Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts
Sunday, 31 August 2014

Tips Membeli Rumah Bekas

6 comments
Membeli rumah bekas itu gampang-gampang susah. Gampang karena lebih mudah untuk mengetahui bagaimana perkembangan kawasan di sekitarnya yang sudah ‘jadi.’ Namun akan terasa sulit lantaran Anda tidak punya banyak pilihan baik pada jumlah unit maupun model rumah yang tersedia. Ada juga sejumlah pekerjaan ekstra yang harus dilakukan pasca pembelian.

Membeli rumah bekas itu, ibarat seseorang mencari pasangan hidupnya. Membutuhkan waktu yang cukup lama dan ketelitian ekstra plus kesabaran, namun terkadang nampak mudah. Apakah rumah yang kita incar telah memenuhi kriteria yang kita inginkan? Apakah tampilan luar rumah sungguh mewakili kondisi rumah tersebut secara keseluruhan? Berikut tips membeli rumah bekas.

Cermati Anggaran yang Harus Disiapkan


Anda harus menghitung dulu, bagaimana kondisi keuangan Anda dan kalkulasi secara finansial, berbagai sumber keuangan Anda dan bagaimana kewajiban-kewajiban yang harus Anda lunaskan. Tambahkan pula dalam anggaran Anda, minimal 10% untuk renovasi rumah, biaya transaksi, pindahan dan sebagainya. Pertimbangkan juga rencana Anda kedepan, seperti menambah anak lagi, ingin melakukan renovasi dan sebagainya.



Dokumen Rumah



Bila Anda berencana memakai KPR dari perbankan, rumah yang Anda inginkan haruslah rumah yang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan mempunyai nilai jual di pasaran.


Buatlah List Keinginan Anda atas Rumah 


Buatlah list rumah seperti apa yang Anda inginkan, lokasinya, modelnya dan lain-lain lalu mulailah mencari beberapa alternatif rumah yang mendekati list keinginan Anda tersebut. Buat sebuah daftar rumah dijual yang menarik minat Anda lantas, tindak-lanjuti, tanyakan harga, spesifikasi dan fasilitasnya. Coret yang harga rumah yang lebih tinggi 10% diatas daya beli Anda. Kunjungi rumah-rumah yang anda inginkan, secukupnya saja. Setelah anda menemukan rumah yang sepertinya cocok di harga dan di hati, bikin rencana untuk kunjungan lanjutan yang lebih lama dan jangan lupa rundingkan dengan anggota keluarga lainnya. Pertimbangkan juga jumlah anggota keluarga, pertumbuhan keluarga, hobi Anda, gaya hidup Anda apakah suka berkumpul atau lebih sering menyendiri. Biasanya, orang lebih menyukai rumah yang dekat ke kantor, dekat dengan sekolah anak & banyak kerabat yang menjadi tetangga.


Luangkan Seminggu untuk Matangkan Pilihan


Anda mungkin akan berhubungan dengan pemilik rumah langsung, atau bisa jadi dengan agen properti yang menangani penjualan rumah itu. Katakan kepada mereka bahwa Anda berminat dan mintalah pengurangan harga. Selanjutnya, Anda perlu membuat tabel empat kolom berisi: Kolom 1 adalah berisi daftar periksa, termasuk surat-surat rumah, fasilitas yang Anda, kesesuaian dengan gaya hidup keluarga Anda dan lainnya. Kolom 2,3,4 adalah buruk, sedang, bagus.Bawa selalu daftar yang anda buat ini sewaktu Anda melakukan lakukan kunjungan. Ini untuk mengingatkan Anda. Luangkan waktu minimal 7 hari, (kecuali anda sudah sangat mengenal wilayah rumah itu). Ini untuk lebih meyakinkan diri, sebelum Anda mengajukan penawaran, karena bisa saja begitu Anda menawar harga, pemilik rumah langsung setuju. Ingat, pertimbangan dengan matang karena Anda akan tinggal lama disitu selama mungkin 20-30 tahun kedepan.


Pastikan Harga Rumah


Ketika hendak melakukan negosiasi mengenai harga rumah, Anda harus memastikan beberapa hal yang turut menjadi penentu pada saat Anda hendak bernegosiasi mengenai harga rumah. Sejumlah hal yang penting harus dipastikan dapat dibaca di sini: Pastikan Dulu Kondisi Rumah Sebelum Menawar. Bila harga yang diberikan sesuai dengan daya beli Anda dan Anda telah jatuh cinta pada rumah tersebut maka seharusnya Anda tidak perlu merasa bahwa harga tersebut terlalu mahal. Yang perlu dipertimbangkan adalah sisi investasinya. Jika suatu saat Anda harus menjual cepat rumah tersebut, returnnya bisa sangat kecil atau malah rugi.


Pilih Notaris/PPAT yang Terpercaya


Biasanya dalam transaksi pembelian rumah secara tunai, notaris/PPAT dipilih dan dibayar sepenuhnya oleh pembeli. Untuk itu Anda bisa minta referensi dari saudara dan relasi Anda. Sebaiknya notaris dan PPAT orangnya sama, itu berarti Anda sebaiknya memilih notaris/PPAT yang beroperasi di wilayah tempat rumah tersebut berada. Pilih notaris yang berumur sekitar 40 tahun dan kelihatan bugar. Umur 40, biasanya berpengalaman, berhati-hati dan akan lebih panjang umur. Umur panjang notaris bisa jadi penting untuk para ahli waris Anda sebagai bahan rujukan mereka bila Anda sudah wafat.
Secepatnya bertransaksi, minimal PJBJangan sampai penjual berubah pikiran. Anda akan sangat kecewa. Akan membuang waktu, energi, biaya dan emosi. Jadi, cepatkan bertrasaksi jika semua sudah dipastikan tidak ada masalah. 


Pilihlah Agen yang Dapat Dipercaya untuk Membantu Kelancaran Transaksi Anda 


Jika Anda mendapatkan rumah itu melalui agen properti, baguslah itu. Namun jika Anda berhubungan langsung dengan pemilik rumah, maka tidak ada salahnya bagi Anda memakai jasa agen properti untuk membantu Anda dalam proses transaksi & dokumentasi. Pilihlah agen properti yang telah berbadan hukum dan dapat dipercaya sehingga dapat membantu Anda dalam kelancaran proses transaksi.

Read more...

Tips Membeli Rumah Pertama Anda

0 comments
Membeli rumah itu gampang-gampang sulit. Apalagi Anda yang baru pertama kali akan membeli rumah. Belum lagi cara pembayaran yang akan Anda pilih pun sangat mempengaruhi proses yang akan Anda lewati.

Anda keluarga baru atau Anda yang sedang berencana untuk membeli rumah pertama? Jangan remehkan sejumlah hal di bawah ini agar tidak menyesal di kemudian hari. Juga, proses transaksi Anda bisa berjalan dengan lancar. Berikut tips praktis bagi Anda yang ingin membeli rumah pertama:

Memilih Lokasi: Lokasi merupakan faktor paling penting ketika kita membeli rumah. Maka wajar jika di dunia properti orang mengenal istilah, lokasi, lokasi dan lokasi. Tidak hanya pembeli rumah pertama, semua orang akan melihat lokasi sebagai hal yang utama dalam membeli rumah. Lokasi berkaitan dengan akses transportasi, ketersediaan fasilitas umum, aman tidaknya dari bahaya banjir dan sebagainya.

Harga: Anda perlu merencanakan terlebih dahulu, berapa harga rumah yang mau Anda beli? Sehingga Anda lebih fokus di perumahan yang menawarkan harga sesuai yang Anda inginkan. Dengan demikian Anda bisa menghemat waktu untuk kegiatan Anda lainnya.

Track Record Developer: Sebelum memutuskan untuk membeli rumah yang baru, ada baiknya lihat dulu siapa pengembangnya. Bagaimana track record developer selama ini. Apakah sering terlambat untuk serah terima rumahnya? Bagaimana kualitas bangunan di project-project perumahan sebelumnya. Untuk mengetahuinya Anda bisa mencari testimoni tentang perumahan atau developer itu di internet.

Kelengkapan Fasilitas: Anda bisa memilih rumah sesuai keinginan Anda dengan beragam fasilitas yang ditawarkan oleh developer. Fasilitas setidaknya bisa kita lihat baik fasilitas intern dan ekstern. Intern biasanya meliputi fasilitas ibadah, tempat olahraga, taman bermain. Dan yang tidak kalah pentingnya juga yaitu fasilitas ekstern seperti kedekatan perumahan itu dengan rumah sakit, sekolah, pasar dan tempat rekreasi keluarga, turut menjadi faktor penentu pilihan bagi pembeli.

Kemudahan Cara Pembayaran: Ada beberapa cara pembayaran rumah yang biasanya ditawarkan oleh pengembang yaitu tunai keras, tunai bertahap dan KPR. Bagi Anda yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup, cara bayar tunai keras tentu menjadi pilihan. Developer akan memberikan diskon yang besar pagi pembeli dengan cara ini. Tapi bagi yang kemampuan keuangannya pas-pas an, cara bayar KPR dan tunai bertahap yang panjang tentu menjadi primadona.

Pastikan Kapan Serah Terima Unit: Bertanyalah ke developer, kapan Anda bisa menempati unit rumah yang Anda beli. Jika terjadi keterlambatan, konsekwensi apa yang akan diterima oleh developer.

Biaya Tambahan: Setelah memutuskan membeli rumah, alokasikan biaya tambahan diluar harga beli rumah. Biaya tambahan ini biasanya meliputi Ppn, biaya KPR, biaya peningkatan BPHTB dan sebagainya. Kisarannya beragam, dan untuk berjaga-jaga biasanya besaran biaya tambahan ini berkisar 15persen sampai dengan 20 persen. 

Demikian beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan dan selamat memilih rumah pertama Anda!

Read more...
Wednesday, 7 May 2014

Berbisnis Bukan Cuma Mendongkrak Omzet

0 comments
Menjadi pengusaha boleh jadi merupakan mimpi sebagian besar orang saat ini. Pengusaha bisa mengelola usaha secara mandiri dengan jam kerja yang fleksibel. Kesempatan untuk mengeksplorasi bisnis hingga bernilai maksimal juga terbuka luas. Bandingkan dengan nasib karyawan perusahaan yang dibatasi oleh hierarki jabatan dan jenjang karier.

Namun, di balik segala keistimewaan, tersimpan banyak tantangan yang menghadang para pengusaha. Salah satu yang sering menjadi permasalahan, terutama di kalangan para pemula, adalah pengaturan keuangan.

Sering sekali pengusaha dengan omzet yang mulai menanjak tiba-tiba kelabakan karena tidak mencatat keuangan secara tertib. Itulah pengalaman Reza Andriadi, pemilik sebuah usaha penerbitan di Jakarta Selatan. Pada awal merintis usaha dulu, Reza mencampur aduk keuangan bisnis dan pribadi. Masalah muncul saat Reza harus mengurus perpajakan. “Pusing karena pencatatan aset dan utang selama ini telanjur nyampur,” cerita dia.

Membereskan soal itu ternyata cukup menguras tenaga. Prospek usahanya juga terancam. Sebab, tanpa menyelesaikan urusan pajak dia bisa mengikuti tender proyek penerbitan sebuah instansi pemerintah. Runyam, bukan?

Pentingnya memiliki pembukuan keuangan usaha yang tertib juga muncul dari pengalaman Rochadi Ariawan, pemilik Klinik Gigi Dentaris di Jakarta. Sebenarnya dia telah memisahkan rekening pribadi dan bisnis. Meski begitu, tetap saja dia tersandung masalah ketika usaha yang dia rintis sempat kekurangan modal. “Saya tidak memiliki dana cadangan untuk usaha, sehingga terpaksa membobol tabungan pribadi dan berutang ke saudara,” cerita dia.

Antisipasi Masalah

Cerita serupa juga dikisahkan oleh Alpha Satriakusuma, pemilik usaha konstruksi Prajja Indonesia. Kendati cukup rajin mencatat arus kas usaha, rupanya Alpha tidak menyisihkan sebagian pendapatan usahanya untuk cadangan biaya operasional. Ujung-ujungnya, ketika terdesak kebutuhan dana tambahan untuk operasional, Alpha terpaksa menambalnya dengan berutang ke kerabat.

Mencari tambahan sumber dana untuk mendukung masalah permodalan, merupakan hal wajar dalam bisnis. Justru para usahawan yang berhasil kebanyakan menemui puncak kesuksesan lewat dukungan permodalan besar dari bank.

Namun, akan menjadi hal yang kurang sedap ketika kendala bisnis yang Anda hadapi mengemuka hanya karena hal yang cenderung “sepele”. Misalnya, akibat kemalasan Anda menertibkan keuangan bisnis.

Mencampur rekening usaha dengan rekening pribadi, tidak tertib mencatat arus keluar masuk dana, nilai aset bisnis tidak terdokumentasi dengan lengkap, bisa menjadi penyebab ketersendatan usaha Anda.

Lantas, bagaimana cara mengatur keuangan yang tepat bagi para pebisnis agar kantong pribadi aman dan usaha lancar? Simak strategi yang dibagi oleh perencana keuangan berikut:

Pisahkan Rekening

Memisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis wajib dilakukan oleh pengusaha level apa pun. Selain terlihat lebih profesional, dengan rekening yang berbeda, Anda bisa mudah melacak arus keluar masuk dana di bisnis Anda. “Manfaatkan produk tabungan khusus pebisnis yang banyak tersedia di perbankan,” kata Farah Dini, perencana keuangan Janus Consulting.

Beberapa produk rekening bisnis di perbankan sudah dilengkapi fitur pendukung pengorganisasian keuangan pebisnis. Semua transaksi perbankan secara otomatis tercatat dengan rapi. Kita bisa melacak arus keluar masuk dana berikut sumber dan tujuan masing-masing, hingga beberapa periode ke belakang.

Oh, iya, pemisahan rekening juga berarti memisahkan pula penggunaan kartu kredit pribadi dengan kartu kredit untuk keperluan bisnis.

Tertib administrasi akan memudahkan Anda memantau kondisi kesehatan keuangan bisnis. Kita bisa tahu arus kas yang sebenarnya, daya tahun likuiditas, nilai aset, tingkat penjualan, hingga laba atau kerugian usaha secara tepat.

Dengan begitu, Anda bisa lebih sigap menentukan langkah pengembangan bisnis karena memiliki bahan untuk menimbang kondisi keuangan perusahaan. Anda juga bisa lebih cepat mengantisipasi manakala di tengah jalan usaha menemui kesulitan keuangan.

Ini telah dipraktikkan oleh Rochadi. Pencatatan tetek bengek keuangan yang terkait bisnis terbukti membantu Rochadi mengetahui pos-pos mana yang bisa dia hemat dan pos mana yang berpotensi menggelembungkan biaya. Dengan mengetahui kondisi keuangan, dia bisa mengambil langkah konkret supaya kondisi usaha kian baik.

Sebagai contoh, dia bisa melakukan efisiensi pengeluaran melalui penekanan pungutan liar hingga pemilihan peralatan pendukung usaha yang lebih berkualitas supaya lebih awet. “Cara ini terbukti ampuh mengatasi masalah keuangan usaha tanpa perlu berimbas pada keuangan pribadi,” ujar dia.

Susun Direktori

Pada dasarnya, pengaturan keuangan bisnis tidak berbeda dengan keuangan pribadi. Anda tetap harus menyiapkan dana darurat, biaya operasional, proteksi, juga pos investasi, dalam perencanaan keuangan bisnis.

Yang sedikit berbeda adalah jenis pos-pos kebutuhan. Dalam keuangan bisnis, mungkin ada pos biaya pembayaran pemasok, biaya penjualan, pendapatan usaha, pos gaji karyawan. Juga, kewajiban usaha berupa cicilan bank, dan sebagainya.

Adapun penyediaan dana darurat kegiatan bisnis bisa Anda sisihkan dari pendapatan usaha per bulan. Untuk dana darurat, Freddy Pileoor, perencana keuangan MoneynLove Financial Planning and Consulting. bilang, idealnya sebesar dua kali sampai tiga kali lipat biaya operasional bisnis. Besar dana cadangan bisa berbeda-beda tergantung pada sektor usaha.

Sejalan dengan saran itu, Rochadi biasa menyisihkan dana cadangan sebesar enam kali pengeluaran bulanan. “Saya selalu mencadangkan sekitar 10% sampai 20% dari pendapatan,” imbuh Alpha.

Lain lagi soal investasi usaha. Dalam penataan keuangan pribadi, tujuan investasi adalah mencapai tujuan tertentu, seperti mengumpulkan dana pendidikan atau dana pensiun. Pada keuangan bisnis pos investasi diarahkan untuk mendukung pengembangan bisnis. “Misalnya, untuk pos ekspansi usaha isinya pembelian mesin baru,” kata Dini.

Bikin proyeksi

Keuangan bisnis tak cuma membutuhkan tertib administrasi. Supaya pengelolaan keuangan juga tepat, para perencana keuangan menyarankan agar Anda juga membuat proyeksi anggaran bulanan dan tahunan. “Hitung pengeluaran dalam enam bulan, setahun hingga 3 tahun ke depan,” saran Freddy lagi,

Dia menjelaskan, langkah ini akan membantu Anda mengukur kemampuan kas usaha dalam mendanai biaya operasional dalam jangka pendek dan menengah. Asumsikan pula pendapatan usaha per bulan atau kinerja penjualan.

Dengan memiliki proyeksi anggaran bulanan, Anda bisa terbantu berdisiplin memakai dana di kas usaha. Tanpa batasan anggaran, hal itu sulit diwujudkan. Selain itu, sebagai pengusaha Anda lebih siap mengantisipasi kondisi keuangan bisnis tanpa khawatir imbasnya bagi keuangan pribadi.

Manajemen Laba

Hal paling mengasyikkan menjadi seorang pengusaha atau wirausahawan adalah potensi pendapatan yang tak terbatas. Kendati untuk mencapai itu semua, upaya serta risiko yang harus Anda tanggung juga sepadan.

Nah, setelah bisa disiplin menerapkan tertib administrasi keuangan, penting juga bagi Anda menjalankan manajemen laba yang tepat. Pengalaman Alpha menunjukkan, manajemen laba yang kurang tepat berisiko menggoyang bisnis. Akibat memperlakukan keuntungan usaha sekadar sebagai dana kas, dia sempat kelabakan mencari tambahan modal saat kondisi kas mendadak tiris.

Oleh sebab itu, dari setiap keuntungan yang Anda peroleh, silakan bagi ke dalam pos-pos lagi. “Setelah dipotong seluruh biaya, sebagian keuntungan bisa menjadi gaji Anda dan sisanya bisa diinvestasikan lagi untuk bisnis,” ujar Dini.

Selamat, kalau selama ini sudah rapi menata keuangan usaha dan pribadi. Sebuah kendala perjalanan bisnis sudah mampu Anda taklukkan.

Sebaliknya, jika tata keuangan Anda masih gaya warung rokok pinggir jalan seadanya, sebaiknya segera berbenah. Tak kurang contoh, pengusaha sukses jatuh bangkrut gara-gara tak rapi menata keuangan mereka.

Tentu Anda tidak ingin seperti mereka, bukan?

Read more...
Wednesday, 15 January 2014

Tips Anti Futur Agar Kembali Semangat Berdakwah

0 comments
1. Harus memahami dan menyadari tujuan aktivitas kita

contoh: seorang pengemban dakwah tidak punya waktu futur dalam mengkaji Islam apabila ia sadar dan paham bahwa dengan aktivitasnya tersebut akan membangkitkan pemikirannya sehingga akan bisa memahamkan umat untuk tegaknya Hukum Allah


2. Baca al-Qur'an dan as-Sunnah serta terjemahannya

Qalbu yang tidak diisi dengan Al-Qur'an laksana rumah yang bobrok, bacalah dan pahami maknanya insyAllah akan mengingatkan kita akan perjuangan ini


3. Bacalah Sirah Nabawiyah

Kita dan para pejuang Islam terdahulu sama-sama menginginkan surga, dan dengan membaca dan membayangkan perjuangan mereka dalam benak kita, akan membuat kita mengukur pengorbanan dan izzah yang kita lakukan sekarang dengan mereka sebagai seorang muslim. Bukankah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin?


4. Kunjungi dan mintalah nasehat kepada orang-orang yang mampu memberikan semangat dan nasehat

Karena jiwa selalu perlu re-charge, selain itu kita juga dapat mengunjungi kajian-kajian Islam, training, dan acara-acara Islam lainnya


5.Jika mungkin, sejenak meluangkan waktu untuk beristirahat dan menenangkan diri

Bukan berarti perlu waktu khusus untuk berlibur atau cuti, karena perjuangan Islam tidak mengenal istilah libur dan cuti. Lakukan hal yang sederhana (yang bermanfaat di rumah misalnya) atau bertafakur alam. Setelah pikiran kembali tenang, buatlah resolusi sebagai perubahan

6. Tabel Kontrol Aktivitas

Tabel ini berisi list-list harian (ibadah) yang harus istiqomah kita jalankan (seperti: sholat wajib, sholat rawatib, baca Al Qur'an dan menghapalkannya, dll) dan dari sini kita akan mengukur sejauh mana kita bisa konsisten dalam menjalankan aktivitas ibadah. Tentunya boleh juga, agar lebih semangat kita memberikan reward untuk diri sendiri jika berhasil melaksanakan satu aktivitas dalam jangka waktu tertentu,

misal: Jika dalam satu bulan ini saya berhasil menghapal 1 juz, saya akan membeli gamis baru, buku Tafsir atau sesuatu yang baik lainnya.


7. Tentunya untuk melakukan hal-hal diatas tidaklah mudah, namun tips terakhir yang paling mujarab adalah PAKSAKAN SAJA!
Kita perlu menjerumuskan diri kedalam lubang kebaikan. JUS DO IT! Karena paksaan sangat diperlukan sebelum kita enjoy dengan aktivitas itu.

Dari Abdullah bin Amru, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setiap amal memiliki puncaknya dan setiap puncak pasti mengalami ke-futur-an (keloyoan). Maka barang siapa yang pada masa futur-nya (kembali) kepada sunnahku, maka ia beruntung dan barang siapa yang pada masa futur-nya (kembali) kepada selain itu, maka berarti ia telah celaka.” (HR Imam Ahmad)

Read more...
Wednesday, 3 April 2013

Tips Menghafal Al Quran dari Syaikh Al Ghamidi

0 comments
Imam tamu Masjid Nabawi sekaligus qari’ internasional, Syaikh Sa’ad Al Ghamidi memberikan lima tips yang harus diperhatikan bagi penghafal Al Quran. Tips tersebut harus diperhatikan, khususnya bagi orang yang sama sekali tak bisa berbahasa Arab. Dikutip dari Republika, berikut kelima tips tersebut:
Pertama, harus mempunyai tujuan yang jelas. “Teman-teman Indonesia harus memiliki tujuan yang jelas, apa tujuan antum menghafal Al Quran,” kata beliau.
Kedua, ujar Sa’ad, harus ada lembaga yang menyelenggarakan program menghafal Al Quran. Lembaga ini berfungsi untuk mengkoordinasi mereka yang ingin menghafal Al Quran agar nantinya tidak patah dan berhenti di tengah jalan.

Ketiga, harus ada metode yang digunakan dan tak asal begitu saja. Jika memang ingin sungguh-sungguh, maka mesti ada metode yang dipakai. “Metode yang digunakan harus efektif dan bisa digunakan bagi seluruh kalangan. Sebab, kemampuan masing-masing orang dalam menghafal berbeda-beda. Ada yang bisa menghafal satu halaman per hari, namun ada juga yang hanya bisa menghafal satu ayat saja per hari,” jelasnya.
Keempat, harus ada mu’allim (guru) yang menjadi rujukan dan mempunyai kemampuan membaca Al Quran dengan baik dan benar. “Jadi mu’allim harus dilihat juga, apakah bacaannya fasih? Apakah hafalan Al Qurannya baik? Apakah dia bisa menjadi qudwah (tauladan) dari kepribadian dan akhlaknya? Jadi memang diperlukan seleksi yang ketat dalam menentukan mu’allim itu,” jelas Syaikh.
Kelima, harus ada follow-up setelah menyelesaikan hafalan Al Quran. Jadi, mereka yang telah merampungkan hafalan Al Quran mereka tidak dibiarkan begitu saja. “Bagi sebahagian madrasah Tahfidz Al Quran hanya menfokuskan santrinya bagaimana mencetak para hafiz Quran. Namun yang tak kalah pentingnya, apa yang akan mereka lakukan setelah mereka menjadi hafiz Quran?” jelas beliau lagi.
Mengulang dan Berkelanjutan
Lupa menjadi kendala terbesar bagi para penghafal Al Quran. Biasanya, para penghafal tidak sabar dan ingin segera mengkhatamkan bacaannya dan kadang terlalu terburu-buru. Sehingga ayat yang telah mereka hafal tidak sempurna dan menjadi cepat lupa.
Syaikh Sa’ad Al Ghamidi menjelaskan, kunci utama dalam menghafal Al Quran adalah terus mengulang hafalan. Ini yang terus dilakukannya walau pun telah selesai menamatkan Al Quran 30 juz.
“(Penghafal Al Quran) harus senantiasa dengan dua hal, tikrar (mengulang) dan istimrar (berkelanjutan). Ia harus terus mengulang hafalan yang telah dihafalnya dan melanjutkan hafalan barunya,” jelas Syaikh.
Read more...

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil