dan kawan-kawan sebagai para ilmuwan supernekat. Sambil menatap puncak bukit Olat Maras yang berdiri tegak di depannya, Dahlan menyitir pepatah Tiongkok: Gunung tak perlu tinggi, yang penting ada dewanya. Dia pun berharap para ilmuwan muda itu menjadi dewa di bukit Olat Maras.

     Melihat kreativitas dan kapasitas para ilmuwan yang membidani kelahiran kampus itu, Dahlan yakin UTS akan menghasilkan riset-riset hebat. Karena itu, mantan Dirut PLN yang sebelumnya meresmikan pembangkit listrik tenaga angin di Sumbawa tersebut langsung menantang para ilmuwan UTS untuk menemukan bahan material pengembangan mobil listrik. Termasuk menciptakan baterai murah dan efisien.

     "Problem terbesar mobil listrik adalah baterainya yang masih mahal. Kita harus bisa memecahkan persoalan itu," ujarnya men-support para pengurus UTS. Kita tak boleh lagi tertinggal dari Jepang, Eropa, dan Amerika," tegas Dahlan.

     Kampus UTS didesain dengan menitikberatkan pada kualitas produk. Karena itulah, kata Zul, untuk satu program studi (prodi), UTS hanya akan menerima 10 mahasiswa setiap tahun. Pada 2013 ini, kampus yang dikelola Yayasan Dea Mas itu mulai menerima mahasiswa baru. Pembangunan empat gedung di dalamnya, termasuk gedung rektorat yang berkarakter rumah adat Sumbawa, dikebut siang-malam.

     Praktis, pembangunan fisik dan segala persiapan pembukaan kampus itu hanya membutuhkan waktu kurang dari setahun. Kampus itu berada di lahan 60 hektare.

     Dari mana dana pendirian UTS? "Kampus ini dibangun dengan dana CSR (corporate social responsibility) sejumlah BUMN. Juga CSR sejumlah perusahaan swasta," ujar Mujiburahman, ketua Yayasan Dea Mas.

     Menurut dia, UTS mengelola lima fakultas. Selain fakultas teknik, ada fakultas pertanian dan bioteknologi; fakultas ilmu komunikasi; fakultas ekonomi dan bisnis; serta fakultas psikologi.

     Kampus yang baru memasuki tahun pertama itu kini seperti bayi cantik. Bukan hanya Dahlan yang sudah mengunjungi. Sejumlah menteri juga pernah melewati "jalan setapak" untuk menengoknya. Termasuk Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Menristek Gusti Muhammad Hatta.

     Menurut Nurul, kelahiran UTS juga melibatkan para pakar dari LIPI, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Indonesia. Termasuk ahli metalurgi UI, Prof. Bambang Suharno.


     "Kini ada enam kandidat doktor muda yang masih kuliah di luar negeri. Salah satunya di Taiwan. Mereka disiapkan untuk menjadi dosen di sini," ujar Nurul.

     Sementara itu, Bupati Sumbawa Jamaluddin Malik menyatakan senang atas kehadiran kampus UTS. Dia berjanji memperjuangkan akses masuk ke UTS selebar 12 meter. "Ini agar mobil yang ingin mencapai kaki bukit Olat Maras tidak selip lagi," ungkapnya.


Read more...

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil