Friday, 25 February 2011

Siapa Malingnya???

0 comments
Jakarta - BUS yang membawa anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat itu meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin siang tiga pekan lalu. Ketika itu 10 legislator baru saja melakukan inspeksi mendadak di kantor Imigrasi Bandara. "Kami mengecek kenapa Gayus Tambunan bisa lolos ke luar negeri," kata Ichsan Soelistio, salah seorang anggota Komisi.

Dalam perjalanan pulang ke Senayan, bus melaju ke arah Pelabuhan Laut Tanjung Priok. Ichsan kaget karena tak tahu ada agenda tambahan yang baru diumumkan di tengah jalan. "Saya tidak tahu karena yang mengatur pimpinan Komisi," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini. "Tapi saya anggap wajar karena yang namanya inspeksi mendadak, agenda pasti rahasia."

Bus membawa rombongan Komisi Bidang Hukum itu menuju Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok. Di sana mereka ditemui Kepala Kantor Rahmat Subagio.

Kunjungan dinas ini terasa janggal karena Bea dan Cukai sesungguhnya bukan partner kerja Komisi Hukum, melainkan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR. Namun Wakil Ketua Komisi Hukum Aziz Syamsuddin beralasan ia datang ke Priok untuk menanyakan pemeriksaan penyelundupan oleh penyidik pegawai negeri sipil. Penyidik sipil, kata anggota Fraksi Golkar ini, masih berada di ranah kerja Komisi Hukum.

Sumber Tempo bercerita bahwa ada udang di balik kunjungan mendadak itu: sidak dilakukan untuk mengeluarkan dua kontainer barang impor bermasalah milik PT Anugrah Karya Utama. Empat hari sebelum kunjungan tersebut, Komite Pengawas Perpajakan menyampaikan informasi ke Direktur Jenderal Bea dan Cukai Thomas Sugijata tentang dua kontainer barang mencurigakan yang akan masuk pelabuhan.

Sebab, sehari setelah menerima kabar dari Komite Pengawas, seorang pejabat bidang intelijen di bagian pencegahan dan penindakan Bea-Cukai Pelabuhan Tanjung Priok diketahui makan siang dengan bos Anugrah Karya di Restoran Sop Buntut Haji Sodik, Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara. Pemilik perusahaan yang biasa disapa A Pau Yanto itu datang memakai Honda Civic B-4-PAU sekitar pukul dua siang.

Mendengar dokumennya dianggap bermasalah, A Pau membawa berkas pemberitahuan impor barang pada 10 Januari lalu, tepat pada hari kedatangan anggota legislatif. Dia berharap, kata sumber Tempo, lobi orang dalam dan tekanan anggota DPR bisa menyelamatkan dua kontainer barang miliknya.

Sumber Tempo di Direktorat Bea dan Cukai mengatakan A Pau adalah pemain lama dalam bisnis "gelap"-membawa barang tanpa izin masuk Indonesia. "Dia dekat dengan aparat hukum dan politikus DPR," katanya. Tiga nama di Komisi Hukum DPR yang disebut-sebut "dikenal dengan baik" oleh A Pau adalah Aziz Syamsuddin dan Setya Novanto dari Partai Golkar serta anggota Fraksi PDIP, Herman Hery.

Indikasi kedekatan itu juga terlihat ketika Komisi Hukum menginspeksi gudang minuman keras sitaan Bea dan Cukai di Bumi Serpong Damai, Tangerang. Saat itu mereka minta barang sitaan tersebut diawasi ketat. "Barang-barang di gudang itu milik lawan bisnis A Pau," kata sumber tadi.
Aziz membantah tudingan tersebut. "Enggak benar itu. Kami mau penyelundupan itu diusut, kok malah dibilang minta (kontainer) itu dikeluarin," kata Aziz, Senin pekan lalu. Setya mengaku tak ikut-ikutan. "Masak Ketua Fraksi (Golkar) ikut turun," ujarnya. "Saya tidak tahu apa-apa soal itu." Herman Hery juga menampik dikatakan membekingi. "Siapa yang bilang? Saya juga tidak ikutan inspeksi itu," ujarnya.

Adapun Kepala Bea dan Cukai Tanjung Priok Rahmat Subagio tak mau banyak berkomentar. "Kedua kontainer masih dalam penelitian dan kami mengutamakan asas praduga tak bersalah," katanya. Dia juga menolak menjawab soal pertemuan anak buahnya dengan sang importir.

A Pau tak menjawab panggilan telepon yang dilayangkan Tempo. Pertanyaan melalui pesan pendek juga tidak dibalasnya. Jumat pekan lalu, Tempo menyambangi kantor PT Anugrah di Pasar Jembatan Merah, Mangga Besar, Jakarta Pusat. Tak mudah menemukan kantor perusahaan yang didirikan pada Agustus 2008 itu karena mereka tak memasang papan nama. Di alamat resmi perusahaan tersebut hanya ditemukan rolling door bercat kuning yang digembok. "Sudah tiga hari kantor itu tutup," kata seorang karyawan kantor yang bersebelahan dengan Anugrah.

RENCANA meloloskan kontainer itu berantakan lantaran keburu ketahuan Komite Pengawas Perpajakan. Komite ini menyurati Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta kontainer itu dibeslah. Agus setuju. Dua kontainer bermasalah juga diperintahkan ditaruh di lokasi yang mudah diawasi sebelum diperiksa ulang Senin dua pekan lalu.

Akhir pekan menjelang pemeriksaan itu, salah satu kontainer raib dari lapangan penimbunan peti kemas PT Graha Segara. Petugas Bea dan Cukai beralasan kontainer hanya dipindahkan sementara karena peti kemas di bawahnya hendak dikeluarkan. Belakangan diketahui di dalam kontainer yang sempat raib itu tersimpan 4.000 BlackBerry, 2.000 unit telepon seluler, seribu lebih Sony PlayStation 2, dan sekitar 12 ribu botol wine. Barang-barang itu tak tercantum dalam dokumen impor.

Setelah kasus beking BlackBerry selundupan itu terbongkar, muncul gerakan DPR yang bertujuan memberangus Komite Pengawas Perpajakan. Menurut anggota Komisi Keuangan, Arif Budimanta, yang dipersoalkan dasar hukum tugas Komite Pengawas. Agenda itu kabarnya disiapkan sebelum rapat DPR dengan Komite yang dipimpin mantan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi tersebut. "Bahannya ada yang menyiapkan, tapi saya tak tahu siapa."

Serangan terhadap Komite Pengawas Perpajakan itu terjadi Selasa dua pekan lalu. Dalam rapat kerja Komisi Keuangan DPR, sejumlah anggota Dewan menyemprot Anwar Suprijadi. Rapat dibuka dengan permintaan agar Anwar menjelaskan peran dan fungsi lembaganya. Anwar menjawab, "Kami bertugas mengawasi pajak, Bea dan Cukai…." Tapi, belum habis kalimat Anwar, datang interupsi beruntun mempertanyakan wewenang Komite Pengawas Perpajakan mengurusi masalah kepabeanan.
"Ngapain Komite Pengawas Perpajakan ngurusin Bea-Cukai?" tanya anggota Komisi dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng. "Komite tidak berwenang melakukan penyegelan, Komite hanya boleh mengurus pajak."

Menurut Anwar Suprijadi, lembaganya berwenang memonitor Bea dan Cukai. Ia merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan soal Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan. "Kami tidak melanggar aturan apa pun karena kami bekerja sesuai dengan perintah menteri itu," katanya.

Aturan yang diterbitkan pada Juli 2010 tersebut menyatakan Komite memiliki Subbagian Fasilitasi Pencegahan Penyimpangan II, yang bertugas memantau serta mengumpulkan informasi dari petugas Bea dan Cukai demi mencegah penyimpangan di Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Anwar mempertanyakan keberatan anggota DPR itu. Dia mengaku sudah berkali-kali mengawasi penyelundupan tapi tak pernah dikeluhkan DPR. "Kalau memang bermasalah, kenapa tidak dipersoalkan dari awal, kenapa baru sekarang," katanya.

Mafia dimana-mana:cd:
Siapa malingnya???

www.berita-terbaru.com
Read more...
Monday, 7 February 2011

Kata Mutiara Imam Syafii

0 comments









Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan.


Imam Syafii
Read more...
Saturday, 29 January 2011

Ciri Orang Besar Memulai Perubahan

0 comments
Pagi  yang indah selalu dihadirkan Allah SWT untuk kita yang memiliki keterpautan hati dan bisa merasakan betapa besar Cinta-Nya pada hambanya. Mata yang masih bisa melihat Keindahan itu, udara yang masih bisa kita hirup, aliran darah dan denyut nadi yang masih bisa kita rasakan, menunjukkan jika kita masih diberi eksistensi oleh-Nya.  Rasulullah SAW yang melihat umatnya dari syurga Firdaus-Nya, mendoakan kita yang tak kenal letih memperjuangkan risalah dakwah untuk kejayaan Islam di Bumi Allah ini. Semoga kelak kita semua dikumpulkan bersama Baginda Rasul dan para keluarga serta sahabat.

Terkadang kita ini terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk sesuatu di luar diri kita. Juga terlalu banyak energi dan potensi kita untuk memikirkan selain diri kita, baik itu merupakan kesalahan, keburukan, maupun kelalaian. Namun ternyata sikap kita yang kita anggap kebaikan itu tidak efektif untuk memperbaiki yang kita anggap salah. Banyak orang yang menginginkan orang lain berubah, tapi ternyata yang diinginkannya itu tak kunjung terwujud. Kita sering melihat orang yang menginginkan Indonesia berubah. Tapi, pada saat yang sama, ternyata keluarganya ‘babak belur’, di kampus tak disukai, di lingkungan masyarakat tak bermanfaat. Itu namanya terlampau muluk.

Jangankan mengubah Indonesia, mengubah keluarga sendiri saja tidak mampu. Banyak yang menginginkan situasi negara berubah, tapi kenapa merubah sikap adik saja tidak sanggup. Jawabnya adalah: kita tidak pernah punya waktu yang memadai untuk bersungguh-sungguh mengubah diri sendiri. Tentu saja, jawaban ini tidak mutlak benar. Tapi jawaban ini perlu diingat baik-baik.  Siapa pun yang bercita-cita besar, rahasianya adalah perubahan diri sendiri. Ingin mengubah Indonesia, caranya adalah ubah saja diri sendiri. Betapapun kuatnya keinginan kita untuk mengubah orang lain, tapi kalau tidak dimulai dari diri sendiri, semua itu menjadi hampa. Setiap keinginan mengubah hanya akan menjadi bahan tertawaan kalau tidak dimulai dari diri sendiri. Orang di sekitar kita akan menyaksikan kesesuaian ucapan dengan tindakan kita.

Boleh jadi orang yang banyak memikirkan diri sendiri itu dinilai egois. Pandangan itu ada benarnya jika kita memikirkan diri sendiri lalu hasilnya juga hanya untuk diri sendiri. Tapi yang dimaksud di sini adalah memikirkan diri sendiri, justru sebagai upaya sadar dan sungguh-sungguh untuk memperbaiki yang lebih luas.  Perumpamaan yang lebih jelas untuk pandangan ini adalah seperti kita membangun pondasi untuk membuat rumah. Apalah artinya kita memikirkan dinding, memikirkan genteng, memikirkan tiang yang kokoh, akan tetapi pondasinya tidak pernah kita bangun. Jadi yang merupakan titik kelemahan manusia adalah lemahnya kesungguhan untuk mengubah dirinya, yang diawali dengan keberanian melihat kekurangan diri.

Pemimpin mana pun bakal jatuh terhina manakala tidak punya keberanian mengubah dirinya. Orang sukses mana pun bakal rubuh kalau dia tidak punya keberanian untuk mengubah dirinya. Kata kuncinya adalah keberanian. Berani mengejek itu gampang, berani menghujat itu mudah, tapi, tidak sembarang orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri. Ini hanya milik orang-orang yang sukses sejati.  Orang yang berani membuka kekurangan orang lain, itu biasa. Orang yang berani membincangkan orang lain, itu tidak istimewa. Sebab itu bisa dilakukan oleh orang yang tidak punya apa-apa sekali pun. Tapi, kalau ada orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri, bertanya tentang kekurangan itu secara sistematis, lalu dia buat sistem untuk melihat kekurangan dirinya, inilah calon orang besar.

Mengubah diri dengan sadar, itu juga mengubah orang lain. Walaupun dia tidak berucap sepatah kata pun untuk perubahan itu, perbuatannya sudah menjadi ucapan yang sangat berarti bagi orang lain. Percayalah, kegigihan kita memperbaiki diri, akan membuat orang lain melihat dan merasakannya. Memang pengaruh dari kegigihan mengubah diri sendiri tidak akan spontan dirasakan. Tapi percayalah, itu akan membekas dalam benak orang. Makin lama, bekas itu akan membuat orang simpati dan terdorong untuk juga melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Ini akan terus berimbas, dan akhirnya semakin besar seperti bola salju. Perubahan bergulir semakin besar.

Jadi kalau ada orang yang bertanya tentang sulitnya mengubah keluarga, sulitnya mengubah anak, jawabannya dalam diri orang itu sendiri. Jangan dulu menyalahkan orang lain, ketika mereka tidak mau berubah. Kalau kita sebagai ustadz, atau kyai, jangan banyak menyalahkan santrinya. Tanya dulu diri sendiri. Kalau kita sebagai pemimpin, jangan banyak menyalahkan bawahannya, lihat dulu diri sendiri seperti apa.  Kalau kita sebagai pemimpin negara, jangan banyak menyalahkan rakyatnya. Lebih baik para penyelenggara negara gigih memperbaiki diri sehingga bisa menjadi teladan. Insya Allah, walaupun tanpa banyak berkata, dia akan membuat perubahan cepat terasa, jika berani memperbaiki diri. Itu lebih baik  dibanding banyak berkata, tapi tanpa keberanian menjadi suri teladan.  Jangan terlalu banyak bicara. Lebih baik bersungguh-sungguh memperbaiki diri sendiri. Jadikan perkataan makin halus, sikap makin mulia, etos kerja makin sungguh-sungguh, ibadah kian tangguh. Ini akan disaksikan orang.

Membicarakan dalil itu suatu kebaikan. Tapi pembicaraan itu akan menjadi bumerang ketika perilaku kita tidak sesuai dengan dalil yang dibicarakan. Jauh lebih utama orang yang tidak berbicara dalil, tapi berbuat sesuai dalil. Walaupun tidak dikatakan, dirinya sudah menjadi bukti dalil tersebut. Mudah-mudahan, kita bisa menjadi orang yang sadar bahwa kesuksesan diawali dari keberanian melihat kekurangan diri sendiri. Jadi teringat  kutipan kata bijak dari sebuah buku seperti ini:

Jadilah kau sedemikian kuat sehingga tidak ada yang dapat mengganggu kedamaian pikiranmu
Lihatlah sisi yang menyenangkan dari setiap hal

Senyumlah pada setiap orang
Gunakanlah waktumu sebanyak mungkin untuk meningkatkan kemampuanmu sehingga kau tak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain

Jadilah kau terlalu besar untuk khawatir dan terlalu mulia untuk meluapkan kemarahan
Satu-satunya tempat dimana kita dapat memperoleh keberhasilan tanpa kerja keras adalah hanya dalam kamus.

Di awal tahun, awal bulan dan awal minggu (Jum’at adalah awal minggu bagi umat Islam), ayo kita semua mulai memperbaiki diri. Suatu karya besar selalu diciptakan oleh orang-orang yang berfikir besar. Namun perubahan besar pasti dimulai dari satu langkah kecil, dan itu dimulai dari diri kita masing-masing.

Wallahualam bishowab

Read more...
Friday, 28 January 2011

Agar Kita Selamat

0 comments
Semua manusia ingin keselamatan. Karenanya di mana-mana dipancang slogan “Safety is our Priority”. Dalam slogan lain kadang berbunyi ” Safety First”. Apapun semua ungkapan itu intinya sama, menyerukan keselamatan. Namun ingat bahwa hakikat keselamatan sebenarnya bukan selamat di dunia. Sebab dunia dirancang bukan untuk menjadi tempat selamanya. Karenanya, sehebat apapun manusia memproteksi dirinya, ujung-ujungnya ia pasti mati. Oleh karena itu setiap kita berbicara tentang keselamatan, sebenarnya itu maksudnya bukan sekadar selamat di dunia, tetapi juga di akhirat. Apa saja yang harus kita lakukan supaya kita selamat di dunia dan akhirat:

Pertama, Utamakan Allah
Allah Pencipta manusia dan pencipta segala makhluk di alam semesta. Dialah Pemilik langit dan bumi. Pun Dialah yang mengurus dan menyediakan segala fasilitas yang dibutuhkan manusia untuk bisa hidup di muka bumi. Lebih dari itu Dialah yang memiliki dunia dan akhirat. Semua manusia kelak akan kembali kepadaNya. Maka sungguh bahagia manusia yang selama hidup di dunia mematuhi aturanNya, di mana ia kelak setelah kembali kepadaNya, membawa amal-amal yang disukaiNya. Sebaliknya sungguh celaka manusia yang lalai. Diberi kesempatan hidup sekali malah disia-siakan. Segala kesempatan itu hanya diisi dengan dosa-dosa dan kesia-siaan. Bayangkan bagaimana penderitaan manusia semacam ini, di saat kelak menghadap Allah, dengan dosa-dosa dan perbuatan yang paling Allah benci.

Bayangkan jika Anda sedang menghadap bos Anda dengan membawa laporan kerja yang isinya kegiatan sia-sia atau merusak perusahaan. Padahal Anda telah mendapatkan fasilitas lengkap dari bos Anda. Namun semua fasilitas itu Anda gunakan bukan untuk melakukan tugas-tugas kantor Anda. Melainkan justru digunakan untuk merusak program perusahaan itu sendiri. Apa yang Anda bayangkan tentang ancaman yang akan ditimpakan bos Anda kepada Anda? Lalu bayangkan jika ini terjadi di hadapan Allah yang Mahatahu. Kalau kepada bos Anda, mungkin Anda masih bisa berbohong, tetapi kepada Allah, Anda tidak mungkin bisa berbasa-basi, atau bersembunyi atau berpura-pura.

Kedua, Contoh Rasulullah
Untuk mentaati Allah butuh contoh. Dan contoh terbaik adalah Rasulullah SAW. Karenanya predikat yang Allah berikan kepada Rasulullah adalah sebagai hamba. Dari kepribadian Rasulullah SAW minimal ada dua hal penting untuk kita tiru: (1) Tiru Cara Ibadahnya kepada Allah. (2) Tiru Akhlaqnya yang mulia. Dalam hal ibadah, Rasulullah SAW Sangat sungguh-sungguh. Maksudnya ibadah ritual. Setiap datang waktu shalat Rasulullah SAW segera ke masjid. Bahkan pernah suatu hari bersabda bahwa beliau akan membakar rumah seseorang yang tidak mau melaksanakan shalat di masjid. Tidak hanya shalat yang wajib, melainkan juga shalat-shalat sunnah. Bila Rasulullah SAW shalat malam, seringkali berdiri terlalu lama karena membaca surah yang panjang sampai bengkak kakinya. Lidahnya tidak pernah kering dari dzikir. Setiap hari selalu mengucapkan istighfar minimal tujuh puluh kali, dalam riwayat lain seratus kali. Tidak hanya shalat puasa juga demikian. Dalam banyak hadits, selalu kita temukan contoh-contoh puasa yang dilakukan Rasulullah SAW. Tidak saja puasa wajib melainkan juga puasa sunnah.

Adapun dalam segi akhlaq, Rasulullah SAW adalah contoh yang paling baik. Allah swt telah memuji akhlaqnya dalam surga Al Qalam:4 Allah berfirman: “Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”.  Ini pujian bukan ucapan manusia. Seandainya yang mengucapkan manusia, mungkin kita bisa menyangkalnya, sebab boleh jadi pujian itu datang karena kepentingan tertentu atau ada tujuan-tujuan subjektif tersembunyi. Namun pujian itu datang dari Allah yang Maha objektif. Allah maha tahu. Maka tidak ada dalam pujian itu yang ditutup-tutupi. Itu pujian paling mewakili hakikat kepribadian Rasulullah SAW. Dan benar, bahwa Rasulullah SAW berakhlaq mulia. Bagi istrinya beliau adalah suami terbaik. Aisyah RA Menceritakan bahwa Rasulullah SAW tidak menyakiti istrinya, pun tidak pernah memukul benda. Kepada anak dan cucunya Rasulullah SAW adalah contoh ayah yang baik. Seringkali dikisahkan bahwa Rasulullah SAW selalu menyempatkan diri bermain dengan cucunya Hasan-Husein. Kepada sahabat-sahabatnya Rasulullah adalah guru sekaligus sahabat yang baik. Begitu hijrah ke Madinah, beliau segera bangun persaudaraan antara Muhajirin dan Anshar. Kepada non Muslim Rasulullah SAW melindungi mereka, memberikan hak-hak mereka, tidak ada seorang pun yang dizhalimi, pun tidak satu tempat ibadah pun milik mereka yang dirusak apalagi dihancurkan.

Ketiga, Selamatkan Kemanusiaan
Islam diturunkan untuk keselamatan manusia. Tidak ada dalam ajaran Islam satu ayat atau satu hadits pun yang mengajarkan kezhaliman terhadap kemanusiaan. Dalam perang pun tuntunan Islam sangat jelas. Yang boleh dilawan hanya yang menyerang saja. Sementara anak-anak dan kaum wanita serta para rahib yang sedang beribadah tidak boleh disakiti apalagi dibunuh. Segala yang merusak kemanusiaan diharamkan. Khamer diharamkan karena merusak akal. Zina haram karena merusak nasab dan harga diri. Riba diharamkan karena merusak harta, dan di dalamnya ada kezhaliman dan seterusnya.

Ajaran ibadah ritual dalam Islam, semua bertujuan agar jiwa manusia hidup. Bahwa manusia tidak cukup hanya hidup dengan fisiknya saja. Manusia harus hidup fisik dan jiwanya. Karenanya Allah bekalkan iman. Maka sungguh tidak akan selamat manusia yang mati jiwanya. Inilah makna ayat: qad aflaha man zakkahaa wa qad khaaba mandassaahaa (QS 91:9-10). Perhatikan apa yang di alami manusia-manusia kafir. Mereka meronta-ronta jiwanya. Sekalipun segala kesenangan dunia dimudahkan tetapi mereka masih saja merasakan dalam dirinya ada sesuatu yang hilang. Karenanya mereka lari ke tempat-tempat maksiat. Itupun tidak cukup, mereka di saat yang sama harus mabuk, untuk menghindari ketercekaman jiwa. Namun semua itu bukan jawaban. Sebab jawabannya hanya iman yang jujur.

Lebih jauh, ajaran membantu fakir miskin, menyenangkan anak yatim, menjenguk orang sakit, membantu yang lemah, menghormati yang lebih tua, mengabdi kepada kedua orang tua, itu semua sangat tegas dalam Al Qur’an dan As sunnah. Maka seorang muslim tidak cukup hanya baik secara ibadah ritual melainkan lebih dari itu harus juga baik secara sosial. Tetapi maksudnya bukan seperti yang dikatakan sebagian orang: bahwa yang penting baik sosialnya kepada orang lain, sekalipun tidak patuh dalam ibadah ritualnya. Tidak, tidak demikian pengertian dalam hal ini. Islam mengajarkan keseimbangan: keseimbangan antara jasmani dan rohani, keseimbangan antara ritual dan sosial, pun keseimbangan antara dunia dan akhirat.  
Wallahu a’lam bishsawab.

Read more...
Saturday, 22 January 2011

Daftar Link Radio Streaming Islami Indonesia

13 comments
Bagi anda yang ada di perantauan seperti saya dan tidak ada radio islami di sana dan ingin mendengarkan nasyid, berita maupun tausiyah bisa anda dengarkan link streaming di bawah ini:

Kalau ada yang mau nambahin silahkan biar banyak pilihan untuk mendengar. Selamat berstreaming ria. Mudah-mudahan berkah.


bachtiartea.blogspot.com
Read more...

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil