Monday, 7 May 2012

Jepang Berhenti Pakai Pembangkit Nuklir

0 comments
Tokyo - Masyarakat Jepang beraktivitas di awal pekan ini seperti biasa. Kereta listrik, elevator dan lampu beroperasi normal.

Namun ada satu hal yang luar biasa. Hari ini, 7 Mei 2012 merupakan pertama kalinya dalam empat dekade, seluruh energi yang digunakan masyarakat Jepang bukan berasal dari reaktor nuklir.

Sabtu lalu (5/5/2012), pemerintah Jepang mematikan reaktor nuklir terakhirnya, reaktor 3 PLTN Tomari di Hokkaido. Sejak bencana ledakan reaktor nuklir Fukushima, penggunaan reaktor nuklir sebagai pembangkit listrik sudah dilarang. Kini Jepang menjadi negara ekonomi raksasa pertama di dunia yang tidak menggunakan tenaga nuklir sama sekali.

Proses penon-aktifan reaktor 3 PLTN Tomari disaksikan seluruh jajaran dan instansi pemerintahan Jepang beserta kalangan industri dan pemerhati lingkungan. Langkah ini merupakan awal kebijakan energi yang diterapkan Jepang.

“Saya rasa keputusan ini tidak mudah dijalankan tapi layak untuk diperjuangkan. Ada kemungkinan peningkatan resiko gempa bumi di Jepang yang beresiko signifikan terhadap warga dan perekonomian Jepang. Satu-satunya cara adalah mencari sumber energi baru selain nuklir,” kata Junichi Shimizu dari Greenpeace Jepang, dikutip dari CNN, Senin (7/5/2012).

Permintaan pencarian sumber energi baru pengganti nuklir bukan hanya datang dari aktifis lingkungan, namun juga dari publik. Ribuan orang turun ke jalanan Tokyo Sabtu lalu sebagai bentuk perayaan dinon-aktifkannya reaktor nuklir terakhir di negara sakura tersebut. Mereka berjalan sambil mengibarkan koinobori, bendera berbentuk ikan koi yang biasa digunakan untuk Hari Anak sebagai lambang gerakan anti nuklir.

Masyarakat Jepang mulai antipati sejak kejadian tiga reaktor nuklir Fukushima Daiichi yang meledak akibat gempa bumi dan tsunami Maret lalu. Sebelum terjadinya tragedi Fukushima, Jepang mengandalkan tenaga nuklir untuk memproduksi 30% kebutuhan energinya. Sejak berhenti total menggunakan nuklir, Jepang meningkatkan jumlah impor bahan bakar minyak, gas bumi dan batubara.

Pemerintah Jepang memperkirakan bahan bakar yang tidak bisa diperbarui itu tidak akan sanggup memenuhi kebutuhan energi negara. Resiko terburuknya di musim panas ini akan terjadi pemadaman listrik.

Partai Demokrat Jepang sebagai penguasa pemerintahan meminta komunitas warga setempat untuk mengizinkan reaktor nuklir kembali beroperasi. Kepala deputi pelaksana Partai Demokrat Jepang, Yoshito Sengoku secara gamblang mengatakan, tanpa energi nuklir negara berekonomi terbesar ketiga di dunia itu akan menderita.

“Kita harus memikirkan dampaknya terhadap ekonomi Jepang dan hidup orang-orang di masa depan. Jika semua reaktor nuklir dihentikan, mungkin saja Jepang akan melakukan bunuh diri massal,” seru Sengoku. Hiromasa Yonekura, direktur utama pelobi bisnis terbesar Jepang, Keidanren, turut menyatakan ketidaksetujuannya dalam konferensi pers April lalu.

“Kami tidak bisa menyetujui program hemat energi semacam ini lagi tahun depan, atau setiap tahunnya sejak sekarang. Pemerintah harus mengembalikan operasional PLTN seperti semula,” kata Yonekura mengenai kebijakan Jepang yang menyarankan masyarakat mematikan pendingin ruangan dan menggeser shift operasional pabrik ke akhir pekan.

Ekonom dan direktur JP Morgan, Jasper Koll mengatakan Jepang bisa saja menghindari keterpurukan ekonomi jika sudah punya kebijakan energi yang jelas. “Masalah di sektor swasta disebabkan pemerintah Jepang terlibat dalam debat yang emosional dan sangat dipolitisasi. Hasil akhirnya jadi sangat lambat atau malah tidak ada hasil sama sekali,” kata Koll.

Menurutnya, jika suatu pemerintahan tidak punya kebijakan energi yang jelas maka tidak ada kebijakan ekonomi sebab semuanya berkisar di energi. Perdana menteri Jepang sudah berjanji akan mengeluarkan kebijakan energi yang jelas tahun ini, diperkirakan saat musim panas. Namun Yukie Osaki yang dulu tinggal di Fukushima menolak mentah-mentah.

Dia menolak kebijakan energi dalam bentuk apa pun, terutama jika ada yang menyebutkan PLTN aman. Menurutnya, sangat berbahaya bagi Jepang sebagai negara yang rawan gempa bumi memiliki PLTN. “Jika ada insiden lagi, tidak akan ada tempat yang tersisa untuk ditinggali di Jepang,” kata Osaki.

Semoga hal tersebut bisa dijadikan bahan pertimbangan oleh semua stakeholder di bidang energi jika nanti Indonesia menjadikan nuklir sebagai salah satu sumber energinya. Karena ke depan, kita pasti sangat membutuhkan energi alternatif apapun itu selain minyak bumi dan batu bara yang pada saatnya nanti akan habis.

Read more...
Thursday, 3 May 2012

Sebuah Nama Sebuah Cerita

0 comments
Pagi-pagi pas jogging bareng temen mampir ke kantor dulu untuk istirahat. Sekalian saya nyalakan komputer saya daripada nganggur di kantor, sementara tv sudah dinyalakan cleaning service sebelum saya datang. Seperti biasa yang disetel disini acara berita, pagi itu lagi nayangin kabar pagi di tv one. Eh, gak lama kemudian muncullah berita ini


Diliat sekilas ga ada yang salah dengan berita ini. Tetapi setelah disebutkan nama pengajar tersebut adalah Aji, maka pikiran saya langsung mengarah ke satu orang. Temen SMA saya ini kayaknya. Biar ga penasaran langsung saja saya konfirmasi ke akun fb-nya. Setelah melihat dengan detil dan seksama dalam waktu yang sesingkat-singkatnya maka saya simpulkan kesamaan nama dan tempat bukanlah rekayasa. 

Ya, itu memang benar teman saya. Puas, eh seneng rasanya ada temen yang bisa mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengajar anak-anak di daerah terpencil. Walau lulusan perguruan tinggi tetapi mau mengajar anak-anak SD di sana. Salut buat Aji!
Read more...
Wednesday, 2 May 2012

Takahashi, 5 Menit Menuju ke Surga

0 comments
Oleh Muhammad Yusuf Efendi
Kuringgu… kuringgu …. kuringgu!!! (kring …kring …kring..). Suara telepon rumah Muhammad berbunyi nyaring.

Muhammad: Mosi mosi? (Hallo?)

Takahashi: Mosi mosi, Muhammad san imasuka ? (Apakah ada Muhammad?)

Muhammad: Haik, watashi ha Muhammad des. (Iya saya).

Takahashi: Watashi ha isuramu kyo wo benkyou sitai desuga, osiete moraemasenka? (Saya ingin belajar agama Islam, dapatkah Anda mengajarkan kepada saya?)

Muhammad: Hai, mochiron. (ya, sudah tentu.)

Percakapan pendek ini kemudian berlanjut menjadi pertemuan rutin yang dijadwalkan oleh dua manusia ini untuk belajar dan mengajar agama Islam.

Setelah beberapa bulan bersyahadat, Takahashi kian akrab dengan keluarga Muhammad. Dia mulai menghindari makanan haram menurut hukum Islam.

Memilih dengan hati-hati dan baik, mana yang boleh di makan dan mana yang tidak boleh dimakan merupakan kelebihannya. Terkadang tidak sedikit, keluarga Muhammad pun mendapatkan informasi makanan-makanan yang halal dan haram dari Takahashi.

Pizza wo tabenaide kudasai. cheese ni ra-do wo mazeterukara.. (Jangan makan pizza walau pun itu adalah cheese, karena di dalamnya ada lard, lemak babi)”, nasihatnya di suatu hari. Takahashi mengetahui informasi semacam ini karena memang kebiasaan tidak membeli pizza, atau makanan produk warung di Jepang memang sudah terpelihara sebelumnya di keluarga Muhammad.

Toko kecil makanan halal milik keluarga Muhammad, menjadi tumpuan Takahashi dalam mendapatkan daging halal. Suatu ketika Takahashi ingin makan daging ayam kesukaannya, tapi dia ngeri kalau melihat daging ayam bulat (whole) mentah yang ada di plastik, dan tidak berani untuk memotongnya. Dengan senang hati, Muhammad memotong ayam itu untuk Takahashi. Dia potong bagian pahanya, sayapnya, dan badannya menjadi beberapa bagian.

Setiap pekan, Takahashi terkadang memesan sosis halal untuk lauk, bekal makan siang di kantor. Setiap pagi ibunya selalu menyediakan menu khusus (baca: halal) untuk pergi ke kantor tempat dia bekerja. Sebagai ukuran muallaf Jepang yang dibesarkan di negeri Sakura, luar biasa kehati-hatian Takahashi dalam memilih makanan yang halal dan baik. Terkadang Muhammad harus belajar dari Takahashi tentang keimanan yang dia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Pernah dalam suatu percakapan tentang suasana kerja, Takahashi menggambarkan bagaimana terkadang sulitnya menjauhi budaya minuman sake di lingkungan tempat kerjanya. Di Jepang, suasana keakraban hubungan antara atasan dan bawahan atau teman bekerja memang ditunjukkan dengan saling memberikan minuman sake ke gelas masing-masing.

Dalam kondisi hidup ber-Islam yang sulit, Takahashi ternyata terus melakukan dakwah kepada ibunya. Beberapa bulan kemudian akhirnya ibunya pun menjadi muallaf dengan nama Qonita, nama pilihan Takahashi sendiri buat ibu yang dia cintainya. Sampai saat ini, bagaimana dia mendapatkan nama itu, tidak ada seorang pun yang tahu, kecuali Takahashi.

Beberapa bulan berlalu, pertemuan kecil-kecilan berlangsung …terlontar dari mulutnya suatu kalimat.
Watashi ha kekkon simasu (Saya mau menikah)….”, ujarnya.

Dengan proses yang panjang, akhirnya dia mendapatkan jodohnya, wanita Jepang yang cantik, yang dia Islamkan sebelumnya. Setahun kemudian, suatu hari Takahashi datang ke rumah Muhammad dengan istrinya yang berkerudung, ikut serta juga buah hati mereka yang telah hadir di dunia ini.

Pada suatu hari, iseng-iseng Muhammad bertanya kepada Takahashi, “Apa yang menyebabkan Takahashi lebih tertarik dengan Islam?”

“Sebenarnya saya belajar juga Kristen, Budha dan Todoku (Agama moral) selain Islam,” Takahashi menjelaskan.

“Masih ingat dengan telepon kita dulu? Waktu pertama kali aku telepon ke Muhammad beberapa bulan dulu”, sambungnya.

“Iya ingat sekali”, jawab Muhammad.

“Kita waktu itu membuat perjanjian untuk bertemu di suatu tempat bukan?”, tanya Takahashi.

“Iya benar sekali”, sambung Muhammad lagi sambil mengingat-ingat kejadian saat itu.

“Saya sungguh ingin mantap dengan Islam, karena Muhammad datang 5 menit lebih dulu dari pada waktu yang kita janjikan, dan Muhammad datang terlebih dahulu dari pada aku. Muhammad pun menungguku waktu itu”, jawab Takahashi beruntun.

“Karena itu aku yakin, aku akan bersama dengan orang-orang  yang akan memberikan kebaikan”, sambungnya lagi.

Jawaban Takahashi membuat Muhammad tertegun, Astaghfirullah sudah berapa kali menit-menitku terbuang percuma, gumam Muhammad.

Begitu besar makna waktu 5 menit saat itu untuk sebuah hidayah dari Allah SWT. Subhanallah, 5 menit selalu kita lalui dengan hal yang sama, akan tetapi 5 menit waktu itu sungguh sangat berharga sekali bagi Takahashi.

Bagaimana dengan 5 menit yang terlewat barusan, milik Anda?

dakwatuna.com
Read more...
Sunday, 1 April 2012

Nulisbuku.com, Tahu Betul Kebutuhan Penulis

0 comments
Sebagai penulis, melihat nama diri sendiri tertulis di sebuah buku adalah kebahagiaan tersendiri. Namun, tak semua penulis bisa menerbitkan bukunya. Sistem penerbitan konvensional yang memiliki target penjualan tinggi membuat para penulis pemula sulit bersaing dengan para penulis best seller yang telah terjamin pangsa pasarnya. Mereka sulit menembus penerbit mainstream dan akhirnya mengubur impian menerbitkan buku. Kini, dunia penerbitan sudah berevolusi. Anda tak hanya bisa menjadi penulis namun juga dapat menerbitkan sendiri buku anda, gratis!

Nulisbuku.com adalah layanan selfpublishing berbasis Print On Demand yang memungkinkan semua penulis bisa mempublikasikan karyanya, dalam genre apapun. Website ini dipublikasikan sejak Oktober 2010 dengan menggelar event bertajuk "99 Writers in 9 Days".

"Dalam waktu sembilan hari kami berhasil mengumpulkan 110 penulis dengan 110 bukunya," ujar Briliant Yotenega, salah satu founder Nulisbuku.com saat menjadi pembicara pada "StartUpLokal Meetup v.14 dengan tema "Running a Succesful Community”yang merupakan rangkaian acara ICC 2011 di Assembly Hall 1, JCC, Jakarta, Sabtu (11/6/2011).

Saat itu, kenang Ega, panggilan akrabnya, 99 penulis yang terpilih, me-launching bukunya secara bersamaan di Istora Senayan, menandai berdirinya Nulisbuku.com sebagai layanan selfpublishing. Sejak saat itu pengunjung Nulisbuku.com melonjak hingga 300 persen dan hingga Juni 2011, anggota yang terdaftar sebanyak 6.000-an orang. Meski baru 8 bulan berdiri, Nulisbuku.com telah mempublikasikan 400 judul buku dari berbagai genre dengan total buku terjual lebih dari 9000 eksemplar. "Perbulannya sekitar 1000 sampai 1500 buku yang terjual," tambah Ega.

Kesuksesan Nulisbuku.com tak lepas dari kerja tim yang solid dari empat orang pendirinya, yakni Briliant Yotenega, Aulia Halimatussadiah, Oka Pratama, dan Angelina Anthony. Keempat orang ini menamakan diri mereka "the Dream Team" dengan target utama membuat semua orang mau terus menulis dan mempublikasikan karyanya ke dalam sebuah buku. "Walaupun e-book mulai booming, saya rasa buku tetap punya history-nya sendiri bagi sang penulis. Sedangkan untuk pembaca, buku bisa dibaca dimana saja, tanpa membutuhkan baterai seperti kalau baca e-book di laptop atau handphone," jelas Ega.

Menguatkan komnunitas
Tak cukup hanya membantu penulis menerbitkan bukunya secara selfpublishing, Nulisbuku.com juga selalu berusaha menjaga komunikasi dengan semua anggotanya dan membentuk komunitas penulis. Media sosial seperti Facebook dan Twitter selalu di-update oleh admin dengan informasi-informasi seputar dunia penulisan seperti event-event gathering, lomba-lomba, tips menulis, sampai sekadar memantau kehidupan pribadi anggota yang mungkin membutuhkan dukungan.

Selain bertemu komunitasnya di media sosial, Nulisbuku.com juga mengadakan pertemuan (kopdar) setiap satu bulan sekali yang dimulai sejak Januari 2011. Pertemuan ini dinamakan Nulis Buku Club (NBC). Event NBC pertama kali digelar tanggal 31 Januari 2011 di Anomali Coffee. NBC kedua, ketiga, dan keempat diadakan di Pisa Kafe Mahakam, sedangkan NBC 5 yang baru saja digelar minggu lalu, di Emax Plaza Semanggi, Jakarta. Dalam setiap kegiatan NBC, Nulisbuku.com menghadirkan para penulis tamu yang akan berbagi proses kreatifnya. Selain itu, anggota yang baru menerbitkan bukunya juga bisa ikut mempromosikan buku terbarunya di acara seperti ini.

NBC tak hanya dinikmati oleh anggota Nulisbuku.com di Jakarta. Kota-kota lainnya tak mau kalah seru. Anggota Nulisbuku.com di daerah, berinisiatif menggelar sendiri event serupa. "Biasanya tetap kami pantau dari Jakarta, mulai dari nama koordinatornya, sejauh mana persiapannya, sampai live tweet saat acara berlangsung," ungkap Ega.  Hingga kini, NBC telah digelar di Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Balikpapan, dan Palembang. Kota selanjutnya yang sedang merencanakan akan menggelar NBC adalah Bogor, Bekasi, Malang, Semarang, Samarinda, dan Makassar.

Tak cukup dengan gathering, Nulisbuku.com juga telah dua kali mengadakan lomba penulisan. Lomba pertama adalah #happywriting yang bertemakan kisah cinta di dunia maya yang happy ending (e-love story). Acara yang disponsori oleh Acer ini memberikan hadiah laptop kepada sang pemenang. Lomba kedua adalah #icare dengan bertemakan kepedulian terhadap kehidupan sesama. Pemenang lomba penulisan ini mendapatkan hadiah iPad 3G 32 GB dari sponsor Kimia Farma.

Nulisbuku.com yang memenangkan SparxUp Award 2010 kategori Best e-commerce ini juga rutin membuat proyek-proyek menulis bagi anggotanya untuk memberikan stimulus menulis. Nulisbuku.com  akan melepmpar satu tema atau memberikan pilihan tema yang bisa dipilih anggotanya melalui Twitter. Setelah tema disepakati, admin akan melempar kembali kepada anggota untuk memberikan kesempatan bagi yang bersedia menjadi koordinator.  Tugasnya mengumpulkan karya, membaginya ke dalam beberapa buku, mengedit, mencari atau membuatkan cover, lalu mengurusi penerbitannya. Proyek seperti ini ternyata laris manis. Tercatat lebih dari 10 proyek dengan tema berbeda berhasil digelar dengan menghasilkan minimal 12 judul buku dari setiap proyek.

Setelah proyek 99 writers, proyek yang paling berkesan adalah proyek #writers4Indonesia di mana para penulis bergabung untuk menulis kumpulan cerpen."Royaltinya seratus persen disumbangkan untuk korban bencana gempa di Jogja dan Padang," kenang Ega.  Saat itu, 12 judul buku dari 200-an penulis berhasil diluncurkan.

Semua yang dibagi Ega dalam #StartUpLokal Meetup v.14 inilah yang membuat anggota Nulisbuku.com terus bertambah setiap bulannya. Nulisbuku.com tahu betul kebutuhan penulis dan mau tumbuh dengan komunitas yang saling mengenal, saling berbagi, dan saling mendukung sehingga anggota yang telah bergabung terkadang mengajak teman-temannya untuk mendaftar dan menulis bersama.

Read more...
Thursday, 1 March 2012

Pentingnya Meluruskan Dan Merapatkan Shaf Ketika Sholat Berjamaah

0 comments
Saudaraku, ajaran Islam memang benar-benar sempurna dan lengkap. Sedemikian lengkapnya sehingga soal bagaimana melaksanakan sholat berjamaahpun diatur di dalamnya. Pernah diriwayatkan bahwa para sahabat langsung diajarkan oleh Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam agar di dalam barisan sholat berjamaah senantiasa dipastikan lurus dan rapatnya. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bahkan memberikan ancaman berupa akibat yang akan ditimbulkan bilamana shaf dibiarkan tidak lurus.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَوِّي صُفُوفَنَا
حَتَّى كَأَنَّمَا يُسَوِّي بِهَا الْقِدَاحَ حَتَّى رَأَى أَنَّا قَدْ عَقَلْنَا عَنْهُ
ثُمَّ خَرَجَ يَوْمًا فَقَامَ حَتَّى كَادَ يُكَبِّرُ فَرَأَى رَجُلًا
بَادِيًا صَدْرُهُ مِنْ الصَّفِّ فَقَالَ عِبَادَ اللَّهِ
لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam selalu meluruskan shaf kami, sehingga beliau seolah-oleh meratakan anak panah sehingga beliau melihat bahwa kami telah memahaminya. Kemudian suatu hari beliau keluar (untuk menunaikan sholat), lalu berdiri hingga ketika hampir mengucapkan takbir, beliau melihat seorang lelaki dadanya keluar (menonjol) dari shaf, maka beliau bersabda: “”Hai hamba-hamba Allah, kalian benar-benar meluruskan shaf kalian (jika tidak) Allah akan (menimbulkan perselisihan) di antara wajah-wajah kalian.” (HR Muslim dan Ahmad)

Berdasarkan hadits di atas, jelas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan kemungkinan terjadinya perselisihan antara wajah-wajah para sahabat jika mereka mengabaikan lurusnya shaf. Perselisihan antara wajah dapat juga diartikan sebagai munculnya perbedaan cara pandang dalam berbagai masalah kehidupan. Secara jangka panjang hal ini dapat mengakibatkan terjadinya perpecahan di tengah tubuh ummat Islam. Saudaraku, jika kita mau jujur, persoalan kerapihan shaf sholat berjamaah di banyak masjid di negeri kita tampaknya sudah kronis. Mungkinkah ini yang menyebabkan sulitnya kita ummat Islam dapat bersatu menghadapi musuh-musuh Islam dewasa ini?

Perlu disadari juga bahwa lurusnya shaf sangat mempengaruhi ke-afdhol-an sholat berjamaah yang kita lakukan dalam penilaian Allah. Sehingga Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam sampai bersabda:

سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلَاةِ

“Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk tegaknya sholat.” (HR Bukhary)

سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ تَمَامِ الصَّلَاةِ

“Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat.” (HR Ibnu Majah)

Maka saudaraku, marilah kita senantiasa memastikan bahwa saat kita hadir dalam sholat berjamaah –apalagi jika kita menjadi Imam sholatnya- kita senantiasa menegakkan sholat tersebut sesuai arahan dan bimbingan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Kita pastikan bahwa shaf-shaf sholat berjamaah kita selalu berada dalam keadaan lurus dan rapat. Konon menurut suatu riwayat Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu sangat tegas dalam masalah ini sehingga beliau pernah meluruskan shaf barisan sholat berjamaah dengan menggunakan pedangnya...! Oleh karenanya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam pernah menyuruh para sahabat agar berbaris sebagaimana berbarisnya para malaikat secara teratur di hadapan Allah. Sehingga para sahabat heran dan bertanya seperti apakah barisan para malaikat di hadapan Allah itu?

أَلَا تَصُفُّونَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَلَّ وَعَزَّ
قُلْنَا وَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهِمْ
قَالَ يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الْمُقَدَّمَةَ وَيَتَرَاصُّونَ فِي الصَّفِّ

“Tidakkah kalian berbaris sebagaimana berbarisnya para malaikat (dengan rapih) di hadapan Rabb mereka?” Maka kami bertanya: ”Ya Rasulullah, bagaimanakah berbarisnya para malaikat di hadapan Rabb mereka?” Beliau bersabda: “Mereka menyempurnakan shaf-shaf pertama dan merapatkan shaf.” (HR Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)

Pada kesempatan lain Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam pernah memperingatkan para sahabat agar menutup celah-celah di antara shaf sholat berjamaah mereka dengan saling berdekatan satu sama lain antara mereka. Sebab bilamana celah-celah tersebut dibiarkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dapat melihat –dengan izin Allah- syetan menyelinap di dalam barisan orang-orang yang sholat berjamaah laksana anak-anak kambing...!

رُصُّوا صُفُوفَكُمْ وَقَارِبُوا بَيْنَهَا وَحَاذُوا بِالْأَعْنَاقِ
فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَرَى الشَّيْطَانَ
يَدْخُلُ مِنْ خَلَلِ الصَّفِّ كَأَنَّهَا الْحَذَفُ

“Rapatkanlah shaf-shaf kalian, saling berdekatanlah, dan luruskanlah dengan leher-leher (kalian), karena demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah shaf seakan-akan dia adalah kambing kecil.” (HR Abu Dawud)

Saudaraku, jika kita merujuk kepada hadits di atas lalu kita kaitkan dengan realita sholat berjamaah ummat Islam kebanyakan, maka kita sangat khawatir sudah berapa banyak syetan yang berseliweran meramaikan barisan sholat berjamaah kaum muslimin di masyarakat kita selama ini…! Tidak mengherankan bilamana sholat kita selama ini tidak terlalu jelas memberikan nilai tambah bagi hadirnya akhlak mulia. Padahal Allah menjamin bahwa sholat seseorang pasti mencegah dirinya dari berbuat keji dan mungkar. Jangan-jangan inilah di antara faktor utamanya...!

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

”... dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS Al-Ankabut ayat 45)

Kadang kita malah menjumpai kenyataan dimana saat kita berkeinginan untuk merapatkan shaf dengan mendekatkan diri kepada tetangga sholat kita, malah saudara kita itu malah menjauhkan badannya dari kita. Sehingga shaf tidak kunjung rapat, selalu saja ada celah-celah di antara orang-orang yang sholat. Memang ini semua memerlukan edukasi ummat secara massif agar kita semua dapat benar-benar meraih sholat yang berbuah akhlaqul karimah. Inilah yang dikhawatirkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dalam salah satu hadits beliau. Bilamana seseorang memutuskan shaf sholat, maka sama saja ia mengundang diputusnya rahmat Allah atas dirinya. Sebaliknya bila seseorang menyambung shaf sholat yang tadinya terputus justeru dia akan memperoleh sambungan rahmat Allah atas dirinya.
مَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
“Barangsiapa menyambung suatu shaf, niscaya Allah menyambungnya (dengan rahmatNya). Dan barangsiapa yang memutuskan suatu shaf, niscaya Allah memutuskannya (dari rahmatNya).” (HR An-Nasai)

Ya Allah, rahmatilah kami semua dengan sebab rapihnya, lurusnya dan rapatnya shof sholat berjamaah kami. Ya Allah, terimalah selalu segenap ’amal sholeh dan ’amal ibadah kami semua. Amin ya Rabb.-

Read more...

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil