Showing posts with label Mualaf. Show all posts
Showing posts with label Mualaf. Show all posts
Friday, 2 January 2015

Ustaz Nababan: "Mualaf Harus Tetap Optimistis, Percaya Allah Akan Selalu Ada"

0 comments
Pendiri Pesantren Pembinaan Mualaf Annaba Center Indonesia Syamsul Arifin Nababan berpesan kepada para mualaf di Indonesia untuk tetap bertawakal dan sabar dalam menjalani kehidupannya setelah memeluk agama Islam.

"Para mualaf harus tetap Optimistis, percaya Allah selalu ada untuk kita," kata Ustaz Nababan kepada Republika, Kamis (25/12).

Banyaknya diskriminasi terhadap mualaf di Indonesia, kata Ustaz Nababan, membuat para mualaf menjadi minder dan merasa terkucilkan. Hujatan dan cemooh datang dari lingkungan sekitar bahkan dari keluarga mereka sendiri. 

Namun, Ustaz Nababan mengingatkan para mualaf hendaknya selalu tawakal dan bersabar. Ustaz Nababan mengungkapkan para mualaf akan mendapatkan cobaan berat seperti hinaan dan hujatan dalam kehidupannya sehari seperti yang ia alami dahulu saat baru masuk Islam.

"Memang cobaannya cukup berat, tapi itulah ujian dari Allah SWT yang harus kita jalani dengan suka cita. Apa pun ujiannya, kita harus siap menghadapinya," ujar Ustaz Nababan mengingatkan.

Ia menambahkan, bila para mualaf tidak sanggup menghadapi hujatan, mereka dapat pindah ke lingkungan yang dihuni umat Muslim. "lebih baik berbaur bersama umat Muslim lainnya," saran Ustaz Nababan.

Ustaz Nababan berharap para mualaf tidak setengah-setengah memeluk agama Islam. Selain itu, ia berharap mereka dapat mempelajari ajaran agama Islam lebih dalam lagi. Pihaknya juga akan membantu para mualaf yang ingin belajar Islam lebih banyak.

Read more...
Sunday, 30 November 2014

Mualaf 'Gemes' di Car Free Day Berlanjut

0 comments

Mualaf Center Indonesia (MCI) sukses menggelar Gerakan Memungut Sampah (Gemes) di Kawasan Car Free Day (CFD), Jakarta, beberapa waktu lalu. Untuk itu, gerakan itu akan dilanjutkan sehingga menjadi agenda tetap dakwah MCI.

"Insya Allah, 30 November bakal dilanjutkan. Acaranya tetap memungut sampah saja," kata Steven Indra Wibowo, Pendiri dan Konsultan Mualaf Center Indonesia, kepada ROL, Rabu (26/11).

Steven mengungkap, pada gelaran perdana kemarin, pesan dakwah begitu mengena. Warga yang awalnya tidak tahu akhirnya ambil bagian untuk ikutan memungut sampah. Yang lebih penting lagi, petugas kebersihan yang berjaga sangat terbantu dengan kegiatan ini.

"Kami senang bisa membantu mereka. Meski memang sumbangsih kami kecil," ucap dia.

Pada gelaran itu juga sempat ada seorang warga Australia mengucapkan syahadat. "Jadi, ada warga Australia, yang kebetulan tahu tentang kami, lalu ngobrol. Akhirnya, dia bersyahadat, alhamdulillah," ucap dia.

"Ini jadi satu kebahagiaan buat kami, dakwah yang dilakukan meski sederhana, tapi bisa dipahami dengan mudah oleh siapapun. Itulah tujuan kami," ucap dia.

Read more...
Friday, 31 August 2012

Gara-Gara Iddah, Pemimpin Yahudi Masuk Islam

0 comments
Amerika - Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya.

Seperti dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja.

Penelitian serupa dilakukannya di perkampungan nonmuslim Amerika. Hasil penelitian membuktikan wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga tiga laki-laki. Ini berarti, wanita-wanita non-muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahannya yang sah.

Sang pakar juga melakukan penelitian kepada istrinya sendiri. Hasilnya menunjukkan istrinya ternyata memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya.

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini.

Read more...

Label

 
Wong Leces © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

Man Jadda Wajada. Siapa yang Bersungguh-sungguh Akan Berhasil